Rabu, 24 Januari 2018 | 06.39 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Menipu Berkedok Lowongan Kerja di Medsos, Dua IRT Dicokok Polisi

Menipu Berkedok Lowongan Kerja di Medsos, Dua IRT Dicokok Polisi

Jumat, 26 Agustus 2016 - 16:12 WIB

IMG-16863

Korupsi. (Ilustrasi)

Lhokseumawe, kini.co.id – Para pencari kerja saat ini harus lebih berhati-hati dengan info-info lowongan kerja yang beredar di media sosial. Sebab saat marak penipuan yang berkedok jasa penyalur tenaga kerja yang sudah memakan banyak korban.

Seperti yang baru-baru ini terjadi di Aceh, pelaku penipuan asal Kecamatan Dewantara, Aceh Utara, Aceh ditangkap aparat Polres Lhokseumawe karena menipu belasan pengguna media sosial.

Dua ibu rumahtangga ini mengiming-imingi korbannya menjadi pegawai rumahsakit di Lhokseumawe. Lantas, korban yang tergiur menanyakan syarat kemudian pelaku meminta korban mengirim sejumlah uang.

“Jumlah uang yang diminta bervariasi antara Rp3 juta hingga Rp4 juta. Ada 19 korban yang sudah mereka tipu,” kata Kapolres Lhokseumawe, AKBP Hendri Budiman, Jumat (26/8/2016).

Kedua tersangka ditangkap pada Senin (22/8) lalu berdasarkan laporan dua korban yang mengaku dijanjikan menjadi pegawai di tiga rumah sakit serta berbagai instansi lainnya. Selama menjalankan aksinya, para tersangka sudah berhasil meraup Rp68 juta.

“Sisa barang bukti yang kami sita sekira Rp700 ribu, selebihnya sudah dipergunakan oleh tersangka,” imbuhnya.

Ia mengimbau masyarakat untuk berhati-hati jika melihat lowongan kerja di media sosial. Ia juga mengimbau jangan mendaftar melalui calo atau perantara ketika melamar pekerjaan.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hanura sepakat islah, Wiranto: OSO Ketua Umum yang sah
Politik - Selasa, 23 Januari 2018 - 21:48 WIB

Hanura sepakat islah, Wiranto: OSO Ketua Umum yang sah

Ketua Dewan Pembina sekaligus pendiri Partai Hanura, Jenderal (Purn) Wiranto, menyatakan bahwa Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai Ketua Umum Partai ...
Made Oka Masagung Sering Lupa, KPK: Tak Ada Gunanya
Hukum - Selasa, 23 Januari 2018 - 20:50 WIB

Made Oka Masagung Sering Lupa, KPK: Tak Ada Gunanya

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan tidak ada gunanya saksi mengatakan lupa padahal sebenarnya tidak lupa."Sebab untuk ...
Akankah KPK Gugurkan Praperadilan Fredrich Yunadi?
Hukum - Selasa, 23 Januari 2018 - 20:33 WIB

Akankah KPK Gugurkan Praperadilan Fredrich Yunadi?

Pasca menetapkan Fredrich Yunadi sebagai tersangka merintangi penyidikan perkara e-KTP, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara intens melakukan serangkaian kegiatan. Misalnya ...
KPK Belum Lihat Novanto Akui Kesalahannya di Kasus e-KTP
Hukum - Selasa, 23 Januari 2018 - 20:29 WIB

KPK Belum Lihat Novanto Akui Kesalahannya di Kasus e-KTP

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengatakan sejauh ini pihaknya belum melihat Setya Novanto mengakui perbuatannya di kasus ...
Dampak gempa Banten, puluhan bangunan di Sukabumi rusak
Peristiwa - Selasa, 23 Januari 2018 - 19:30 WIB

Dampak gempa Banten, puluhan bangunan di Sukabumi rusak

Pascagempa yang terjadi di Lebak, Banten dengan kekuatan 6,4 Skala Richter (SR) Selasa, (23/1) sekitar pukul 13.34 WIB, sejumlah bangunan ...
Ratusan rumah di Lebak rusak terdampak gempa
Peristiwa - Selasa, 23 Januari 2018 - 19:24 WIB

Ratusan rumah di Lebak rusak terdampak gempa

Gempa tektonik berkekuatan 6,1 Skala Richter (SR) mengguncang Kabupaten Lebak, Banten, Selasa (23/1) siang, menghancurkan sebanyak 311 unit rumah tersebar ...