Kamis, 23 Maret 2017 | 11.18 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Penyanderaan di Pondok Indah, Dugaan Motif Sementara

Penyanderaan di Pondok Indah, Dugaan Motif Sementara

Reporter : Rakisa | Sabtu, 3 September 2016 - 17:25 WIB

IMG-17084

Insiden Penyandraan di jalan Bukit Hijau No. 17 Pondok Indah Jakarta Selatan. (Kininews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Kapolda Metro Jaya, Irjen Polisi Moechgiyarto, yang turut ikut serta dalam olah Tempat Kejadian Perkara terkait insiden perampokan dan penyandraan yang terjadi di Pondok Indah, Jakarta Selatan menerangkan bahwa, diduga sebelumnya pembantu sudah dibuntuti sebelum masuk kerumah yang berjalan di Bukit Hijau No. 17.

Pelaku juga sempat menodongkan senjata api kepada pembantu serta menyuruh pembantu tersebut untuk membuka pintu.

“Apa yg kita dapat sekarang awal jam 06.00, ada dua orang yg diduga pelaku membuntuti pembantu dan masuk ke rumah ini, saat masuk pembantu ditodong senpi. Kemudian pembantu disuruh untuk menyampaikan pada bosnya atau pemilik rumah. Kemudian pembantu sempat menggedor ruang tidur pemilik rumah, namun karena curiga pembantu nangis, lalu pemilik rumah mengintip di kamar tidur,” ujar Moechgiyarto.

Pemilik rumah yang diketahui bernama Asep Sulaeman, sempat melakukan perlawanan dengan cara memukul-mukulkan tangga dari kamar tidur terhadap pelaku yang saat itu menggunakan topeng dan membawa senjata api.

“Di situ pelaku rusak jendela, dan pemilik rumah sempat mulkul pakai tangga,” tandas Kapolda Metro Jaya.

Moechgiyarto juga menambahkan dugaan sementara motif pelaku ialah pencurian atau perampokan dengan kekerasan, selanjutnya pihak kepolisian akan mendalami lagi kasus ini.

“Lalu disitu dimintai dompet dan sebagainya. Dugaan sementara terjadi peristiwa pencurian dengan kekerasan dan ada tindakan kekerasan dan dijunctokan juga dengan senpi. Kami akan dalami kasus ini,” pungkasnya.

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Kuota Haji 2017 Ditambah Menjadi 221.000 Jamaah
Nasional - Kamis, 23 Maret 2017 - 11:12 WIB

Kuota Haji 2017 Ditambah Menjadi 221.000 Jamaah

Pada 2017 ini, kuota jamaah untuk Ibadah Haji bertambah menjadi 221.00 orang. Kuota tersebut dibagi untuk haji reguler sebanyak 204.000 ...
KPK Rahasiakan Penerima Suap e-KTP yang Kembalikan Uang, Ada Apa?
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 11:07 WIB

KPK Rahasiakan Penerima Suap e-KTP yang Kembalikan Uang, Ada Apa?

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, terus mempertanyakan sikap KPK yang merahasiakan nama-nama penerima suap proyek pengadaan e-KTP. Bahkan dianggap melindungi ...
Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:58 WIB

Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP

Sidang ketiga kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) akan kembali digelar hari ini, Kamis (23/3/2017) di Pengadilan ...
Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:53 WIB

Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi

Putusan Pengadilan Tinggi Urusan Agama (PTUN) akan dijadikan KPK sebagai pintu masuk kembali mengusut dugaan korupsi di reklamasi teluk Jakarta.Hal ...
Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 17:01 WIB

Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku

Publik digegerkan dengan menghilangnya dokumen sengketa Pilkada Dogiayi, Papua di Mahkamah Konstitusi.Hal ini jelas menjengkelkan, mengingat beberapa kasus sengketa pilkada ...
Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:33 WIB

Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki

Publik heboh membicarakan mobil dinas yang belum dikembalikan Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Pasalnya, kendaraan dinas Presiden Jokowi sempat ...