Minggu, 22 Oktober 2017 | 00.36 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Penyanderaan di Pondok Indah, Dugaan Motif Sementara

Penyanderaan di Pondok Indah, Dugaan Motif Sementara

Reporter : Rakisa | Sabtu, 3 September 2016 - 17:25 WIB

IMG-17084

Insiden Penyandraan di jalan Bukit Hijau No. 17 Pondok Indah Jakarta Selatan. (Kininews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Kapolda Metro Jaya, Irjen Polisi Moechgiyarto, yang turut ikut serta dalam olah Tempat Kejadian Perkara terkait insiden perampokan dan penyandraan yang terjadi di Pondok Indah, Jakarta Selatan menerangkan bahwa, diduga sebelumnya pembantu sudah dibuntuti sebelum masuk kerumah yang berjalan di Bukit Hijau No. 17.

Pelaku juga sempat menodongkan senjata api kepada pembantu serta menyuruh pembantu tersebut untuk membuka pintu.

“Apa yg kita dapat sekarang awal jam 06.00, ada dua orang yg diduga pelaku membuntuti pembantu dan masuk ke rumah ini, saat masuk pembantu ditodong senpi. Kemudian pembantu disuruh untuk menyampaikan pada bosnya atau pemilik rumah. Kemudian pembantu sempat menggedor ruang tidur pemilik rumah, namun karena curiga pembantu nangis, lalu pemilik rumah mengintip di kamar tidur,” ujar Moechgiyarto.

Pemilik rumah yang diketahui bernama Asep Sulaeman, sempat melakukan perlawanan dengan cara memukul-mukulkan tangga dari kamar tidur terhadap pelaku yang saat itu menggunakan topeng dan membawa senjata api.

“Di situ pelaku rusak jendela, dan pemilik rumah sempat mulkul pakai tangga,” tandas Kapolda Metro Jaya.

Moechgiyarto juga menambahkan dugaan sementara motif pelaku ialah pencurian atau perampokan dengan kekerasan, selanjutnya pihak kepolisian akan mendalami lagi kasus ini.

“Lalu disitu dimintai dompet dan sebagainya. Dugaan sementara terjadi peristiwa pencurian dengan kekerasan dan ada tindakan kekerasan dan dijunctokan juga dengan senpi. Kami akan dalami kasus ini,” pungkasnya.

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Mangkir Sidang e-KTP, Setya Novanto ke Cirebon
Politik - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 15:05 WIB

Mangkir Sidang e-KTP, Setya Novanto ke Cirebon

Mangkir sidang perkara kasus dugaan KTP elektronik (e-KTP), Ketua DPR RI Setya Novanto diketahui pergi ke Cirebon untuk menghadiri Haul ...
Dua persoalan di RUU Penyiaran Yang Masih Diperdebatkan
Politik - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 13:31 WIB

Dua persoalan di RUU Penyiaran Yang Masih Diperdebatkan

Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Penyiaran masih terus dibahas DPR. Kini, tersisa dua hal yang masih menjadi perdebatan. Pertama, perdebatan mengenai ...
Dua belas mahasiswa ditangkap pada aksi 3 tahun Jokowi-JK
Peristiwa - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 10:19 WIB

Dua belas mahasiswa ditangkap pada aksi 3 tahun Jokowi-JK

Aksi unjukrasa mahasiswa dalam rangka evaluasi 3 tahun Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla, yang digelar sejak Jumat (20/10) siang kemarin, hingga larut ...
Rumah Tiba-tiba Bau Durian, Cek Tabung Elpiji Anda
Pendidikan - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 09:50 WIB

Rumah Tiba-tiba Bau Durian, Cek Tabung Elpiji Anda

Jika tercium aroma durian tiba-tiba di rumah, Anda sebaiknya pergi ke dapur untuk memeriksa tabung Elpiji Anda.Sebab, bisa jadi elpiji ...
Lima tahun Andi Narogong mampu beli 23 mobil mewah
Hukum - Jumat, 20 Oktober 2017 - 21:50 WIB

Lima tahun Andi Narogong mampu beli 23 mobil mewah

Andi Agustinus alias Andi Narogong sering gonta-ganti mobil mewah. Selama kurun waktu lima tahun dari 2012-2027, terdakwa kasus e-KTP ini ...
Jokowi rayu Emir Qatar investasi di KEK Mandalika
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 19:41 WIB

Jokowi rayu Emir Qatar investasi di KEK Mandalika

Presiden Jokowi menawarkan KEK Mandalika kepada Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. KEK Mandalika merupakan bagian dari 12 ...