Kamis, 19 Januari 2017 | 09.22 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Jual Anak di Bawah Umur, KPAI Sebut Sindikat Prostitusi Gay Harus Dibongkar

Jual Anak di Bawah Umur, KPAI Sebut Sindikat Prostitusi Gay Harus Dibongkar

Kamis, 1 September 2016 - 09:50 WIB

IMG-17001

Ilustrasi

Jakarta, kini.co.id – Modus kejahatan seksual di Indonesia semakin beragam. Teranyar, prostitusi kaum gay yang melibatkan anak di bawah umur yang terjadi di kawasan Puncak, Bogor beberapa waktu lalu.

Untuk memerangi kejahatan seksual secara total, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta germo dan pelaku yang merupakan kaum gay dihukum berat. Sebab mereka telah melakukan eksploitasi anak secara seksual.

Pelaku ekploitasi anak kepada kaum gay harus dijerat dengan hukuman pemberatan yang diatur Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perlidungan Anak.

“Mereka perlu dikenakan Pasal 81 Perppu 1 Tahun 2016 yang mengatur hukuman pidana hingga hukuman mati, hukuman seumur hidup, atau penjara minimal 10 tahun maksimal 20 tahun,” kata Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/8/2016).

Terlebih, kata Niam, pelaku merupakan residivis yang pernah melakukan kejahatan serupa, sehingga perlu ada hukuman pemberatan.

(Baca Juga: Jaringan Pelacuran di Kawasan Puncak, Begini Cara Pelaku Jual Anak ke Kaum Gay)

“Si pencabul (gay) juga harus dikejar. Ini ada semacam manajemennya. Jaringan dan sindikatnya harus dibongkar,” ujar Niam.

Ia mengatakan pencabulan sesama jenis akan merusak masa depan dan mental anak ke depannya secara fisik dan psikis.

Seperti fenomena gunung es, kata Niam, kasus ini harus ditangani secara utuh demi memerangi kejahatan seksual secara total.

Sebelumnya sebuah prostitusi yang melbatkan anak di bawah umur dibongkar Bareskrim Polri. Prostitusi itu menyediakan anak-anak di bawah umur untuk menjadi mangsa kaum pecinta sejenis atau gay.

Satu pelaku berinisial AR (41) ditangkap di sebuah hotel di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat Selasa 30 Agustus 2016

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 07:48 WIB

Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal

Setelah munculnya gesekan dalam sosial masyarakat, sejumlah pihak menginginkan pembubaran ormas-ormas radikal.Lucunya, ormas radikal selalu dikaitkan dengan ormas Islam sehingga ...
Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 02:54 WIB

Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan mantan Walikota Jakarta Pusat Sylviana Murni sebagai saksi dalam kasus ...
Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto
Hukum - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:57 WIB

Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto

Saat menghadiri pembukaan Rapat Pleno Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Watim-MUI), Mentri Polhukam Wiranto yang mewakili Presdien Jokowi, Rabu (18/1) ...
Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:34 WIB

Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal

Dia meminta pemerintah agar tidak hanya memperhatikan kekerasan fisik yang terjadi di lapangan untuk membubarkan ormas radikal. "Tapi mari juga ...
PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:55 WIB

PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara

Terkait dengan keluhan warga Taman Wisma Asri kepada pihak PLN Rayon Medan Satria, Bekasi Utara soal pembengkakan tarif listrik yang ...
Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:48 WIB

Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal

Anggota Komisi l DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi menyebutkan kerjasama antar TNI dan pemerintah belum maksimal pada beberapa program. Dengan ...