Senin, 11 Desember 2017 | 09.14 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Penyanderaan di Pondok Indah, Korban Bernama Asep Sulaiman

Penyanderaan di Pondok Indah, Korban Bernama Asep Sulaiman

Reporter : Rakisa | Sabtu, 3 September 2016 - 15:10 WIB

IMG-17083

Insiden Penyandraan di jalan Bukit Hijau No. 17 Pondok Indah Jakarta Selatan. (Kininews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Penyandraan yang sebelumnya terjadi di Bukit Hijau No. 17, Pondok Indah, Jakarta Selatan dengan dua orang pelaku yang sudah diamankan oleh pihak kepolisian dan empat orang korban sandera yang diketahui terdiri dari pasangan suami istri dan dua orang anak.

Menurut informasi kepala keluarga tersebut bernama Bapak Asep Sulaeman, yang pernah bekerja sebagai Vice President Exploration, di Exxon Mobil Indonesia. Asep Sulaeman juga bekerja di Geologi Universitas Padjadjaran (UNPAD).

Awalnya insiden penyanderaan ini berawal dari perampokan yang terjadi pada Sabtu (3/9/2016) pukul 05:30 pagi, setelah tetangga korban mendengarkan suara teriakan dari pembantu korban yang sempat lari menuju rumah tetangga.

(Baca Juga: Penyanderaan di Pondok Indah, Polisi Kepung Rumah Korban)

Setelah itu, pihak kepolisian langsung mengepung rumah tersebut dan memberikan peringatan kepada pelaku untuk menyerah kepada polisi secara suka rela.

“Keluar dengan sukarela sebelum pihak kepolisian menyergap ke dalam,” demikian peringatan dari kepolisian menggunakan pengeras suara.

(Baca Juga: Penyanderaan di Pondok Indah, Sandera Berhasil Diselamatkan)

(Baca Juga: Penyanderaan di Pondok Indah, Kedua Pelaku Diamankan)

Dari informasi para tetangga, kawasan ini pada beberapa bulan lalu sempat terjadi perampokan, namun pada saat itu pelaku kabur dan tidak berhasil ditangkap. Belum diketahui apakah ada hubungan antara perampokan ini beruhubungan perampokan yang terjadi beberapa waktu tersebut.

Saat ini awak media masih menunggu keterangan resmi dari pihak Kepolisian. Terlihat Kapolda Metro Jaya, Irjen Polisi Moechgiyarto serta Kapolres Jakarta Selatan, Kombes Tubagus Ade Hidayat sudah berada di Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk melakukan olah TKP.

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Indonesia emas, siapa tahu?
Secangkir Kopi - Senin, 11 Desember 2017 - 08:47 WIB

Indonesia emas, siapa tahu?

Tolonglah saya. Bantu berikan pencerahan kepada saya: siapa yang pertama kali mencetuskan istilah 'Indonesia Emas 2045'? Kalau lembaga, lembaga yang ...
Panglima Hadi ajak media ikut jaga kedaulatan negara
Peristiwa - Senin, 11 Desember 2017 - 06:52 WIB

Panglima Hadi ajak media ikut jaga kedaulatan negara

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahyanto mengajak media massa baik televisi, cetak maupun online agar bersama-sama ikut menjaga kedaulatan dan ...
Zulkifli prihatin munculnya “kesalahpahaman” ancam persatuan
Politik - Minggu, 10 Desember 2017 - 23:25 WIB

Zulkifli prihatin munculnya “kesalahpahaman” ancam persatuan

Ketua MPR Zulkifli Hasan mengaku prihatin dengan munculnya fenomena "kesalahpahaman" yang dapat dikhawatirkan merusak persatuan bangsa saat ini.Demikian hal ...
YLKI minta pemerintah perketat penyaluran gas elpiji bersubsidi
Ekonomi - Minggu, 10 Desember 2017 - 22:49 WIB

YLKI minta pemerintah perketat penyaluran gas elpiji bersubsidi

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menduga kelangkaan gas elpiji tiga kilogram yang terjadi di beberapa ...
Ngopi bareng Panglima TNI di udara
Peristiwa - Minggu, 10 Desember 2017 - 16:20 WIB

Ngopi bareng Panglima TNI di udara

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto punya cara tersendiri mengawali masa jabatan bersama awak media. Melalui kegiatan bertajuk 'Ngopi Bareng di ...
Panglima TNI bertekad lanjutkan perjuangan panglima besar Soedirman
Peristiwa - Minggu, 10 Desember 2017 - 16:00 WIB

Panglima TNI bertekad lanjutkan perjuangan panglima besar Soedirman

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menyatakan bertekadnya untuk meneruskan perjuangan Panglima Besar Jenderal Soedirman dengan membangun angkatan perang yang ...