Kamis, 23 Maret 2017 | 11.16 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Mentan Sebut Harga Jual Beras oleh Bulog Lebih Mahal

Mentan Sebut Harga Jual Beras oleh Bulog Lebih Mahal

Reporter : Fadilah | Selasa, 30 Agustus 2016 - 14:19 WIB

IMG-16966

ilustrasi

Jakarta, kini.co.id – Menteri Pertanian (Mentan) RI, Amran Sulaiman melakukan inspeksi dadakan (sidak) ke Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta Timur, Selasa, (30/8/2016). Sidak ini dilakukan untuk mengecek harga beras di pasar tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Amran berujar bahwa harga beras yang dijual Bulog lebih mahal jika dibandingkan dengan beras kualitas sama IR 64 yang dijual pedagang. Harga beras Bulog dijual seharga Rp 7.800/kg, pedagang dari daerah bisa menjual beras di PIBC Rp 7.000-7.300/kg.

Padahal cetus Amran, Bulog merupakan pemain besar dan mempunyai uang yang besar, dan juga gudang yang besar. Sedangkan pedagang di pasar tersebut paling hanya memiliki modal Rp 20 juta dan kebanyakan dari mereka tidak memiliki mosal besar.

“Bulog ini pemain, masa harganya kalah sama pedagang kecil,” sindir Amran, di Jakarta, Selasa, (30/8/2016).

Perihal tersebut, Amran menduga ada yang tidak efisien. Ketidakefisienan tersebut diduga lantaran panjangnya distribusi.

Harga yang dijual Bulog itu sebenarnya bisa ditekan jika Bulog pandai mengaturnya.

“Misalnya beras yang dipanen di Kabupaten Sukoharjo, kemudian dikirim untuk disimpan ke gudang Bulog yang ada di wilayah lain, sebelum kemudian kembali dikirim ke Sukoharjo kembali untuk didistribusikan sebagai beras rastra,” kata Amran.

Amran juga mengusulkan agar perusahaan milik negara itu memakai manajemen pedagang kecil yang bisa menjual harga beras Rp 7000-7300/kg. Begitu digiling atau di panen langsung di lempar ke gudang sehingga tidak ada bunga penyimpanan dan perawatan jangka panjang.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Kuota Haji 2017 Ditambah Menjadi 221.000 Jamaah
Nasional - Kamis, 23 Maret 2017 - 11:12 WIB

Kuota Haji 2017 Ditambah Menjadi 221.000 Jamaah

Pada 2017 ini, kuota jamaah untuk Ibadah Haji bertambah menjadi 221.00 orang. Kuota tersebut dibagi untuk haji reguler sebanyak 204.000 ...
KPK Rahasiakan Penerima Suap e-KTP yang Kembalikan Uang, Ada Apa?
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 11:07 WIB

KPK Rahasiakan Penerima Suap e-KTP yang Kembalikan Uang, Ada Apa?

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, terus mempertanyakan sikap KPK yang merahasiakan nama-nama penerima suap proyek pengadaan e-KTP. Bahkan dianggap melindungi ...
Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:58 WIB

Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP

Sidang ketiga kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) akan kembali digelar hari ini, Kamis (23/3/2017) di Pengadilan ...
Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:53 WIB

Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi

Putusan Pengadilan Tinggi Urusan Agama (PTUN) akan dijadikan KPK sebagai pintu masuk kembali mengusut dugaan korupsi di reklamasi teluk Jakarta.Hal ...
Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 17:01 WIB

Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku

Publik digegerkan dengan menghilangnya dokumen sengketa Pilkada Dogiayi, Papua di Mahkamah Konstitusi.Hal ini jelas menjengkelkan, mengingat beberapa kasus sengketa pilkada ...
Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:33 WIB

Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki

Publik heboh membicarakan mobil dinas yang belum dikembalikan Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Pasalnya, kendaraan dinas Presiden Jokowi sempat ...