Kamis, 25 Mei 2017 | 02.30 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Pengamat: Pendidikan Keselamatan Lalulintas Sering Diabaikan 

Pengamat: Pendidikan Keselamatan Lalulintas Sering Diabaikan 

Minggu, 4 September 2016 - 20:15 WIB

IMG-17097

Pendidikan Keselamatan Lalulintas. (Kininews/Sdt)

Medan, kini.co.id – Pengamat Lalulintas, Jimmyu Udjaja mengungkapkan, pendidikan keselamatan berlalu lintas sering kali diabaikan oleh pengguna kendaraan. Padahal banyak sekolah mengemudi yang mengajarkan tentang kompetensi mengemudi yang memiliki sarana dan prasarana memadai, serta instruktur yang terakreditasi sesuai diatur dalam Pasal 78 UU No 22 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan.

“Pendidikan keselamatan itu sangat perlu sekali, namun pada kenyataannya hampir diabaikan, seakan- akan memang tidak penting. Sehingga perlu dibuat adanya NSPK (Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria). Padahal selain mampu tekan angka lakalantas, sekolah mengemudi itu juga berguna bagi peserta uji SIM sebagai tempat untuk belajar,” terang Jimmy Udjaja saat dimintai tanggapannya tentang pentingnya kehadiran sekolah mengemudi berkompetensi, Minggu (4/9/2016).

Akan tetapi, pada saat ini dirinya juga sangat menyayangkan kalau dari para pemangku kepentingan yang masih saja setengah hati, tidak semuanya sepaham dan bekerja secara parsial, konvensional dan tetap saja mengabaikan keselamatan.

“Setengah hati itu dapat kita lihat dari para orang tua ataupun pelajar, mahasiswa dalam berkendara yang masih saja ugal-ugalan. Dan itu semua adalah cermin pendidikan keselamatan kita yang masih rendah,” katanya.

Lebih lanjut Jimmy menjelaskan, pendidikan keselamatan diajarkan sepanjang hayat dan hendaknya dimulai sejak usia dini. Sehingga kesadaran berlalu lintas, peka dan peduli serta bertanggung jawab akan keselamatan pada dirinya maupun orang lain.

“Kepekaan ditambah dengan kepedulian serta rasa tanggungjawab saat berlalulintas menjadi kebiasaan yang menjadi kebutuhan bukan karena keterpaksaan/ketakutan. Kesadaran inilah lanjut dikatakannya yang perlu ditanamkan sehingga membudaya bagi masyarakat. Pendidikan keselamatan merupakan kepedulian ditambah kecintaan akan manusia sebagai aset utama bangsa agar tidak menjadi korban sia-sia di jalan raya,” tandasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Jenis Bom Kampung Melayu Bom Panci
Peristiwa - Kamis, 25 Mei 2017 - 02:06 WIB

Jenis Bom Kampung Melayu Bom Panci

Aparat kepolisian memastikan bom bunuh diri di Halte Busway Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5) yang menewaskan 2 pelaku dan ...
Pelaku Bom Kampung Melayu 2 Orang, 3 Polisi Tewas
Peristiwa - Kamis, 25 Mei 2017 - 02:01 WIB

Pelaku Bom Kampung Melayu 2 Orang, 3 Polisi Tewas

Dua pelaku bom bunuh diri di Halte Busway Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5) dinyatakan tewas sedangkan 3 ...
Polisi Masih Olah TKP Bom Bunuh Diri
Peristiwa - Kamis, 25 Mei 2017 - 00:11 WIB

Polisi Masih Olah TKP Bom Bunuh Diri

Aparat Kepolisian saat ini masih melakukan proses olah TKP di depan Halte Bus Way, Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, lokasi ...
Gepeng dan Anak Jalanan Biasanya dari Jawa Barat
Nasional - Kamis, 25 Mei 2017 - 00:07 WIB

Gepeng dan Anak Jalanan Biasanya dari Jawa Barat

Dinas Sosial Kota Bekasi, mengungkapkan wilayahnya menjadi sasaran pengiriman gelandangan dan pengemis (gepeng) dari tiga wilayah provinsi di Indonesia menjelang ...
Aroma Sengit Tercium usai Bom Bunuh Diri
Peristiwa - Rabu, 24 Mei 2017 - 23:28 WIB

Aroma Sengit Tercium usai Bom Bunuh Diri

Aroma pascaledakan dugaan bom bunuh diri di Halte Busway Trans Jakarta Kampung Melayu, Jakarta Timur tercium jelas, Rabu (24/5) malam. ...
Polisi Luka di Halte Busway Kp Melayu
Peristiwa - Rabu, 24 Mei 2017 - 22:58 WIB

Polisi Luka di Halte Busway Kp Melayu

Sekitar pukul 21.30 WIB terdengar ledakan keras di Halte Busway Kampung Melayu, Rabu (24/5). Informasi yang dikumpulkan, tiga petugas kepolisian ...