Kamis, 23 Maret 2017 | 09.18 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Kerusuhan Kampus Trisakti, 40 Preman Bayaran Ditangkap

Kerusuhan Kampus Trisakti, 40 Preman Bayaran Ditangkap

Reporter : Rakisa | Rabu, 24 Agustus 2016 - 13:12 WIB

IMG-16814

Kerusuhan di Kampus Trisakti. (Kininews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Tolak kehadiran rektor yang sah, kerusuhan di Universitas Trisakti Jakarta pecah. Dalam kerusuhan itu muncul 40 orang yang diduga preman bayaran suruhan pihak orotita (rektor lama) untuk mengahalau rektor yang sah yakni, Ir Edi Hamid.

40 orang itu tiba di Polda Metro Jaya sekira pukul 11.00 WIB, Rabu (24/8/2016). Mereka saat ini dikumpulkan di depan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya untuk dilakukan pendataan.

“Mereka ini bukan mahasiswa, tapi preman bayaran,” ujar seorang anggota Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang enggan disebut namanya.

(Baca Juga: Tolak Rektor, Kampus Trisakti Memanas)

Sementara, seorang pemuda yang mengaku bernama Andre (28), mengakui bahwa dirinya bukanlah seorang mahasiswa. Ia dan teman-temannya hanya diminta seseorang untuk datang ke Trisakti.

“Saya bukan mahasiswa, saya kerja saja. Ada orang minta kami untuk datang ke Trisakti, tapi kita tidak demo. Hanya berdiri di depan saja,” jelas Andre seperti yang dilansir dari Detiknews.

Ia pun mengaku disuruh datang ke Kampus Trisakti dengan bayaran Rp150 ribu dan tidak tahu permasalahan apa yang terjadi di kampus tersebut.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:58 WIB

Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP

Sidang ketiga kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) akan kembali digelar hari ini, Kamis (23/3/2017) di Pengadilan ...
Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:53 WIB

Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi

Putusan Pengadilan Tinggi Urusan Agama (PTUN) akan dijadikan KPK sebagai pintu masuk kembali mengusut dugaan korupsi di reklamasi teluk Jakarta.Hal ...
Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 17:01 WIB

Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku

Publik digegerkan dengan menghilangnya dokumen sengketa Pilkada Dogiayi, Papua di Mahkamah Konstitusi.Hal ini jelas menjengkelkan, mengingat beberapa kasus sengketa pilkada ...
Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:33 WIB

Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki

Publik heboh membicarakan mobil dinas yang belum dikembalikan Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Pasalnya, kendaraan dinas Presiden Jokowi sempat ...
Fahri Hamzah Sebut KPK Melakukan Kekonyolan Telanjang
Hukum - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:19 WIB

Fahri Hamzah Sebut KPK Melakukan Kekonyolan Telanjang

Wakil Ketua DPR, Fachri Hamzah menegaskan namanya disebut dalam sidang kasus suap pajak PT EK Prima (EKP) adalah sebuah kekonyolan.Fahri ...
Taksi Online Akan Dikenakan Pajak, Pengamat: Undang-undangnya Mana ?
Nasional - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:13 WIB

Taksi Online Akan Dikenakan Pajak, Pengamat: Undang-undangnya Mana ?

Pengamat Transportasi, Azas Tigor Nainggolan mempertanyakan Undang-undang terkait pengenaan pajak terhadap transportasi online. Hal tersebut merespon statment pemerintah yang sering ...