Kamis, 19 Januari 2017 | 15.45 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Penyanderaan di Pondok Indah, Dugaan Motif Sementara

Penyanderaan di Pondok Indah, Dugaan Motif Sementara

Reporter : Rakisa | Sabtu, 3 September 2016 - 17:25 WIB

IMG-17084

Insiden Penyandraan di jalan Bukit Hijau No. 17 Pondok Indah Jakarta Selatan. (Kininews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Kapolda Metro Jaya, Irjen Polisi Moechgiyarto, yang turut ikut serta dalam olah Tempat Kejadian Perkara terkait insiden perampokan dan penyandraan yang terjadi di Pondok Indah, Jakarta Selatan menerangkan bahwa, diduga sebelumnya pembantu sudah dibuntuti sebelum masuk kerumah yang berjalan di Bukit Hijau No. 17.

Pelaku juga sempat menodongkan senjata api kepada pembantu serta menyuruh pembantu tersebut untuk membuka pintu.

“Apa yg kita dapat sekarang awal jam 06.00, ada dua orang yg diduga pelaku membuntuti pembantu dan masuk ke rumah ini, saat masuk pembantu ditodong senpi. Kemudian pembantu disuruh untuk menyampaikan pada bosnya atau pemilik rumah. Kemudian pembantu sempat menggedor ruang tidur pemilik rumah, namun karena curiga pembantu nangis, lalu pemilik rumah mengintip di kamar tidur,” ujar Moechgiyarto.

Pemilik rumah yang diketahui bernama Asep Sulaeman, sempat melakukan perlawanan dengan cara memukul-mukulkan tangga dari kamar tidur terhadap pelaku yang saat itu menggunakan topeng dan membawa senjata api.

“Di situ pelaku rusak jendela, dan pemilik rumah sempat mulkul pakai tangga,” tandas Kapolda Metro Jaya.

Moechgiyarto juga menambahkan dugaan sementara motif pelaku ialah pencurian atau perampokan dengan kekerasan, selanjutnya pihak kepolisian akan mendalami lagi kasus ini.

“Lalu disitu dimintai dompet dan sebagainya. Dugaan sementara terjadi peristiwa pencurian dengan kekerasan dan ada tindakan kekerasan dan dijunctokan juga dengan senpi. Kami akan dalami kasus ini,” pungkasnya.

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Eks Direktur Garuda Indonesia Jadi Tersangka Kasus Korupsi
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 14:38 WIB

Eks Direktur Garuda Indonesia Jadi Tersangka Kasus Korupsi

Mantan Direktur PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar resmi menjadi tersangka kasus dugaan korupsi di sebuah BUMN. Hal itu dikatakan Wakil ...
Kerjasama Jokowi dengan China Diduga Dimanfaatkan Pebisnis Datangkan TKA
Peristiwa - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:59 WIB

Kerjasama Jokowi dengan China Diduga Dimanfaatkan Pebisnis Datangkan TKA

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pernah melakukan penandatanganan kerjasama dengan China untuk mendatangkan 10 juta turis asal China ke Indonesia.Komisioner Ombudsman ...
Polisi Gelar 75 Adegan Rekontruksi Pembunuhan Pulomas
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:54 WIB

Polisi Gelar 75 Adegan Rekontruksi Pembunuhan Pulomas

Rekontruksi kasus perampokan Pulomas yang menewaskan enam orang di rumah Dodi Triono, Jl Pulomas, Jakarta Timur yang dilakukan penyidik polisi, ...
Berkas Kasus Makar Sri Bintang Pamungkas Dikembalikan ke Polda
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:41 WIB

Berkas Kasus Makar Sri Bintang Pamungkas Dikembalikan ke Polda

Berkas kasus makar dan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dilimpahkan Polda Metro Jaya ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI ...
Politisi PKB Minta Positif Tanggapi Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 13:26 WIB

Politisi PKB Minta Positif Tanggapi Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lukman Edy meminta masyarakat bersikap positif terkait bendera Merah Putih yang dibubuhi kalimat Tauhid ...
Petisi Beruang Kurus, Bonbin Bandung Pertanyakan Maksud LSM
Peristiwa - Kamis, 19 Januari 2017 - 12:12 WIB

Petisi Beruang Kurus, Bonbin Bandung Pertanyakan Maksud LSM

Kondisi beruang kurus yang berada di Kebun Binatang (Bonbin) Bandung terkespose secara publik. Apalagi ada petisi "Penyelamatan beruang kelaparan di ...