Minggu, 22 Oktober 2017 | 00.24 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Pengamat: Pendidikan Keselamatan Lalulintas Sering Diabaikan 

Pengamat: Pendidikan Keselamatan Lalulintas Sering Diabaikan 

Minggu, 4 September 2016 - 20:15 WIB

IMG-17097

Pendidikan Keselamatan Lalulintas. (Kininews/Sdt)

Medan, kini.co.id – Pengamat Lalulintas, Jimmyu Udjaja mengungkapkan, pendidikan keselamatan berlalu lintas sering kali diabaikan oleh pengguna kendaraan. Padahal banyak sekolah mengemudi yang mengajarkan tentang kompetensi mengemudi yang memiliki sarana dan prasarana memadai, serta instruktur yang terakreditasi sesuai diatur dalam Pasal 78 UU No 22 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan.

“Pendidikan keselamatan itu sangat perlu sekali, namun pada kenyataannya hampir diabaikan, seakan- akan memang tidak penting. Sehingga perlu dibuat adanya NSPK (Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria). Padahal selain mampu tekan angka lakalantas, sekolah mengemudi itu juga berguna bagi peserta uji SIM sebagai tempat untuk belajar,” terang Jimmy Udjaja saat dimintai tanggapannya tentang pentingnya kehadiran sekolah mengemudi berkompetensi, Minggu (4/9/2016).

Akan tetapi, pada saat ini dirinya juga sangat menyayangkan kalau dari para pemangku kepentingan yang masih saja setengah hati, tidak semuanya sepaham dan bekerja secara parsial, konvensional dan tetap saja mengabaikan keselamatan.

“Setengah hati itu dapat kita lihat dari para orang tua ataupun pelajar, mahasiswa dalam berkendara yang masih saja ugal-ugalan. Dan itu semua adalah cermin pendidikan keselamatan kita yang masih rendah,” katanya.

Lebih lanjut Jimmy menjelaskan, pendidikan keselamatan diajarkan sepanjang hayat dan hendaknya dimulai sejak usia dini. Sehingga kesadaran berlalu lintas, peka dan peduli serta bertanggung jawab akan keselamatan pada dirinya maupun orang lain.

“Kepekaan ditambah dengan kepedulian serta rasa tanggungjawab saat berlalulintas menjadi kebiasaan yang menjadi kebutuhan bukan karena keterpaksaan/ketakutan. Kesadaran inilah lanjut dikatakannya yang perlu ditanamkan sehingga membudaya bagi masyarakat. Pendidikan keselamatan merupakan kepedulian ditambah kecintaan akan manusia sebagai aset utama bangsa agar tidak menjadi korban sia-sia di jalan raya,” tandasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Mangkir Sidang e-KTP, Setya Novanto ke Cirebon
Politik - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 15:05 WIB

Mangkir Sidang e-KTP, Setya Novanto ke Cirebon

Mangkir sidang perkara kasus dugaan KTP elektronik (e-KTP), Ketua DPR RI Setya Novanto diketahui pergi ke Cirebon untuk menghadiri Haul ...
Dua persoalan di RUU Penyiaran Yang Masih Diperdebatkan
Politik - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 13:31 WIB

Dua persoalan di RUU Penyiaran Yang Masih Diperdebatkan

Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Penyiaran masih terus dibahas DPR. Kini, tersisa dua hal yang masih menjadi perdebatan. Pertama, perdebatan mengenai ...
Dua belas mahasiswa ditangkap pada aksi 3 tahun Jokowi-JK
Peristiwa - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 10:19 WIB

Dua belas mahasiswa ditangkap pada aksi 3 tahun Jokowi-JK

Aksi unjukrasa mahasiswa dalam rangka evaluasi 3 tahun Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla, yang digelar sejak Jumat (20/10) siang kemarin, hingga larut ...
Rumah Tiba-tiba Bau Durian, Cek Tabung Elpiji Anda
Pendidikan - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 09:50 WIB

Rumah Tiba-tiba Bau Durian, Cek Tabung Elpiji Anda

Jika tercium aroma durian tiba-tiba di rumah, Anda sebaiknya pergi ke dapur untuk memeriksa tabung Elpiji Anda.Sebab, bisa jadi elpiji ...
Lima tahun Andi Narogong mampu beli 23 mobil mewah
Hukum - Jumat, 20 Oktober 2017 - 21:50 WIB

Lima tahun Andi Narogong mampu beli 23 mobil mewah

Andi Agustinus alias Andi Narogong sering gonta-ganti mobil mewah. Selama kurun waktu lima tahun dari 2012-2027, terdakwa kasus e-KTP ini ...
Jokowi rayu Emir Qatar investasi di KEK Mandalika
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 19:41 WIB

Jokowi rayu Emir Qatar investasi di KEK Mandalika

Presiden Jokowi menawarkan KEK Mandalika kepada Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. KEK Mandalika merupakan bagian dari 12 ...