Senin, 26 Juni 2017 | 00.18 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Kerusuhan Kampus Trisakti, 40 Preman Bayaran Ditangkap

Kerusuhan Kampus Trisakti, 40 Preman Bayaran Ditangkap

Reporter : Rakisa | Rabu, 24 Agustus 2016 - 13:12 WIB

IMG-16814

Kerusuhan di Kampus Trisakti. (Kininews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Tolak kehadiran rektor yang sah, kerusuhan di Universitas Trisakti Jakarta pecah. Dalam kerusuhan itu muncul 40 orang yang diduga preman bayaran suruhan pihak orotita (rektor lama) untuk mengahalau rektor yang sah yakni, Ir Edi Hamid.

40 orang itu tiba di Polda Metro Jaya sekira pukul 11.00 WIB, Rabu (24/8/2016). Mereka saat ini dikumpulkan di depan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya untuk dilakukan pendataan.

“Mereka ini bukan mahasiswa, tapi preman bayaran,” ujar seorang anggota Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang enggan disebut namanya.

(Baca Juga: Tolak Rektor, Kampus Trisakti Memanas)

Sementara, seorang pemuda yang mengaku bernama Andre (28), mengakui bahwa dirinya bukanlah seorang mahasiswa. Ia dan teman-temannya hanya diminta seseorang untuk datang ke Trisakti.

“Saya bukan mahasiswa, saya kerja saja. Ada orang minta kami untuk datang ke Trisakti, tapi kita tidak demo. Hanya berdiri di depan saja,” jelas Andre seperti yang dilansir dari Detiknews.

Ia pun mengaku disuruh datang ke Kampus Trisakti dengan bayaran Rp150 ribu dan tidak tahu permasalahan apa yang terjadi di kampus tersebut.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pemerintah Dukung Polri Tindak Pelaku Penyerangan di Sumut
Peristiwa - Minggu, 25 Juni 2017 - 23:02 WIB

Pemerintah Dukung Polri Tindak Pelaku Penyerangan di Sumut

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan, pemerintah mendukung aparat kepolisian untuk menindak pelaku penyerangan di Mapolda Sumatera Utara, Minggu (25/6) dini ...
GNPF-MUI Berharap Hubungan Dengan Pemerintah Cair Pasca Lebaran
Peristiwa - Minggu, 25 Juni 2017 - 22:46 WIB

GNPF-MUI Berharap Hubungan Dengan Pemerintah Cair Pasca Lebaran

Pengurus GNPF-MUI berharap agar hubungannya dengan pemerintah dapat mencair usai Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah."Kami diterima Presiden dalam rangka ...
Ini Poin-poin Hasil Pertemuan Jokowi dengan GNPF-MUI
Peristiwa - Minggu, 25 Juni 2017 - 22:32 WIB

Ini Poin-poin Hasil Pertemuan Jokowi dengan GNPF-MUI

Tim GNPF-MUI menggelar pertemuan dengan Presiden Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (25/6). Pertemuan Presiden dengan GNPF MUI cukup mendadak ...
Polisi Geledah Percetakan Logo IS usai Penyerangan Mapolda Sumut
Nasional - Minggu, 25 Juni 2017 - 21:37 WIB

Polisi Geledah Percetakan Logo IS usai Penyerangan Mapolda Sumut

Paska insiden penyerangan yang dilakukan Hendra dan Sawaludin Pakhpahan, yang diduga merupakan pendukung Islamic State terhadap anggota polisi di ...
Dua Orang Pelaku Diduga Pendukung IS Serang Anggota Polda Sumut
Peristiwa - Minggu, 25 Juni 2017 - 20:59 WIB

Dua Orang Pelaku Diduga Pendukung IS Serang Anggota Polda Sumut

Dua orang pelaku yang diduga merupakan pendukung Islamic State , melakukan penyerangan terhadap dua anggota Polda Sumatera Utara yang tengah ...
Ketua GNPF-MUI: Berislamlah Secara Kaffah, Jangan Berikan yang Sisa
Peristiwa - Minggu, 25 Juni 2017 - 11:01 WIB

Ketua GNPF-MUI: Berislamlah Secara Kaffah, Jangan Berikan yang Sisa

Ketua GNPF-MUI, KH Bachtiar Nasir dalam khutbah Idul Fitri 1438 Hijriyah di Masjid Al-Azhar, Jakarta Selatan, Minggu (25/6) menyebutkan ...