Selasa, 24 April 2018 | 00.21 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Jual Anak di Bawah Umur, KPAI Sebut Sindikat Prostitusi Gay Harus Dibongkar

Jual Anak di Bawah Umur, KPAI Sebut Sindikat Prostitusi Gay Harus Dibongkar

Kamis, 1 September 2016 - 09:50 WIB

IMG-17001

Ilustrasi

Jakarta, kini.co.id – Modus kejahatan seksual di Indonesia semakin beragam. Teranyar, prostitusi kaum gay yang melibatkan anak di bawah umur yang terjadi di kawasan Puncak, Bogor beberapa waktu lalu.

Untuk memerangi kejahatan seksual secara total, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta germo dan pelaku yang merupakan kaum gay dihukum berat. Sebab mereka telah melakukan eksploitasi anak secara seksual.

Pelaku ekploitasi anak kepada kaum gay harus dijerat dengan hukuman pemberatan yang diatur Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perlidungan Anak.

“Mereka perlu dikenakan Pasal 81 Perppu 1 Tahun 2016 yang mengatur hukuman pidana hingga hukuman mati, hukuman seumur hidup, atau penjara minimal 10 tahun maksimal 20 tahun,” kata Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/8/2016).

Terlebih, kata Niam, pelaku merupakan residivis yang pernah melakukan kejahatan serupa, sehingga perlu ada hukuman pemberatan.

(Baca Juga: Jaringan Pelacuran di Kawasan Puncak, Begini Cara Pelaku Jual Anak ke Kaum Gay)

“Si pencabul (gay) juga harus dikejar. Ini ada semacam manajemennya. Jaringan dan sindikatnya harus dibongkar,” ujar Niam.

Ia mengatakan pencabulan sesama jenis akan merusak masa depan dan mental anak ke depannya secara fisik dan psikis.

Seperti fenomena gunung es, kata Niam, kasus ini harus ditangani secara utuh demi memerangi kejahatan seksual secara total.

Sebelumnya sebuah prostitusi yang melbatkan anak di bawah umur dibongkar Bareskrim Polri. Prostitusi itu menyediakan anak-anak di bawah umur untuk menjadi mangsa kaum pecinta sejenis atau gay.

Satu pelaku berinisial AR (41) ditangkap di sebuah hotel di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat Selasa 30 Agustus 2016

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK
Peristiwa - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
PKS siapkan sembilan nama untuk  kalahkan Jokowi di Pilpres 2019
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...