Rabu, 25 April 2018 | 03.28 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Diduga Ada Skenario Intelijen, Polisi Harus Ungkap ‘Pemain’ Teror Bom Gereja Medan

Diduga Ada Skenario Intelijen, Polisi Harus Ungkap ‘Pemain’ Teror Bom Gereja Medan

Selasa, 30 Agustus 2016 - 15:52 WIB

IMG-16972

Gereja Katolik Santo Yosep Jalan Dr Mansyur Medan usai kejadian percobaan bom bunuhdiri. (Kininews/NUR)

Jakarta, kini.co.id – Aksi percobaan bom bunuh diri yang terjadi Minggu (28/8/2016) menggemparkan masyarakat. Terlebih peristiwa itu terjadi di rumah ibadah, yakni saat umat Khatolik beribadah di Gereja Santo Yosep Jalan Dr Mansyur Medan.

Sontak kejadian itu membuat warga was-was dan saling curiga, terlebih aksi tersebut mengatasnamakan agama. Seolah membawa simbol kalimat tauhid yang sering terlihat di bendera kelompok teroris ISIS.

Namun, masyarakat perlu bijak dan membuka mata lebar-lebar terhadap kasus ini. Pasalnya, kasus bom di Indonesia tak selalu terkait dengan kelompok teroris, namun berkaitan dengan rekayasa yang biasa dibuat oleh intelijen untuk pengalihan isu politik.

Hal itu dikatakan Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya, Selasa (30/8/2016).

Menurutnya, insiden di Gereja Santo Yosep tidak perlu disikapi berlebihan. Sebab, menurutnya, ini bisa saja salahsatu produk intelijen untuk menjatuhkan BIN.

“Kasus ini tidak selalu murni inisiatif kelompok atau individu tertentu. Tapi juga bisa produk skenario intelijen dengan memanfaatkan simbol kelompok tertentu dengan memanfaatkan pribadi-pribadi yang labil dengan pendekatan indoktrinasi atau tawaran-tawaran materi,” kata Harits.

Untuk itu, lanjutnya, polisi perlu melacak siapa oknum yang bermain di belakang IAH agar tidak ada lagi skenario yang membodohi masyarakat.

“Biar tidak ada sandiwara, polisi perlu melacak orang-orang yang bermain di balik sosok IA,” sebut pria yang biasa terlibat dalam pembinaan mantan napi teroris ini.

Malah Harist menilai penyerangan pastor di gereja tersebut sangat berlebihan jika dikategorikan sebagai aksi terorisme.

“Kembali ke TKP ya itu delik pidana mengancam keselamatan orang lain. Kalau harus dijustifikasi sebagai aksi terorisme kesannya kelewat mendramatisir,” jelasnya.

Soal simbol terkait dengan kelompok yang dianggap radikal pada kasus Medan kali ini, menurut Harits itu bagian dari skenario penyusunan dari isu yang akan dikelola. Ia menyebut, hal ini biasa dimunculkan untuk mengalihkan sebuah isu politik.

Seperti diberitakan sebelumnya, percobaan bom bunuh diri terjadi di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep Medan. Saat pastor hendak menyampaikan khotbah di depan mimbar, tiba-tiba pelaku berjalan ke arahnya sambil menghunus pisau. Saat itu pelaku membawa tas ransel di punggungnya. Saksi melihat ada percikan api keluar dari dalam tas dan mulai membakar pelaku.

Pastor pun menghindar menyelamatkan diri bersama jemaat yang panik. Namun, pastor sempat terkena sayatan benda tajam di lengan kirinya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK
Peristiwa - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
PKS siapkan sembilan nama untuk  kalahkan Jokowi di Pilpres 2019
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...