Rabu, 13 Desember 2017 | 06.52 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Diduga Ada Skenario Intelijen, Polisi Harus Ungkap ‘Pemain’ Teror Bom Gereja Medan

Diduga Ada Skenario Intelijen, Polisi Harus Ungkap ‘Pemain’ Teror Bom Gereja Medan

Selasa, 30 Agustus 2016 - 15:52 WIB

IMG-16972

Gereja Katolik Santo Yosep Jalan Dr Mansyur Medan usai kejadian percobaan bom bunuhdiri. (Kininews/NUR)

Jakarta, kini.co.id – Aksi percobaan bom bunuh diri yang terjadi Minggu (28/8/2016) menggemparkan masyarakat. Terlebih peristiwa itu terjadi di rumah ibadah, yakni saat umat Khatolik beribadah di Gereja Santo Yosep Jalan Dr Mansyur Medan.

Sontak kejadian itu membuat warga was-was dan saling curiga, terlebih aksi tersebut mengatasnamakan agama. Seolah membawa simbol kalimat tauhid yang sering terlihat di bendera kelompok teroris ISIS.

Namun, masyarakat perlu bijak dan membuka mata lebar-lebar terhadap kasus ini. Pasalnya, kasus bom di Indonesia tak selalu terkait dengan kelompok teroris, namun berkaitan dengan rekayasa yang biasa dibuat oleh intelijen untuk pengalihan isu politik.

Hal itu dikatakan Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya, Selasa (30/8/2016).

Menurutnya, insiden di Gereja Santo Yosep tidak perlu disikapi berlebihan. Sebab, menurutnya, ini bisa saja salahsatu produk intelijen untuk menjatuhkan BIN.

“Kasus ini tidak selalu murni inisiatif kelompok atau individu tertentu. Tapi juga bisa produk skenario intelijen dengan memanfaatkan simbol kelompok tertentu dengan memanfaatkan pribadi-pribadi yang labil dengan pendekatan indoktrinasi atau tawaran-tawaran materi,” kata Harits.

Untuk itu, lanjutnya, polisi perlu melacak siapa oknum yang bermain di belakang IAH agar tidak ada lagi skenario yang membodohi masyarakat.

“Biar tidak ada sandiwara, polisi perlu melacak orang-orang yang bermain di balik sosok IA,” sebut pria yang biasa terlibat dalam pembinaan mantan napi teroris ini.

Malah Harist menilai penyerangan pastor di gereja tersebut sangat berlebihan jika dikategorikan sebagai aksi terorisme.

“Kembali ke TKP ya itu delik pidana mengancam keselamatan orang lain. Kalau harus dijustifikasi sebagai aksi terorisme kesannya kelewat mendramatisir,” jelasnya.

Soal simbol terkait dengan kelompok yang dianggap radikal pada kasus Medan kali ini, menurut Harits itu bagian dari skenario penyusunan dari isu yang akan dikelola. Ia menyebut, hal ini biasa dimunculkan untuk mengalihkan sebuah isu politik.

Seperti diberitakan sebelumnya, percobaan bom bunuh diri terjadi di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep Medan. Saat pastor hendak menyampaikan khotbah di depan mimbar, tiba-tiba pelaku berjalan ke arahnya sambil menghunus pisau. Saat itu pelaku membawa tas ransel di punggungnya. Saksi melihat ada percikan api keluar dari dalam tas dan mulai membakar pelaku.

Pastor pun menghindar menyelamatkan diri bersama jemaat yang panik. Namun, pastor sempat terkena sayatan benda tajam di lengan kirinya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK cegah dua pengusaha terkait suap APBD Jambi
Hukum - Rabu, 13 Desember 2017 - 01:11 WIB

KPK cegah dua pengusaha terkait suap APBD Jambi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pencegahan terhadap dua pengusaha dari PT Sumber Swarna, Joe Fandy Yoesman dan Ali Tonang bepergian ...
Seminar ‘Jejak pelacur arab  dalam seni baca Al quran’ tuai kontroversi
Pendidikan - Rabu, 13 Desember 2017 - 00:54 WIB

Seminar ‘Jejak pelacur arab dalam seni baca Al quran’ tuai kontroversi

Penyelenggaraan seminar bertajuk "Jejak Pelacur Arab dalam Seni Baca Al Qur'an" yang digelar UIN Sumatera Utara, Senin (11/12) disesalkan ...
Ini identitas 19 terduga teroris yang ditangkap di tiga lokasi
Peristiwa - Rabu, 13 Desember 2017 - 00:31 WIB

Ini identitas 19 terduga teroris yang ditangkap di tiga lokasi

Mabes Polri merilis identitas 19 terduga teroris yang ditangkap pada rentang waktu 9-11 Desember 2017.Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo ...
JK sebut Titiek Soeharto sulit bersaing dengan Airlangga
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 21:54 WIB

JK sebut Titiek Soeharto sulit bersaing dengan Airlangga

Politisi senior Partai Golkar, Jusuf Kalla, menilai Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto akan sulit mengalahkan Airlangga Hartarto dalam pemilihan ...
Penyakit difteri mewabah, DPR minta Kemenkes dievaluasi
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:55 WIB

Penyakit difteri mewabah, DPR minta Kemenkes dievaluasi

Wabah penyakit difteri saat ini tangah melanda berbagai daerah di Indonesia. Setidaknya ada 23 provinsi yang melaporkan kejadian luar biasa ...
Komisi VI pertanyakan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:51 WIB

Komisi VI pertanyakan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram

Anggota Komisi VI DPR Bambang Haryo mengaku kecewa dengan kinerja yang ditunjukan oleh PT Pertamina (Persero) atas kelangkaan Liquefied Petroleum ...