Sabtu, 25 Maret 2017 | 12.49 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Diduga Ada Skenario Intelijen, Polisi Harus Ungkap ‘Pemain’ Teror Bom Gereja Medan

Diduga Ada Skenario Intelijen, Polisi Harus Ungkap ‘Pemain’ Teror Bom Gereja Medan

Selasa, 30 Agustus 2016 - 15:52 WIB

IMG-16972

Gereja Katolik Santo Yosep Jalan Dr Mansyur Medan usai kejadian percobaan bom bunuhdiri. (Kininews/NUR)

Jakarta, kini.co.id – Aksi percobaan bom bunuh diri yang terjadi Minggu (28/8/2016) menggemparkan masyarakat. Terlebih peristiwa itu terjadi di rumah ibadah, yakni saat umat Khatolik beribadah di Gereja Santo Yosep Jalan Dr Mansyur Medan.

Sontak kejadian itu membuat warga was-was dan saling curiga, terlebih aksi tersebut mengatasnamakan agama. Seolah membawa simbol kalimat tauhid yang sering terlihat di bendera kelompok teroris ISIS.

Namun, masyarakat perlu bijak dan membuka mata lebar-lebar terhadap kasus ini. Pasalnya, kasus bom di Indonesia tak selalu terkait dengan kelompok teroris, namun berkaitan dengan rekayasa yang biasa dibuat oleh intelijen untuk pengalihan isu politik.

Hal itu dikatakan Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya, Selasa (30/8/2016).

Menurutnya, insiden di Gereja Santo Yosep tidak perlu disikapi berlebihan. Sebab, menurutnya, ini bisa saja salahsatu produk intelijen untuk menjatuhkan BIN.

“Kasus ini tidak selalu murni inisiatif kelompok atau individu tertentu. Tapi juga bisa produk skenario intelijen dengan memanfaatkan simbol kelompok tertentu dengan memanfaatkan pribadi-pribadi yang labil dengan pendekatan indoktrinasi atau tawaran-tawaran materi,” kata Harits.

Untuk itu, lanjutnya, polisi perlu melacak siapa oknum yang bermain di belakang IAH agar tidak ada lagi skenario yang membodohi masyarakat.

“Biar tidak ada sandiwara, polisi perlu melacak orang-orang yang bermain di balik sosok IA,” sebut pria yang biasa terlibat dalam pembinaan mantan napi teroris ini.

Malah Harist menilai penyerangan pastor di gereja tersebut sangat berlebihan jika dikategorikan sebagai aksi terorisme.

“Kembali ke TKP ya itu delik pidana mengancam keselamatan orang lain. Kalau harus dijustifikasi sebagai aksi terorisme kesannya kelewat mendramatisir,” jelasnya.

Soal simbol terkait dengan kelompok yang dianggap radikal pada kasus Medan kali ini, menurut Harits itu bagian dari skenario penyusunan dari isu yang akan dikelola. Ia menyebut, hal ini biasa dimunculkan untuk mengalihkan sebuah isu politik.

Seperti diberitakan sebelumnya, percobaan bom bunuh diri terjadi di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep Medan. Saat pastor hendak menyampaikan khotbah di depan mimbar, tiba-tiba pelaku berjalan ke arahnya sambil menghunus pisau. Saat itu pelaku membawa tas ransel di punggungnya. Saksi melihat ada percikan api keluar dari dalam tas dan mulai membakar pelaku.

Pastor pun menghindar menyelamatkan diri bersama jemaat yang panik. Namun, pastor sempat terkena sayatan benda tajam di lengan kirinya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Berkas Sengketa Pilkada Dicuri, Dewan Etik MK Diminta Turuntangan
Politik - Sabtu, 25 Maret 2017 - 12:25 WIB

Berkas Sengketa Pilkada Dicuri, Dewan Etik MK Diminta Turuntangan

Kasus dicurinya berkas sengketa Pilkada Kabupaten Dogiyai, Papua di Mahkamah Konstitusi (MK) menjadi perhatian banyak orang.Bahkan hilangnya berkas-berkas itu harus ...
Mobil Kepresidenan Sering Mogok, DPR Usulkan Jokowi Pakai Esemka
Nasional - Sabtu, 25 Maret 2017 - 10:45 WIB

Mobil Kepresidenan Sering Mogok, DPR Usulkan Jokowi Pakai Esemka

Mobil kepresidenan merupakan topik yang banyak diperbincangkan belakangan ini. Pasalnya, mobil yang dikendarai Presiden Jokowi sempat mogok sebanyak empat kali ...
Pernyataan Saksi dan Foto Buktikan ‘Kemesraan’ Setnov dengan Andi Narogong
Hukum - Sabtu, 25 Maret 2017 - 09:44 WIB

Pernyataan Saksi dan Foto Buktikan ‘Kemesraan’ Setnov dengan Andi Narogong

Setelah gesit berkelit dan membantah semua tuduhan terlibat dalam pusaran suap proyek e-KTP, Setya Novanto kini tersudutkan.Pasalnya, sejumlah bukti dan ...
Bulan Depan, Taksi Online Wajib Pakai Stiker
Ekonomi - Sabtu, 25 Maret 2017 - 09:19 WIB

Bulan Depan, Taksi Online Wajib Pakai Stiker

Konflik antara transportasi umum dan transportasi online semakin marak belakangan ini. Pasalnya, banyak transportasi online yang menggunakan kendaraan biasa sehingga ...
Detik-Detik Kericuhan Demo Penolakan Gereja Santa Clara di Bekasi Utara
Peristiwa - Jumat, 24 Maret 2017 - 21:55 WIB

Detik-Detik Kericuhan Demo Penolakan Gereja Santa Clara di Bekasi Utara

Ratusan massa dari Majelis Silaturahmi Umat Islam yang datang dari dua penjuru Jl Lingkar Utara, Bekasi Utara yang berusaha merangsuk ...
Suporter Sepakbola Merusak Kereta Tujuan Purwokerto
Nasional - Jumat, 24 Maret 2017 - 19:58 WIB

Suporter Sepakbola Merusak Kereta Tujuan Purwokerto

Telah terjadi insiden pelemparan oleh oknum suporter bola pada kereta api tujuan akhir Purwokerto antara Stasiun Kiaracondong dan Stasiun Gedebage ...