Rabu, 18 Januari 2017 | 00.09 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Diduga Ada Skenario Intelijen, Polisi Harus Ungkap ‘Pemain’ Teror Bom Gereja Medan

Diduga Ada Skenario Intelijen, Polisi Harus Ungkap ‘Pemain’ Teror Bom Gereja Medan

Selasa, 30 Agustus 2016 - 15:52 WIB

IMG-16972

Gereja Katolik Santo Yosep Jalan Dr Mansyur Medan usai kejadian percobaan bom bunuhdiri. (Kininews/NUR)

Jakarta, kini.co.id – Aksi percobaan bom bunuh diri yang terjadi Minggu (28/8/2016) menggemparkan masyarakat. Terlebih peristiwa itu terjadi di rumah ibadah, yakni saat umat Khatolik beribadah di Gereja Santo Yosep Jalan Dr Mansyur Medan.

Sontak kejadian itu membuat warga was-was dan saling curiga, terlebih aksi tersebut mengatasnamakan agama. Seolah membawa simbol kalimat tauhid yang sering terlihat di bendera kelompok teroris ISIS.

Namun, masyarakat perlu bijak dan membuka mata lebar-lebar terhadap kasus ini. Pasalnya, kasus bom di Indonesia tak selalu terkait dengan kelompok teroris, namun berkaitan dengan rekayasa yang biasa dibuat oleh intelijen untuk pengalihan isu politik.

Hal itu dikatakan Direktur The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA) Harits Abu Ulya, Selasa (30/8/2016).

Menurutnya, insiden di Gereja Santo Yosep tidak perlu disikapi berlebihan. Sebab, menurutnya, ini bisa saja salahsatu produk intelijen untuk menjatuhkan BIN.

“Kasus ini tidak selalu murni inisiatif kelompok atau individu tertentu. Tapi juga bisa produk skenario intelijen dengan memanfaatkan simbol kelompok tertentu dengan memanfaatkan pribadi-pribadi yang labil dengan pendekatan indoktrinasi atau tawaran-tawaran materi,” kata Harits.

Untuk itu, lanjutnya, polisi perlu melacak siapa oknum yang bermain di belakang IAH agar tidak ada lagi skenario yang membodohi masyarakat.

“Biar tidak ada sandiwara, polisi perlu melacak orang-orang yang bermain di balik sosok IA,” sebut pria yang biasa terlibat dalam pembinaan mantan napi teroris ini.

Malah Harist menilai penyerangan pastor di gereja tersebut sangat berlebihan jika dikategorikan sebagai aksi terorisme.

“Kembali ke TKP ya itu delik pidana mengancam keselamatan orang lain. Kalau harus dijustifikasi sebagai aksi terorisme kesannya kelewat mendramatisir,” jelasnya.

Soal simbol terkait dengan kelompok yang dianggap radikal pada kasus Medan kali ini, menurut Harits itu bagian dari skenario penyusunan dari isu yang akan dikelola. Ia menyebut, hal ini biasa dimunculkan untuk mengalihkan sebuah isu politik.

Seperti diberitakan sebelumnya, percobaan bom bunuh diri terjadi di Gereja Katolik Stasi Santo Yosep Medan. Saat pastor hendak menyampaikan khotbah di depan mimbar, tiba-tiba pelaku berjalan ke arahnya sambil menghunus pisau. Saat itu pelaku membawa tas ransel di punggungnya. Saksi melihat ada percikan api keluar dari dalam tas dan mulai membakar pelaku.

Pastor pun menghindar menyelamatkan diri bersama jemaat yang panik. Namun, pastor sempat terkena sayatan benda tajam di lengan kirinya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tak Hanya Sebagai Pembina GMBI, Kapolda Jabar Mengaku membina 35 Orgnisasi
Hukum - Selasa, 17 Januari 2017 - 23:40 WIB

Tak Hanya Sebagai Pembina GMBI, Kapolda Jabar Mengaku membina 35 Orgnisasi

Kapolda Jabar, Irjen Anton Charliyan secara gentle mengakui dirinya memang sebagai pembina ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Tak hanya ...
PLN Diduga Lakukan Pemerasan kepada Warga Bekasi Utara
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 22:17 WIB

PLN Diduga Lakukan Pemerasan kepada Warga Bekasi Utara

Achmad Sugandi (53) warga perumahan Taman Wisma Asri RT 006 RW 014, Kelurahan Teluk pucung, Kecamatan Bekasi Utara, mengaku ...
Anggaran Besar jadi Alat Kampanye Walikota Bekasi
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 22:13 WIB

Anggaran Besar jadi Alat Kampanye Walikota Bekasi

Praktisi Politik dan Pemilhan kepala daerah, Jiwang Jiputro, menduga program kartu sakti berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang diluncurkan oleh ...
Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:43 WIB

Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI

Komisi III DPR berjanji akan menindaklanjuti pengaduan yang disampaikan pimpinan Front Pembela Islam terkait dugaan penyalahgunaan jabatan yang dilakukan Kapolda ...
Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:21 WIB

Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III

Pimpinan GNPF-MUI dan FPI mengadukan beberapa persoalan kepada Komisi III DPR yang akhir-akhir mencuat, salah satunya terkait insiden penyerangan yang ...
Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 20:56 WIB

Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami

Laman www.bmkg.go.id menyebutkan gempa bumi mengguncang Aceh dan Sabang. Goncangan sekuat 5,6 SR itu tak berpotensi tsunami. Bunyi dalam pernyataan ...