Sabtu, 20 Januari 2018 | 10.04 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Jual Anak di Bawah Umur, KPAI Sebut Sindikat Prostitusi Gay Harus Dibongkar

Jual Anak di Bawah Umur, KPAI Sebut Sindikat Prostitusi Gay Harus Dibongkar

Kamis, 1 September 2016 - 09:50 WIB

IMG-17001

Ilustrasi

Jakarta, kini.co.id – Modus kejahatan seksual di Indonesia semakin beragam. Teranyar, prostitusi kaum gay yang melibatkan anak di bawah umur yang terjadi di kawasan Puncak, Bogor beberapa waktu lalu.

Untuk memerangi kejahatan seksual secara total, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta germo dan pelaku yang merupakan kaum gay dihukum berat. Sebab mereka telah melakukan eksploitasi anak secara seksual.

Pelaku ekploitasi anak kepada kaum gay harus dijerat dengan hukuman pemberatan yang diatur Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perlidungan Anak.

“Mereka perlu dikenakan Pasal 81 Perppu 1 Tahun 2016 yang mengatur hukuman pidana hingga hukuman mati, hukuman seumur hidup, atau penjara minimal 10 tahun maksimal 20 tahun,” kata Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/8/2016).

Terlebih, kata Niam, pelaku merupakan residivis yang pernah melakukan kejahatan serupa, sehingga perlu ada hukuman pemberatan.

(Baca Juga: Jaringan Pelacuran di Kawasan Puncak, Begini Cara Pelaku Jual Anak ke Kaum Gay)

“Si pencabul (gay) juga harus dikejar. Ini ada semacam manajemennya. Jaringan dan sindikatnya harus dibongkar,” ujar Niam.

Ia mengatakan pencabulan sesama jenis akan merusak masa depan dan mental anak ke depannya secara fisik dan psikis.

Seperti fenomena gunung es, kata Niam, kasus ini harus ditangani secara utuh demi memerangi kejahatan seksual secara total.

Sebelumnya sebuah prostitusi yang melbatkan anak di bawah umur dibongkar Bareskrim Polri. Prostitusi itu menyediakan anak-anak di bawah umur untuk menjadi mangsa kaum pecinta sejenis atau gay.

Satu pelaku berinisial AR (41) ditangkap di sebuah hotel di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat Selasa 30 Agustus 2016

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 22:02 WIB

Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara

Polri menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Nusantara untuk meredam panasnya isu-isu politik dalam Pilkada serentak 2018. Dengan menggandeng tokoh agama , ...
Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 20:02 WIB

Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan

Perusahaan Umum (Perum) Bulog akan mulai melakukan impor beras pada pekan depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan Perum ...
Rita Widyasari sebut puluhan koleksi tasnya ada yang palsu
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:54 WIB

Rita Widyasari sebut puluhan koleksi tasnya ada yang palsu

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif, Rita Widyasari menyatakan diantara puluhan koleksi tas mewahnya itu terdapat sejumlah tas yang palsu. Hal ...
Verifikasi parpol lama mulai 28 Januari
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:42 WIB

Verifikasi parpol lama mulai 28 Januari

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyatakan faktor waktu dan ketersediaan anggaran menjadi kendala dalam melakukan verifikasi faktual terhadap ...
Rita Widyasari mengaku asetnya dari hasil tambang
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:09 WIB

Rita Widyasari mengaku asetnya dari hasil tambang

Bupati Kutai Kartanegara nonaktif Rita Widyasari mengaku aset dan harta kekayaannya berasal dari usaha tambang miliknya ."Tadi penyidik bilang bahwa ...
Ketut sebut prahara internal partai Hanura berakhir
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 17:37 WIB

Ketut sebut prahara internal partai Hanura berakhir

Konflik internal di tubuh Partai Hanura antara kubu Manhattan yang dipimpin Oesman Sapta Odang alias OSO dengan kubu Ambhara ...