Sabtu, 25 Maret 2017 | 12.52 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Jual Anak di Bawah Umur, KPAI Sebut Sindikat Prostitusi Gay Harus Dibongkar

Jual Anak di Bawah Umur, KPAI Sebut Sindikat Prostitusi Gay Harus Dibongkar

Kamis, 1 September 2016 - 09:50 WIB

IMG-17001

Ilustrasi

Jakarta, kini.co.id – Modus kejahatan seksual di Indonesia semakin beragam. Teranyar, prostitusi kaum gay yang melibatkan anak di bawah umur yang terjadi di kawasan Puncak, Bogor beberapa waktu lalu.

Untuk memerangi kejahatan seksual secara total, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta germo dan pelaku yang merupakan kaum gay dihukum berat. Sebab mereka telah melakukan eksploitasi anak secara seksual.

Pelaku ekploitasi anak kepada kaum gay harus dijerat dengan hukuman pemberatan yang diatur Perppu Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perlidungan Anak.

“Mereka perlu dikenakan Pasal 81 Perppu 1 Tahun 2016 yang mengatur hukuman pidana hingga hukuman mati, hukuman seumur hidup, atau penjara minimal 10 tahun maksimal 20 tahun,” kata Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Niam dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/8/2016).

Terlebih, kata Niam, pelaku merupakan residivis yang pernah melakukan kejahatan serupa, sehingga perlu ada hukuman pemberatan.

(Baca Juga: Jaringan Pelacuran di Kawasan Puncak, Begini Cara Pelaku Jual Anak ke Kaum Gay)

“Si pencabul (gay) juga harus dikejar. Ini ada semacam manajemennya. Jaringan dan sindikatnya harus dibongkar,” ujar Niam.

Ia mengatakan pencabulan sesama jenis akan merusak masa depan dan mental anak ke depannya secara fisik dan psikis.

Seperti fenomena gunung es, kata Niam, kasus ini harus ditangani secara utuh demi memerangi kejahatan seksual secara total.

Sebelumnya sebuah prostitusi yang melbatkan anak di bawah umur dibongkar Bareskrim Polri. Prostitusi itu menyediakan anak-anak di bawah umur untuk menjadi mangsa kaum pecinta sejenis atau gay.

Satu pelaku berinisial AR (41) ditangkap di sebuah hotel di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat Selasa 30 Agustus 2016

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Berkas Sengketa Pilkada Dicuri, Dewan Etik MK Diminta Turuntangan
Politik - Sabtu, 25 Maret 2017 - 12:25 WIB

Berkas Sengketa Pilkada Dicuri, Dewan Etik MK Diminta Turuntangan

Kasus dicurinya berkas sengketa Pilkada Kabupaten Dogiyai, Papua di Mahkamah Konstitusi (MK) menjadi perhatian banyak orang.Bahkan hilangnya berkas-berkas itu harus ...
Mobil Kepresidenan Sering Mogok, DPR Usulkan Jokowi Pakai Esemka
Nasional - Sabtu, 25 Maret 2017 - 10:45 WIB

Mobil Kepresidenan Sering Mogok, DPR Usulkan Jokowi Pakai Esemka

Mobil kepresidenan merupakan topik yang banyak diperbincangkan belakangan ini. Pasalnya, mobil yang dikendarai Presiden Jokowi sempat mogok sebanyak empat kali ...
Pernyataan Saksi dan Foto Buktikan ‘Kemesraan’ Setnov dengan Andi Narogong
Hukum - Sabtu, 25 Maret 2017 - 09:44 WIB

Pernyataan Saksi dan Foto Buktikan ‘Kemesraan’ Setnov dengan Andi Narogong

Setelah gesit berkelit dan membantah semua tuduhan terlibat dalam pusaran suap proyek e-KTP, Setya Novanto kini tersudutkan.Pasalnya, sejumlah bukti dan ...
Bulan Depan, Taksi Online Wajib Pakai Stiker
Ekonomi - Sabtu, 25 Maret 2017 - 09:19 WIB

Bulan Depan, Taksi Online Wajib Pakai Stiker

Konflik antara transportasi umum dan transportasi online semakin marak belakangan ini. Pasalnya, banyak transportasi online yang menggunakan kendaraan biasa sehingga ...
Detik-Detik Kericuhan Demo Penolakan Gereja Santa Clara di Bekasi Utara
Peristiwa - Jumat, 24 Maret 2017 - 21:55 WIB

Detik-Detik Kericuhan Demo Penolakan Gereja Santa Clara di Bekasi Utara

Ratusan massa dari Majelis Silaturahmi Umat Islam yang datang dari dua penjuru Jl Lingkar Utara, Bekasi Utara yang berusaha merangsuk ...
Suporter Sepakbola Merusak Kereta Tujuan Purwokerto
Nasional - Jumat, 24 Maret 2017 - 19:58 WIB

Suporter Sepakbola Merusak Kereta Tujuan Purwokerto

Telah terjadi insiden pelemparan oleh oknum suporter bola pada kereta api tujuan akhir Purwokerto antara Stasiun Kiaracondong dan Stasiun Gedebage ...