Minggu, 25 Februari 2018 | 22.33 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Diduga Ada Skenario Intelijen, Polisi Harus Ungkap ‘Pemain’ Teror Bom Gereja Medan

Diduga Ada Skenario Intelijen, Polisi Harus Ungkap ‘Pemain’ Teror Bom Gereja Medan

Selasa, 30 Agustus 2016 - 15:52 WIB

IMG-16972

Gereja Katolik Santo Yosep Jalan Dr Mansyur Medan usai kejadian percobaan bom bunuhdiri. (Kininews/NUR)

Jakarta, kini.co.id – Aksi percobaan bom bunuh diri yang terjadi Minggu (28/8/2016) menggemparkan masyarakat. Terlebih peristiwa itu terjadi di rumah ibadah, yakni saat umat Khatolik beribadah di Gereja Santo Yosep Jalan Dr Mansyur Medan.

Sontak kejadian itu membuat warga was-was dan saling curiga, terlebih aksi tersebut mengatasnamakan agama. Seolah membawa simbol kalimat tauhid yang sering terlihat di bendera kelompok teroris ISIS.

Namun, masyarakat perlu bijak dan membuka mata lebar-lebar terhadap kasus ini. Pasalnya, kasus bom di Indonesia tak selalu terkait dengan kelompok teroris, namun berkaitan dengan rekayasa yang biasa dibuat oleh intelijen untuk pengalihan isu politik.

Hal itu dikatakan Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya, Selasa (30/8/2016).

Menurutnya, insiden di Gereja Santo Yosep tidak perlu disikapi berlebihan. Sebab, menurutnya, ini bisa saja salahsatu produk intelijen untuk menjatuhkan BIN.

“Kasus ini tidak selalu murni inisiatif kelompok atau individu tertentu. Tapi juga bisa produk skenario intelijen dengan memanfaatkan simbol kelompok tertentu dengan memanfaatkan pribadi-pribadi yang labil dengan pendekatan indoktrinasi atau tawaran-tawaran materi,” kata Harits.

Untuk itu, lanjutnya, polisi perlu melacak siapa oknum yang bermain di belakang IAH agar tidak ada lagi skenario yang membodohi masyarakat.

“Biar tidak ada sandiwara, polisi perlu melacak orang-orang yang bermain di balik sosok IA,” sebut pria yang biasa terlibat dalam pembinaan mantan napi teroris ini.

Malah Harist menilai penyerangan pastor di gereja tersebut sangat berlebihan jika dikategorikan sebagai aksi terorisme.

“Kembali ke TKP ya itu delik pidana mengancam keselamatan orang lain. Kalau harus dijustifikasi sebagai aksi terorisme kesannya kelewat mendramatisir,” jelasnya.

Soal simbol terkait dengan kelompok yang dianggap radikal pada kasus Medan kali ini, menurut Harits itu bagian dari skenario penyusunan dari isu yang akan dikelola. Ia menyebut, hal ini biasa dimunculkan untuk mengalihkan sebuah isu politik.

Seperti diberitakan sebelumnya, percobaan bom bunuh diri terjadi di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep Medan. Saat pastor hendak menyampaikan khotbah di depan mimbar, tiba-tiba pelaku berjalan ke arahnya sambil menghunus pisau. Saat itu pelaku membawa tas ransel di punggungnya. Saksi melihat ada percikan api keluar dari dalam tas dan mulai membakar pelaku.

Pastor pun menghindar menyelamatkan diri bersama jemaat yang panik. Namun, pastor sempat terkena sayatan benda tajam di lengan kirinya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut
Hukum - Minggu, 25 Februari 2018 - 19:26 WIB

Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberhentikan sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri yang terjerat OTT Satgas Anti Money Politik ...
Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:58 WIB

Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir melanda sejumlah daerah di ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:51 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi

Petak jalan rel kereta api di kilometer 185 + 500 sampai dengan 186 + 600 (Stasiun Tanjung - Stasiun Losari  ...
Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi
Politik - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:25 WIB

Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Puan Maharani mengatakan partainya telah mengantongi kriteria dan nama-nama calon wakil ...
Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun
Ekonomi - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:19 WIB

Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun

PT Angkasa Pura I (Persero) di 2018 akan menginvestasikan Rp18,8 triliun untuk membangun sejumlah infrastruktur bandar udara untuk perbaikan dan ...
PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU
Hukum - Sabtu, 24 Februari 2018 - 14:17 WIB

PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU

Tak terima partainya tak lolos verifikasi, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra kekeuh akan menyeret seluruh ...