Kamis, 24 Agustus 2017 | 00.42 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Pengamat: Pendidikan Keselamatan Lalulintas Sering Diabaikan 

Pengamat: Pendidikan Keselamatan Lalulintas Sering Diabaikan 

Minggu, 4 September 2016 - 20:15 WIB

IMG-17097

Pendidikan Keselamatan Lalulintas. (Kininews/Sdt)

Medan, kini.co.id – Pengamat Lalulintas, Jimmyu Udjaja mengungkapkan, pendidikan keselamatan berlalu lintas sering kali diabaikan oleh pengguna kendaraan. Padahal banyak sekolah mengemudi yang mengajarkan tentang kompetensi mengemudi yang memiliki sarana dan prasarana memadai, serta instruktur yang terakreditasi sesuai diatur dalam Pasal 78 UU No 22 tentang Lalulintas dan Angkutan Jalan.

“Pendidikan keselamatan itu sangat perlu sekali, namun pada kenyataannya hampir diabaikan, seakan- akan memang tidak penting. Sehingga perlu dibuat adanya NSPK (Norma, Standar, Prosedur dan Kriteria). Padahal selain mampu tekan angka lakalantas, sekolah mengemudi itu juga berguna bagi peserta uji SIM sebagai tempat untuk belajar,” terang Jimmy Udjaja saat dimintai tanggapannya tentang pentingnya kehadiran sekolah mengemudi berkompetensi, Minggu (4/9/2016).

Akan tetapi, pada saat ini dirinya juga sangat menyayangkan kalau dari para pemangku kepentingan yang masih saja setengah hati, tidak semuanya sepaham dan bekerja secara parsial, konvensional dan tetap saja mengabaikan keselamatan.

“Setengah hati itu dapat kita lihat dari para orang tua ataupun pelajar, mahasiswa dalam berkendara yang masih saja ugal-ugalan. Dan itu semua adalah cermin pendidikan keselamatan kita yang masih rendah,” katanya.

Lebih lanjut Jimmy menjelaskan, pendidikan keselamatan diajarkan sepanjang hayat dan hendaknya dimulai sejak usia dini. Sehingga kesadaran berlalu lintas, peka dan peduli serta bertanggung jawab akan keselamatan pada dirinya maupun orang lain.

“Kepekaan ditambah dengan kepedulian serta rasa tanggungjawab saat berlalulintas menjadi kebiasaan yang menjadi kebutuhan bukan karena keterpaksaan/ketakutan. Kesadaran inilah lanjut dikatakannya yang perlu ditanamkan sehingga membudaya bagi masyarakat. Pendidikan keselamatan merupakan kepedulian ditambah kecintaan akan manusia sebagai aset utama bangsa agar tidak menjadi korban sia-sia di jalan raya,” tandasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK OTT Pejabat Eselon I Kemenhub di Jakarta
Hukum - Kamis, 24 Agustus 2017 - 00:08 WIB

KPK OTT Pejabat Eselon I Kemenhub di Jakarta

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan kembali melakukan aksi operasi tangkap tangan, pada Rabu, (23/8) malam.Kabarnya yang diciduk dalam aksi kali ...
Breaking News! Kebakaran Melanda Slipi
Peristiwa - Rabu, 23 Agustus 2017 - 23:38 WIB

Breaking News! Kebakaran Melanda Slipi

Kebakaran melanda pemukiman Kelurahan Slipi Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, Rabu, (23/8/2017) malam.Kebakaran yang terjadi sekira pada pukul 22.30 WIB tersebut ...
KPK Telah Periksa 80 Saksi Kasus e-KTP
Hukum - Rabu, 23 Agustus 2017 - 23:33 WIB

KPK Telah Periksa 80 Saksi Kasus e-KTP

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah memeriksa 80 saksi kasus KTP-elektronik untuk tersangka Setya Novanto (SN)."Untuk tersangka SN sampai dengan saat ...
Libur Idul Adha, Operasional Truk Dibatasi
Peristiwa - Rabu, 23 Agustus 2017 - 22:15 WIB

Libur Idul Adha, Operasional Truk Dibatasi

Untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas terutama menjelang libur Idul Adha, operasional truk akan dibatasi mulai 31 Agustus pukul 12.00 ...
KPK Sudah Menduga Revisi UU Akan Mencuat Kembali
Hukum - Rabu, 23 Agustus 2017 - 22:00 WIB

KPK Sudah Menduga Revisi UU Akan Mencuat Kembali

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah mengaku sudah menduga akan munculnya kembali wacan revisi Undang-undang KPK. Hal tersebut ...
Percepat Naik Kelas, Kemenkop Optimalkan Peran Pendamping UMKM
Ekonomi - Rabu, 23 Agustus 2017 - 21:49 WIB

Percepat Naik Kelas, Kemenkop Optimalkan Peran Pendamping UMKM

Kementerian Koperasi dan UKM mengoptimalisasikan peran pendamping usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan memberdayakan koperasi di Tanah Air. Hal ...