Rabu, 26 Juli 2017 | 13.26 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Produk Dimusnahkan, Produsen Snack Bikini Mengaku Jera

Produk Dimusnahkan, Produsen Snack Bikini Mengaku Jera

Jumat, 26 Agustus 2016 - 14:59 WIB

IMG-16861

Pemusnahan Snack Bikini. (Ist)

Bandung, kini.co.id – Produsen snack fenomenal bernama Bikini (Bihun Kekinian) sepertinya sudah jera dan akan berhati-hati dalam memproduksi produknya di kemudian hari. Hal ini sesuai dengan pengakuan TW (19) yang mengaku telah mendapat pelajaran berharga dari kejadian penangkapan dirinya akibat produk makanan yang dibuatnya.

TW, meminta maaf kepada masyarakat atas produk yang kemasannya membuat keresahan di tengah masyarakat.

“‎Saya memohon maaf. Tidak ada maksud dan niat buruk. Hal ini terjadi karena pengetahuan yang kurang. Maaf sebesar-besarnya dan semoga masyarakat bisa memaafkan,” ungkap TW, Jumat (26/8/2016)

TW juga mengaku akan tetap berusaha untuk memajukan usahanya. Ke depan dirinya bakal lebih berhati-hati dalam membuat kemasan produk agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di kalangan konsumen.

“Saya bakal lanjutkan usaha ini, cuma rubah desain tampilan dan namanya saja dan ke depan jadi lebih hati-hati,” pungkasnya.

Diketahui, tidak ada masalah dalam kualitas makanan Snack Bikini, hanya saja sampulnya yang berbau pornografi dan tak punya izin edar yang menjadi TW harus berurusan dengan pihak yang berwajib.

Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Kota Bandung juga sudah memusnahkan jajanan tersebut.

“Hasil penyelidikan, ada ketidaktahuan dalam prosedur peredaran produk ini. ‎Maka dari itu kami putuskan untuk memberi sanksi administratif terhadap produsen dan produk dimusnahkan,” ujar Abdul Rahim.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Kasus BLBI, Laksamana Sukardi Penuhi Panggilan KPK
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 13:19 WIB

Kasus BLBI, Laksamana Sukardi Penuhi Panggilan KPK

Laksmana Sukardi, Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akhrinya datang memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk ...
Idhzam Azis Resmi Jabat Kapolda Metro Jaya, Ini Alasan Tito
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 13:02 WIB

Idhzam Azis Resmi Jabat Kapolda Metro Jaya, Ini Alasan Tito

Pucuk pimpinan Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya resmi diganti dari Inspektur Jendral M Iriawan kepada Inspektur Jendral Idham Azis dalam ...
Aktivis: Ada Politik Saling Sandra di Tubuh Polisi
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 12:06 WIB

Aktivis: Ada Politik Saling Sandra di Tubuh Polisi

Genap 106 hari proses penyidikan yang dilakukan Polisi terkait teror penyiraman terhadap Novel Baswedan belum juga menemukan titik terang siapa ...
KPK Panggil Marisi Martondang Terkait Kasus Korupsi RS Udayana
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 11:59 WIB

KPK Panggil Marisi Martondang Terkait Kasus Korupsi RS Udayana

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Utama PT Mahkota Negara, Marisi Martondang terkait kasus tindak pidana korupsi ...
KPK: Penetapan Tersangka Terhadap Muchtar Effendi Tidak Berdasarkan Dendam
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 08:30 WIB

KPK: Penetapan Tersangka Terhadap Muchtar Effendi Tidak Berdasarkan Dendam

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa penetapan tersangka terhadap Muchtar Effendi tidak berdasarkan pada dendam pribadi. Hal itu membantah tudingan ...
KPK Perpanjang Masa Penahanan 2 Auditor BPK
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 08:17 WIB

KPK Perpanjang Masa Penahanan 2 Auditor BPK

Tersangka kasus suap dalam pemberian opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas laporan keuangan Kemendes PDTT Tahun Anggaran 2016 yakni Rochmadi ...