Minggu, 22 Oktober 2017 | 00.41 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>PPP Kritik Golkar Soal Pencalonan Jokowi di Pilpres 2019

PPP Kritik Golkar Soal Pencalonan Jokowi di Pilpres 2019

Senin, 5 September 2016 - 14:27 WIB

IMG-17114

Jokowi. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Upaya Partai Golkar yang mewacanakan pencalonan Joko Widodo dalam pemilihan presiden 2019 mendapat kritikan pedas dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Kritikan tersebut datang dari Sekjen PPP Arsul Sani dengan meminta Golkar tidak menggangu Presiden Jokowi dan pemerintahannya dengan membangun isu yang tidak relevan.

“Tidak melakukan hal-hal yang ‘merecoki’ menteri dari parpolnya untuk kepentingan parpol‎,” ujar Arsul saat dihubungi di Jakarta, Senin (5/9/2016)

Bahkan, dalam rapat koordinasi teknis (Rakornis) Partai Golkar beberapa waktu lalu, Ketua Pemenangan Pemilu Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Jambi, Gusrizal, mengatakan partainya harus mulai membidik calon wakil presiden untuk mendampingi Joko Widodo (Jokowi) pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Salah satu nama yang muncul yakni Menteri Kuangan Sri Mulyani.

Terkait hal itu, anggota Komisi III DPR ini menyebut, tindakan Golkar yang memunculkan wacana duet Jokowi-Sri Mulyani tersebut terlalu dini untuk manuver politik.

“Wajar jika melihat itu kepagian, ibarat fajar masih cukup lama kok ayam sudah berkokok,” jelasnya.

Arsul pun mengingatkan Golkar untuk fokus ikut mengawal program dan kebijakan pemerintah, bukan malah bermanuver politik dengan memunculkan dukungan untuk Pilpres 2019‎ kepada Presiden Jokowi.

“Dukungan terhadap pencapresan 2019 kepada Pak Jokowi seharusnya bukan dengan statement politik, tapi dilakukan dengan kerja-kerja pemerintahan dan politik di parlemen,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Mangkir Sidang e-KTP, Setya Novanto ke Cirebon
Politik - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 15:05 WIB

Mangkir Sidang e-KTP, Setya Novanto ke Cirebon

Mangkir sidang perkara kasus dugaan KTP elektronik (e-KTP), Ketua DPR RI Setya Novanto diketahui pergi ke Cirebon untuk menghadiri Haul ...
Dua persoalan di RUU Penyiaran Yang Masih Diperdebatkan
Politik - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 13:31 WIB

Dua persoalan di RUU Penyiaran Yang Masih Diperdebatkan

Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Penyiaran masih terus dibahas DPR. Kini, tersisa dua hal yang masih menjadi perdebatan. Pertama, perdebatan mengenai ...
Dua belas mahasiswa ditangkap pada aksi 3 tahun Jokowi-JK
Peristiwa - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 10:19 WIB

Dua belas mahasiswa ditangkap pada aksi 3 tahun Jokowi-JK

Aksi unjukrasa mahasiswa dalam rangka evaluasi 3 tahun Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla, yang digelar sejak Jumat (20/10) siang kemarin, hingga larut ...
Rumah Tiba-tiba Bau Durian, Cek Tabung Elpiji Anda
Pendidikan - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 09:50 WIB

Rumah Tiba-tiba Bau Durian, Cek Tabung Elpiji Anda

Jika tercium aroma durian tiba-tiba di rumah, Anda sebaiknya pergi ke dapur untuk memeriksa tabung Elpiji Anda.Sebab, bisa jadi elpiji ...
Lima tahun Andi Narogong mampu beli 23 mobil mewah
Hukum - Jumat, 20 Oktober 2017 - 21:50 WIB

Lima tahun Andi Narogong mampu beli 23 mobil mewah

Andi Agustinus alias Andi Narogong sering gonta-ganti mobil mewah. Selama kurun waktu lima tahun dari 2012-2027, terdakwa kasus e-KTP ini ...
Jokowi rayu Emir Qatar investasi di KEK Mandalika
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 19:41 WIB

Jokowi rayu Emir Qatar investasi di KEK Mandalika

Presiden Jokowi menawarkan KEK Mandalika kepada Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. KEK Mandalika merupakan bagian dari 12 ...