Minggu, 23 April 2017 | 20.47 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Agustus Diperkirakan Deflasi 0,06 Persen

Agustus Diperkirakan Deflasi 0,06 Persen

Reporter : Fadilah | Senin, 22 Agustus 2016 - 19:37 WIB

IMG-16775

Bank Indonesia (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Bank Indonesia (BI) memperkirakan laju Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Agustus bakal deflasi sebesar 0,06%.

Hal ini disebabkan pada minggu pertama hingga minggu ketiga Agustus 2016 ini IHK masih di level 0,06%.

Dengan pencapaian ini, target inflasi yang diproyeksikan berada di kisaran empat persen plus minus satu persen diperkirakan dapat tercapai.

Gubernur BI, Agus Martowardojo, berpendapat terjadinya Deflasi di Agustus ini juga mencerminkan semakin membaiknya makro ekonomi Indonesia saat ini.

“Dan saya rasa itu kabar baik,” tutur Gubernur BI, Agus Martowardojo, di Kantornya, Jakarta, Senin, (22/8/2016).

Sementara itu ditempat yang sama, Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara mengatakan, terjadinya Deflasi di bulan Agustus 2016 ini lantaran menurunnya sejumlah harga kebuuhan masyarakat usai lebaran.

Selain itu deflasi pada Agustus ini juga dianggapnya merupakan faktor musiman yang memang sudah biasa terjadi dari tahun ke tahun.

Dimana puncak inflasi di Juni dan Juli merupakan momen Ramadhan dan Lebaran sudah terlewati, sehingga permintaan masyarakat kembali normal.

“Kalau bulan ini Deflasi, ini lebih ke faktor musiman saja. Karena ada kenaikan harga saat lebaran, dan sekarang terkoreksi lagi. Memang sebulan dan dua bulan,” jelasnya.

Menurut Mirza sejauh ini laju inflasi tetap terkendali. Indikatornya yakni dengan melihat inflasi pada Juni dan Juli 2016 kemarin yang merupakan tren konsumsi tinggi, namun tercatat menjadi yang terendah dalam rata-rata lima tahun terakhir. Dimana inflasi pada Juni 2016 hanya 0,66% dan Juli 2016 hanya tercatat 0,69%.

Mirza menambahkan, IHK pasca dan Lebaran tahun ini tergolong sangat rendah. Sebab pasca puasa dan lebaran lima tahun belakangan, IHK selalu tercatat inflasi dengan rata-rata 0,37%. Hanya pasca puasa dan lebaran tahun 2013, IHK tercatat Deflasi 0,35%.

“Begitu juga dengan Agustus lima tahun ke belakang yang selalu mencatat inflasi dengan rata-rata mencapai 0,77%,” tandasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Berikut Nama-Nama Korban Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor
Peristiwa - Sabtu, 22 April 2017 - 21:42 WIB

Berikut Nama-Nama Korban Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor

Unit Lakalantas Polres Bogor Kabupaten, mengkonfirmasi data nama-nama korban meninggal dunia dan luka berat dalam kecelakaan beruntun yang terjadi di ...
Tabrakan Beruntun 12 Kendaraan di Puncak, Bogor, 3 Tewas
Peristiwa - Sabtu, 22 April 2017 - 21:22 WIB

Tabrakan Beruntun 12 Kendaraan di Puncak, Bogor, 3 Tewas

Kecelakaan maut yang melibatkan 12 kendaaran terjadi di Jl Raya Puncak, tepatnya di tanjakan Selarong, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Sabtu ...
Tak Jadi Potong Kuping, Haji Lulung Potong Kambing
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 17:41 WIB

Tak Jadi Potong Kuping, Haji Lulung Potong Kambing

Kuping dan hidung milik Abraham Lunggana alias Haji Lulung terselamatkan. Karena tidak jadi dipotong, pasalnya Basuki Purnama alias Ahok terbukti ...
KPK Perlu Selidiki Kasus Novel Baswedan
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 17:02 WIB

KPK Perlu Selidiki Kasus Novel Baswedan

Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan KPK perlu melakukan penyelidikan sendiri ...
Menolak Forum Khilafah Internasional
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 15:18 WIB

Menolak Forum Khilafah Internasional

Rencana Forum Khilafah Internasional yang akan diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Minggu (23/4) besok mendapatakan penolakan dari salah satu ...
Penistaan Agama oleh Ahok tak Boleh Dianggap Remeh
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 15:01 WIB

Penistaan Agama oleh Ahok tak Boleh Dianggap Remeh

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin menyatakan persoalan kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bukan ...