Rabu, 28 Juni 2017 | 05.31 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Penyanderaan di Pondok Indah, Korban Bernama Asep Sulaiman

Penyanderaan di Pondok Indah, Korban Bernama Asep Sulaiman

Reporter : Rakisa | Sabtu, 3 September 2016 - 15:10 WIB

IMG-17083

Insiden Penyandraan di jalan Bukit Hijau No. 17 Pondok Indah Jakarta Selatan. (Kininews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Penyandraan yang sebelumnya terjadi di Bukit Hijau No. 17, Pondok Indah, Jakarta Selatan dengan dua orang pelaku yang sudah diamankan oleh pihak kepolisian dan empat orang korban sandera yang diketahui terdiri dari pasangan suami istri dan dua orang anak.

Menurut informasi kepala keluarga tersebut bernama Bapak Asep Sulaeman, yang pernah bekerja sebagai Vice President Exploration, di Exxon Mobil Indonesia. Asep Sulaeman juga bekerja di Geologi Universitas Padjadjaran (UNPAD).

Awalnya insiden penyanderaan ini berawal dari perampokan yang terjadi pada Sabtu (3/9/2016) pukul 05:30 pagi, setelah tetangga korban mendengarkan suara teriakan dari pembantu korban yang sempat lari menuju rumah tetangga.

(Baca Juga: Penyanderaan di Pondok Indah, Polisi Kepung Rumah Korban)

Setelah itu, pihak kepolisian langsung mengepung rumah tersebut dan memberikan peringatan kepada pelaku untuk menyerah kepada polisi secara suka rela.

“Keluar dengan sukarela sebelum pihak kepolisian menyergap ke dalam,” demikian peringatan dari kepolisian menggunakan pengeras suara.

(Baca Juga: Penyanderaan di Pondok Indah, Sandera Berhasil Diselamatkan)

(Baca Juga: Penyanderaan di Pondok Indah, Kedua Pelaku Diamankan)

Dari informasi para tetangga, kawasan ini pada beberapa bulan lalu sempat terjadi perampokan, namun pada saat itu pelaku kabur dan tidak berhasil ditangkap. Belum diketahui apakah ada hubungan antara perampokan ini beruhubungan perampokan yang terjadi beberapa waktu tersebut.

Saat ini awak media masih menunggu keterangan resmi dari pihak Kepolisian. Terlihat Kapolda Metro Jaya, Irjen Polisi Moechgiyarto serta Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Tubagus Ade Hidayat sudah berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP.

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pertemuan GNPF-MUI dengan Presiden Tak Pengaruhi Kasus Habib Rizieq
Hukum - Selasa, 27 Juni 2017 - 23:38 WIB

Pertemuan GNPF-MUI dengan Presiden Tak Pengaruhi Kasus Habib Rizieq

Polda Metro Jaya menyatakan pertemuan antara GNPF-MUI dengan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu, tidak lantas mempengaruhi penanganan kasus yang menjerat ...
Presidium MRI Bantah Fitnah Tommy Winata Soal Pertemuan GNPF MUI-Presiden
Politik - Selasa, 27 Juni 2017 - 23:00 WIB

Presidium MRI Bantah Fitnah Tommy Winata Soal Pertemuan GNPF MUI-Presiden

Ketua Presidium Musyawarah Rakyat Indonesia (MRI) Yudi Syamhudi Suyuti membantah dirinya memfitnah Tommy Winata dan Artha Graha Perduli (AGP) terkait ...
ASDP Catat Jumlah Penyebrangan Jawa ke Sumatera Naik 12,4 Persen
Ekonomi - Selasa, 27 Juni 2017 - 22:09 WIB

ASDP Catat Jumlah Penyebrangan Jawa ke Sumatera Naik 12,4 Persen

PT Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) mencatat selama arus mudik, total angkutan yang disebrangkan dari Jawa ...
GNPF-MUI- Alumni 212 Pecah Kongsi ?
Politik - Selasa, 27 Juni 2017 - 19:27 WIB

GNPF-MUI- Alumni 212 Pecah Kongsi ?

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI dan Presidium Alumni 212 diduga pecah kongsi paska tim GNPF-MUI melakukan pertemuan dengan Presiden ...
KH Bachtiar Nasir:  Tak Ada Pembahasan Khusus Saat Bertemu Presiden
Peristiwa - Selasa, 27 Juni 2017 - 15:46 WIB

KH Bachtiar Nasir: Tak Ada Pembahasan Khusus Saat Bertemu Presiden

Ketua GNPF-MUI, KH Bachtiar Nasir, mengaku tidak tak ada pembahasan khusus yang dibicarakan pihaknya saat bertemu dengan Presiden Jokowi pada, ...
GNPF-MUI Bantah Ngemis Bertemu Presiden
Peristiwa - Selasa, 27 Juni 2017 - 15:20 WIB

GNPF-MUI Bantah Ngemis Bertemu Presiden

Berbagai tudingan miring terhadap langkah GNPF-MUI mulai dari mengemis, masuk angin hingga ada udang dibalik batu yang menggelar pertemuan dengan ...