Kamis, 23 Maret 2017 | 11.12 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>1 Oktober Tarif KRL Commuter Line Jabodetabek Naik Rp1.000

1 Oktober Tarif KRL Commuter Line Jabodetabek Naik Rp1.000

Reporter : Rakisa | Kamis, 18 Agustus 2016 - 20:09 WIB

IMG-16706

Tarif Kereta Rel Listrik. (Kini/doc)

Jakarta, kini.co.id – Tarif Kereta Rel Listrik (KRL) atau Commuter Line Jabodetabek mulai per 1 Oktober 2016 resmi naik sebesar Rp.1000 untuk seluruh relasi. Kenaikan tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 35 Tahun 2016 tentang tarif angkutan orang dengan kereta api pelayanan kelas ekonomi.

Demikian hal tersebut diungkapkan Direktur Lalu Lintas Ditjen Kereta Api Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Zulfikri dalam konferensi pers terkait penyesuaian tarif KRL yang digelar di Gedung Jakarta Railway Center (JRC), Juanda, Jakarta Pusat, Kamis (18/8/2016) sore.

Ditambahkan Zulfikri kenaikan tarif untuk seluruh relasi di lintas KRL Jabodetabek berlaku pada litas 1-25 km pertama atau satu trip perjalanan.

“Misalnya rute Bogor-Depok Baru sampai sekarang tarifnya itu Rp2 ribu, tapi nanti per 1 Oktober 2016 menjadi Rp3 ribu,” kata Zulkifli.

Lanjutnya, penyesuaian tarif ini juga dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan daya beli masyarakat yang semakin meningkat, serta program pengembangan KRL ke depannya melalui tolak ukur pelayanan KRL yang semakin membaik.

Selain itu dengan ketersediaan dana public service obligation (PSO) untuk transportasi kereta api yang menyesuaikan dengan kemampuan keuangan negara.

“Sehingga skema PSO masih dilakukan dalam rangka meningkatkan share pengguna KRL. Dimana komposisi besaran PSO juga sejalan dengan peningkatan perjalanan,” ucapnya.

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Kuota Haji 2017 Ditambah Menjadi 221.000 Jamaah
Nasional - Kamis, 23 Maret 2017 - 11:12 WIB

Kuota Haji 2017 Ditambah Menjadi 221.000 Jamaah

Pada 2017 ini, kuota jamaah untuk Ibadah Haji bertambah menjadi 221.00 orang. Kuota tersebut dibagi untuk haji reguler sebanyak 204.000 ...
KPK Rahasiakan Penerima Suap e-KTP yang Kembalikan Uang, Ada Apa?
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 11:07 WIB

KPK Rahasiakan Penerima Suap e-KTP yang Kembalikan Uang, Ada Apa?

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, terus mempertanyakan sikap KPK yang merahasiakan nama-nama penerima suap proyek pengadaan e-KTP. Bahkan dianggap melindungi ...
Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:58 WIB

Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP

Sidang ketiga kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) akan kembali digelar hari ini, Kamis (23/3/2017) di Pengadilan ...
Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:53 WIB

Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi

Putusan Pengadilan Tinggi Urusan Agama (PTUN) akan dijadikan KPK sebagai pintu masuk kembali mengusut dugaan korupsi di reklamasi teluk Jakarta.Hal ...
Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 17:01 WIB

Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku

Publik digegerkan dengan menghilangnya dokumen sengketa Pilkada Dogiayi, Papua di Mahkamah Konstitusi.Hal ini jelas menjengkelkan, mengingat beberapa kasus sengketa pilkada ...
Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:33 WIB

Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki

Publik heboh membicarakan mobil dinas yang belum dikembalikan Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Pasalnya, kendaraan dinas Presiden Jokowi sempat ...