Rabu, 25 April 2018 | 03.27 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Rapat Dengan Komisi VII, Luhut Beberkan Prestasi Arcandra

Rapat Dengan Komisi VII, Luhut Beberkan Prestasi Arcandra

Reporter : Fadilah | Kamis, 1 September 2016 - 15:27 WIB

IMG-17020

Luhut Pandjaitan. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Luhut Binsar Pandjaitan menyambangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, yang terletak di Senayan, Jakarta Pusat.

Kedatangan Mantan Menko Polhukam itu tidak lain untuk mengadakan rapat bersama partner kerjanya yakni Komisi VII. Agendanya adalah membahas asumsi-asumsi makro terkait sektor energi untuk nantinya menjadi acuan dalam merangkai Rancangan Anggaram Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2017.

“Agenda kita adalah membahas RAPBN 2017 serta laporan terkait kebijakan Menteri ESDM pasca reshuffle,” kata Ketua Komisi VII DPR, Gus Irawan Pasaribu, saat membuka Rapat, di Jakarta, Kamis, (1/9/2016).

Asumsi makro terkait sektor energi dalam RAPBN adalah Indonesia Crude Price (ICP), lifting minyak, dan lifting gas.

Pantauan dilokasi, Luhut di dampingi oleh jaharan eselon I di Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (KESDM). Dalam rapat tersebut turut hadir juga Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir, Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto, Kepala BPH Migas Andy Someng, dan Kepala SKK Migas Amien Sunaryadi.

Dalam rapat tersebut pihak dari pemerintah melaporkan kebijakan-kebijakan apasaja yang sudah dikeluarkan oleh Arcandra selama menjabat sebagai menteri selama 20 hari. Diantaranya adalah soal pemangkasan biaya investasi di Blok Masela dan persetujuan ekspor konsentrat untuk PT Freeport Indonesia.

Terkait Blok Masela ungkap Luhut, biaya investasi untuk Blok tersebut turun menjadi US$ 15 miliar dari sebelumnya US$ 22 miliar.

“Hal tersebut tidak lain berkat kejeliannya (Arcandra),” kata Luhut.

Kemudian Arcandra juga disebutnya membantu mempercepat pengembangan Blok East di Natuna. Mengingat negara ini ingin sesegera mungkin operasi Exxon, Pertamina, dan PTT segera terlaksana.

“Mengenai CO2 70% itu, mereka sampaikan teknologinya sudah ada. Tinggal kita cari keekonomiannya,” kata Luhut.

Selain itu Arcandra juga dianggap mendorong Pertamina untuk memulai investasi di Blok tersebut. Salah satunya dengan mengeluarkan sebuah payung hukum.

Payung hukum yang dimaksud adalah dengan merevisi PP No 79 tahun 2010. Kini PP tersebut hampir selesai di revisi.

“Menyangkut proyek IDD, hampir tidak ada eksplorasi di laut dalam karena PP 79. Sekarang ladang yang mudah sudah habis, yang ada yang sulit. Dalam usulan kami akan ada perubahan PP 79. Penentuan berapa insentif yang diberikan ditentukan ESDM,” kata Luhut.

Dalam rapat tersebut, Luhut masih saja mengangung-agungkan prestasi Archandra. Berikut daftar prestasi Arcandra yang di rekap Luhut :

A. Bidang Anggaran

- Percepatan/akselerasi realisasi anggaran 2016: target >90% - Rasionalisasi perjalanan dinas (15%) RKAL 2017

B. Bidang Organisasi dan Sumber Daya Manusia

- Pemantapan fokus capaian kinerja masing-masing unit - Evaluasi penempatan SDM

C. Bidang Migas

- Persiapan PSC East Natuna - Pengembangan Masela - Perpanjangan Blok Sanga-Sanga - Pengembangan Lapangan Jangkrik - Pengembangan Blok Mahakam - Pengembangan gas IDD Bangka

D.Bidang Minerba

- Mendorong finalisasi RUU Minerba - Mendorong renegosiasi KK dan PKP2B

E. Bidang EBTKE

- Keynote speech The 4th Indonesia International Geothermal Convention and Exhibition

F. Bidang lain

- Evaluasi tugas dan fungsi Badan Geologi dalam menunjang sektor ESDm terkait penyiapan data sumber daya - Evaluasi tugas dan fungsi Badan Litbang ESDM dari cost center menjadi profit center - Evaluasi diklat-diklat yang mampu meningkatkan kompetensi tenaga teknis sektor ESDM.

Sebagai informasi Arcandra adalah Menteri ESDM yang ditunjuk Jokowi menggantikan Sudirman Said menteri sebelumnya. Namun baru 20 hari menjabat Arcandra langsung dipecat presiden, karena memiliki dua kewarganegaraan. Yakni warga negara Amerika Serikat dan warga negara Indonesia.

Karena negara Indonesia tak menganut status dua kewarganegaraan, artinya Archandra merupakan warga negara asing dalam hal ini Amerika.

Namun disatu sisi dalam aturan Amerika Serikat yang dikutip www.newcitizen.us, seorang warga negara AS kehilangan kewarganegaraannya salah satunya karena holding a policy level position in a foreign country, atau menjadi pejabat di negara lain.

Artinya saat ini Arcandra tak memiliki kewarganegaraan. Meski demikian saat ini negara melalui Kementerian Hukum dan HAM tengah mengupayakan agar Arcandra memiliki kewarganegaraan. Saat ini pembahasannya sudah berada di Kumham dan Kemenlu.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK
Peristiwa - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
PKS siapkan sembilan nama untuk  kalahkan Jokowi di Pilpres 2019
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...