Jumat, 20 Oktober 2017 | 15.46 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Ekspor Hasil Laut Meningkat Dibandingkan Tahun 2015

Ekspor Hasil Laut Meningkat Dibandingkan Tahun 2015

Reporter : Fadilah | Sabtu, 27 Agustus 2016 - 08:31 WIB

IMG-16878

Hasil laut. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Di tengah tren perlambatan ekonomi dunia, sektor perikanan dan hasil laut masih bisa diandalkan untuk menopang ekspor Indonesia.

Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) volume ekspor hasil laut Indonesia pada semester I mencapai 552.414 ton atau naik sebesar 7,34% jika dibandingkan dengan semester I 2015 yang hanya mencapai 514.640 ton.

Nilai ekspor pada semester I 2016 tercatat mencapai US$ 2,092 miliar. Angka tersebut naik sebesar 4,28% jika dibandingkan Semester I tahun 2015 yang hanya mencapai 2,02 miliar.

Kendati demikian, volume ekspor dan nilai hail laut Indonesia masih lebih rendah jika dibandingkan dengan tahun 2014 yang mencapai 604.820 ton dengan nilai US$ 2,20 miliar.

Adapun negara tujuan ekspor terbesar Indonesia yakni Amerika Serikat dengan nilai transaksi per tahunnya mencapai US$ 825 juta dengan volume 94.397 ton. Kemudian diikuti oleh Jepang dengan nilai transaksi US$ 300 juta dengan volume 54.834 ton.

“Sedangkan sisanya disusul oleh negara-negara di Asia Tenggara dengan total transaksi US$ 271 juta dan volume 134.248 ton per tahunnya,” demikian diungkapkan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, di Kantornya, Jakarta, Jumat, (26/8/2016).

KKP menargetkan nilai ekspor hasil laut sebesar US$ 5,36 miliar hingga akhir tahun. Target tersebut naik US$ 1,88 miliar jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Kami optimis tentu dengan target tersebut,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Fadli Zon: Pencabutan moratorium reklamasi seperti menikung di injury time
Politik - Jumat, 20 Oktober 2017 - 14:44 WIB

Fadli Zon: Pencabutan moratorium reklamasi seperti menikung di injury time

Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyoroti polemik reklamasi yang saat ini masih bergulir. Dia mengaku heran dengan pencabutan moratorium persis ...
Garuda Indonesia siap maksimalkan potensi Bandara Kertajati
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 14:35 WIB

Garuda Indonesia siap maksimalkan potensi Bandara Kertajati

Maskapai nasional Garuda Indonesia siap mengembangkan potensi Bandara Kertajati di Majalengak, Jawa Barat. Pengembangan tersebut tertuang dalam penandatangan kerjasama yang ...
Gerindra nilai perppu ormas menyimpan bahaya
Politik - Jumat, 20 Oktober 2017 - 13:35 WIB

Gerindra nilai perppu ormas menyimpan bahaya

Politisi Partai Gerindra Ahmad Riza Patria menegaskan ulang sikap Gerindra menolak Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 tahun 2017 tentang ...
Bertemu Gubernur Prefektur Aichi, Airlangga bahas tiga komitmen
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 13:28 WIB

Bertemu Gubernur Prefektur Aichi, Airlangga bahas tiga komitmen

Dalam kunjungannya dihari ketiga, Kamis (19/10) ke Jepang, Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto bertemu dengan Gubernur Prefektur Aichi, Hideaki Ohmura. Keduanya ...
Kebijakan ekonomi Jokowi belum dirasakan pengusaha daerah
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 13:19 WIB

Kebijakan ekonomi Jokowi belum dirasakan pengusaha daerah

Paket kebijakan ekonomi yang telah dikeluarkan pemerintah Jokowi dalam mendorong  perbaikan iklim investasi dan  ekonomi Indonesia dinilai masih jauh dari ...
Setya Novanto kembali mangkir hadiri sidang Andi Narogong
Hukum - Jumat, 20 Oktober 2017 - 12:54 WIB

Setya Novanto kembali mangkir hadiri sidang Andi Narogong

Ketua DPR Setya Novanto kembali tidak menghadiri sidang kasus dugaan korupsi e-KTP sebagai saksi untuk terdakwa pengusaha Andi Agustinus alias ...