Rabu, 23 Agustus 2017 | 17.09 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Meski Banyak Penolakan, Bulog Tetap Minta Tambahan Kuota Impor Daging Kerbau

Meski Banyak Penolakan, Bulog Tetap Minta Tambahan Kuota Impor Daging Kerbau

Reporter : Fadilah | Jumat, 2 September 2016 - 14:28 WIB

IMG-17044

Daging kerbau. (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Djarot Kusumayakti mengatakan impor daging kerbau dari India ini akan didistribusikan ke wilayah di Pulau Jawa seperti Jabodetabek, Bandung, kemudian ada juga yang akan didistribusikan ke wilayah seperti Sumatera Barat dan Kalimantan.

“Di Jawa Timur dan Jawa Tengah menolak daging impor kerbau dari India masuk ke wilayahnya. Alasannya daging sapi lokal yang dimiliki sudah cukup,” kata Djarot, di Kantornya, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Jumat, (2/9/2016).

(Baca juga: Mulai Besok, 700 Ton Daging Kerbau Banjiri Pasar Indonesia)

Kendati demikian Djarot mengaku masih akan akan mengajukan usulan tambahan kuota impor daging kerbau ini. Kuotanya sebanyak 70.000 ton untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri hingga akhir tahun 2016 nanti.

“Tujuannya (tambahan kuota impor) agar betul-betul terjadi pemenuhan daging kerbau ke masyarakat,” kata Djarot.

Terkait permintaan tersebut, Djarot mengaku sudah mendapatkan peesetujuan dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno.

Sekarang tinggal minta izinnya kepada menteri terkait seperti Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, Menteri Pertanian, Amran Sulaiman, serta Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

(Baca Juga: Cicipi Daging Kerbau, Rini Soemarno: Bisa Jadi Alternatif)

Sebagai informasi harga daging di Indonesia sampai saat ini masih berada di kisaran Rp 110.000-120.000/kg. Harga tersebut dirasa membebani sebaguan masyarakat, khususnya masyarakat menengah ke bawah yang tidak mampu membeli dan mengonsumsi sumber protein hewani yang sangat penting.

Atas dasar itulah pemerintah melalui Perum Bulog mengimpor daging kerbau dari India. Dengan demikian pemerintah dapat menyediakan harga daging yang bervariasi dengan harga yang murah.

Adapun landasan hukum untuk mengimpor daging kerbau yakni Peraturan Pemerintah (PP) No. 4 tahun 2016. Berlandaskan PP tersebut, Pemerintah memberikan penugasan kepada Perum Bulog untuk mendatangkan daging kerbau dari India yang pada tahap pertama ini sebanyak 10.000 ton dan akan didatangkan terus sesuai kebutuhan.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Ma’ruf Cahyono Buka Forum Tematik Bakohumas dan Sosialisasi HUT MPR RI
Politik - Rabu, 23 Agustus 2017 - 15:14 WIB

Ma’ruf Cahyono Buka Forum Tematik Bakohumas dan Sosialisasi HUT MPR RI

Sekretaris Jenderal MPR RI Ma’ruf Cahyono, membuka secara resmi Forum Tematik Bakohumas dan Sosialisasi Penyelenggaraan Peringatan HUT ke-72 MPR RI ...
Bareskrim Sikat Kelompok ‘Saracen’, Sindikat Penyebar Kebencian di Medsos
Hukum - Rabu, 23 Agustus 2017 - 15:06 WIB

Bareskrim Sikat Kelompok ‘Saracen’, Sindikat Penyebar Kebencian di Medsos

Bareskrim Polri melalui Satuan Tugas (Satgas) Patroli Siber Direktorat Sibernya mengungkap sindikat penyebar ujaran kebencian berkonten SARA yang disebar melalui ...
KPK Ambil Sampel Suara Bekas Sekda Kota Malang
Hukum - Rabu, 23 Agustus 2017 - 14:26 WIB

KPK Ambil Sampel Suara Bekas Sekda Kota Malang

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Malang, Cipto Wiyono dalam kasus dugaan korupsi di Kota ...
Akan Jadi Besan Budi Gunawan, Ini Celetukan Buwas
Peristiwa - Rabu, 23 Agustus 2017 - 14:24 WIB

Akan Jadi Besan Budi Gunawan, Ini Celetukan Buwas

Kepala BNN Komisaris Jendral Budi Waseso awal bulan nanti, tepatnya 2 September 2017 akan melangsungkan pernikahan putrinya, Nindya Nur Prasasti ...
Sebut Ada Negara Dalam Negara, DPR Ngotot Revisi UU KPK
Politik - Rabu, 23 Agustus 2017 - 14:18 WIB

Sebut Ada Negara Dalam Negara, DPR Ngotot Revisi UU KPK

Waki Ketua DPR RI Fahri Hamzah meminta pemerintah bersiap untuk menindaklanjuti rekomendasi pansus (KiniNews /Bayu Putra) DPR memastikan akan merevisi ...
Kemendag Kejar Target Ekspor Nasional 5,6 persen
Ekonomi - Rabu, 23 Agustus 2017 - 13:56 WIB

Kemendag Kejar Target Ekspor Nasional 5,6 persen

Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional terus mengupayakan sinergi antar-para pemangku kepentingan ekspor untuk mencapai target pertumbuhan ekspor ...