Jumat, 20 Januari 2017 | 06.26 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Berhaji Pakai Kuota Negara Lain Bukan Kejadian Pertama

Berhaji Pakai Kuota Negara Lain Bukan Kejadian Pertama

Selasa, 23 Agustus 2016 - 17:11 WIB

IMG-16795

Jamaah Haji. (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Kementerian agama mengaku kasus Warga Negara Indonesia (WNI) yang menggunakan kuota haji negara lain bukan hal pertama kali.

Pernyataan tersebut terkuak menyusul sebanyak 177 WNI ditangkap otoritas Filipina lantaran hendak berangkat haji dengan menggunakan paspor palsu.

“Seperti tahun yang sebelumnya ada yang non kuota sebenarnya. Mereka memperoleh kuota di luar negeri,” ujar Inspektur Jenderal Kemenag, M Jasin di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (23/8/2016).

Menurut Jasin, para jemaah haji Indonesia ilegal yang menggunakan kuota negara lain itu kerap masuk ke tenda-tenda jemaah Indonesia yang menggunakan kuota Indonesia.

Lanjut Jasin, mereka bahkan menggunakan fasilitas yang disediakan Kemenag di tenda-tenda tersebut. Padahal, fasilitas dan pelayanan dari Kemenag itu untuk jemaah haji Indonesia yang mendaftar secara resmi.

Informasiā€Ž mengenai penangkapan 177 WNI calon haji pertama kali disampaikan Kepala Imigrasi Filipina, Jaime Morente. Dia mengatakan, lima warga Filipina yang mendampingi jemaah Indonesia tersebut juga ditangkap.

Menurut dia, paspor 177 WNI itu diperoleh secara ilegal. Paspor itu disediakan oleh para pendamping warga Filipina.

Jemaah Indonesia dilaporkan membayar mulai US$ 6 ribu – US$ 10 ribu atau sekitar Rp79.110.000 hingga Rp131.850 000 perorang demi bisa naik haji dengan cepat, tanpa usah menunggu antrean bertahun-tahun. Mereka pun mencoba menggunakan kuota haji yang diberikan Arab Saudi kepada Filipina.

“Identitas jemaah Indonesia itu terungkap setelah didapati mereka tidak berbahasa Filipina. Mereka kemudian mengaku sebagai warga negara Indonesia yang masuk ke Filipina secara terpisah sebagai turis,” kata Morente seperti dikutip dari VOA Indonesia belum lama ini.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Siswa SMA di Bekasi Terlibat Prostitusi Online
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 23:17 WIB

Siswa SMA di Bekasi Terlibat Prostitusi Online

Empat orang pelaku berhasil diamankan Polres Metropolitan Bekasi Kota terkait dugaan kasus prostitusi online yang melibatkan anak di usia dini ...
Ini Modus Operandi Skandal Emirsyah Satar dengan Rolls Royce
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 21:17 WIB

Ini Modus Operandi Skandal Emirsyah Satar dengan Rolls Royce

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil membongkar praktik suap antara petinggi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia dengan perusahaan terkemuka Rolls ...
KPK : Skandal Emirsyah Satar Tergolong Korupsi Lintas Negara
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 20:47 WIB

KPK : Skandal Emirsyah Satar Tergolong Korupsi Lintas Negara

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan mantan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar menjadi tersangka kasus dugaan suap ...
Pasar Senen Terbakar, Ahok Salahkan Pedagang
Peristiwa - Kamis, 19 Januari 2017 - 19:29 WIB

Pasar Senen Terbakar, Ahok Salahkan Pedagang

Ribuan kios di Pasar Senen, Jakarta Pusat yang ludes terbakar, Kamis (19/1) pagi tadi, disayangkan Gubernur DKI Jakarta non aktif ...
KPK Tetapkan Mantan Dirut Garuda jadi Tersangka
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 18:14 WIB

KPK Tetapkan Mantan Dirut Garuda jadi Tersangka

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan mantan Direktur Utama (Dirut) PT Garuda Indonesia Emirsyah Satar menjadi tersangka. Ia diduga menerima ...
Ditetapkan Menjadi Tersangka oleh KPK, Garuda : Kami Akan Kooperatif
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 16:06 WIB

Ditetapkan Menjadi Tersangka oleh KPK, Garuda : Kami Akan Kooperatif

Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia Benny S Butarbutar, mengatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada KPK dalam penuntasan kasus dugaan ...