Rabu, 28 Juni 2017 | 05.33 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Tahun Depan, Listrik Golongan 900 VA Tak Lagi Disubsidi

Tahun Depan, Listrik Golongan 900 VA Tak Lagi Disubsidi

Reporter : Fadilah | Rabu, 24 Agustus 2016 - 08:12 WIB

IMG-16799

Subsidi listrik. (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Pencabutan subsidi listrik untuk 18 juta pelanggan golongan 900 VA akan segera dilaksanakan di tahun 2017 mendatang. Sebab 18 juta pelanggan golongan 900 VA itu dianggap sudah mampu secara ekonomi, sehingga tidak lagi layak mendapatkan subsidi.

“Kalau untuk pelanggan 900 VA tidak lagi di subsidi, jadi kita lepas karena mereka orang mampu,” kata Direktur Utama (Dirut) PT PLN (Persero).

Pencabutan terhadap 18 juta orang itu tidak lain merupakan akibat dari dipangkasnya subsidi listrik di tahun depan.

Dimana dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2017 subsidi listrik hanya dipatok Rp48,6 triliun. Angka tersebut turun sebanyak Rp2,1 triliun jika dibandingkan dengan Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016 yang dipatok sebesar Rp50,7 triliun.

Sedangkan untuk pelanggan golongan 450 VA dipastikan Sofyan akan tetap mendapatkan subsidi dari pemerintah. Sebab mayoritas masyarakat pelanggan golongan 450 VA merupakan masyarakat miskin.

“Tetap jalan subsidi untuk 450 VA,” singkatnya.

Diakui Sofyan kebijakan pencabutan susbisidi bagi 18 juta pelanggan golongan 900 VA sungguh dilematis, sebab masih ada beberapa dari mereka yang secara ekonomi adalah masyarakat yang tidak mampu.

Namun pencabutan tersebut harus tetap dilakukan agar subsidi yang diberikan pemerintah lebih tepat sasaran.

Sekedar informasi, Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (KESDM) mencatat sepanjang lima tahun terakhir ini subsidi listrik paling tinggi pada tahun 2012 sebesar Rp103,3 triliun.

Pada 2013 subsidi listrik mencapai Rp 101,2 triliun, kemudian mulai menurun tahun 2015 sebesar Rp56,55 triliun, lalu dipangkas lagi dalam APBN-P 2016 menjadi Rp50,7 triliun dan subsidi listrik dalam RAPBN 2017 kembali menurun menjadi Rp48,6 triliun.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pertemuan GNPF-MUI dengan Presiden Tak Pengaruhi Kasus Habib Rizieq
Hukum - Selasa, 27 Juni 2017 - 23:38 WIB

Pertemuan GNPF-MUI dengan Presiden Tak Pengaruhi Kasus Habib Rizieq

Polda Metro Jaya menyatakan pertemuan antara GNPF-MUI dengan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu, tidak lantas mempengaruhi penanganan kasus yang menjerat ...
Presidium MRI Bantah Fitnah Tommy Winata Soal Pertemuan GNPF MUI-Presiden
Politik - Selasa, 27 Juni 2017 - 23:00 WIB

Presidium MRI Bantah Fitnah Tommy Winata Soal Pertemuan GNPF MUI-Presiden

Ketua Presidium Musyawarah Rakyat Indonesia (MRI) Yudi Syamhudi Suyuti membantah dirinya memfitnah Tommy Winata dan Artha Graha Perduli (AGP) terkait ...
ASDP Catat Jumlah Penyebrangan Jawa ke Sumatera Naik 12,4 Persen
Ekonomi - Selasa, 27 Juni 2017 - 22:09 WIB

ASDP Catat Jumlah Penyebrangan Jawa ke Sumatera Naik 12,4 Persen

PT Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) mencatat selama arus mudik, total angkutan yang disebrangkan dari Jawa ...
GNPF-MUI- Alumni 212 Pecah Kongsi ?
Politik - Selasa, 27 Juni 2017 - 19:27 WIB

GNPF-MUI- Alumni 212 Pecah Kongsi ?

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI dan Presidium Alumni 212 diduga pecah kongsi paska tim GNPF-MUI melakukan pertemuan dengan Presiden ...
KH Bachtiar Nasir:  Tak Ada Pembahasan Khusus Saat Bertemu Presiden
Peristiwa - Selasa, 27 Juni 2017 - 15:46 WIB

KH Bachtiar Nasir: Tak Ada Pembahasan Khusus Saat Bertemu Presiden

Ketua GNPF-MUI, KH Bachtiar Nasir, mengaku tidak tak ada pembahasan khusus yang dibicarakan pihaknya saat bertemu dengan Presiden Jokowi pada, ...
GNPF-MUI Bantah Ngemis Bertemu Presiden
Peristiwa - Selasa, 27 Juni 2017 - 15:20 WIB

GNPF-MUI Bantah Ngemis Bertemu Presiden

Berbagai tudingan miring terhadap langkah GNPF-MUI mulai dari mengemis, masuk angin hingga ada udang dibalik batu yang menggelar pertemuan dengan ...