Sabtu, 29 April 2017 | 08.39 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>PP 79 Rampung Sebentar Lagi, Apakabar Target PPh Migas Rp33 T?

PP 79 Rampung Sebentar Lagi, Apakabar Target PPh Migas Rp33 T?

Reporter : Fadilah | Rabu, 7 September 2016 - 08:43 WIB

IMG-17155

Ilustrasi

Jakarta, kini.co.id – Pembahasan revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 79 tahun 2010 tentang biaya operasi yang dapat dikembalikan (cost recovery) dan pajak penghasilan di bidang usaha hulu minyak dan gas bumi (migas) mengalami titik terang.

Pasalnya Kementerian Keuangan yang tadinya tidak sepakat dengan adanya prinsip assume and discharge kini menjadi setuju.

Lantas bagaimana jika ini PP tersebut berhasil direvisi, apakah akan mempengaruhi penerimaan di sektor pajak?

Menurut Pengamat Perpajakan Yustinus Prastowo dalam jangka pendek kebijakan ini cukup merugikan.

Karena dapat mempengaruhi pendapatan negara di sektor pajak. Namun dia tidak menjelaskan secara rinci seberapa besar pengaruhnya.

“Tapi secara keseluruhan akan menguntungkan karena penghapusan pajak di Fase eksplorasi akan menambah modal kerja yang akan berdampak pada peningkatan output di Fase eksploitasi,” tutur Yustinus saat dihubungi Kini.co.id, di Jakarta, Rabu, (7/9/2016).

Kemudian tambah Yustinus, dari sisi teori pengenaan pajak juga dianggap sudah benar. Karena pajak dikenakan pada saat suatu produk dihasilkan atau pada saat masa eksploitasi.

“Dan ini akan menjadi positif bagi industri dan memberikan kepastian hukum dan menjadi insentif tersendiri,” katanya.

Sebagai infomasi pemerintah menaruh target penerimaan perpajakan tahun depan sebesar Rp1.496 trliun dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2017.

Target tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan target penerimaan perpajakan dalam APBN-Perubahan tahun ini yang sebesar Rp1.539 triliun.

Pemerintah menganggap angka tersebut masih realistis apabila dibandingkan terhadap target setelah penyesuaian yang dilakukan pemerintah dengan menaruh adanya ketidaktercapaian (shortfall) sebesar Rp219 triliun sehingga penerimaan pajak sepanjang tahun ini menjadi Rp1.310 triliun.

Jika dirinci berdasarkan posnya untuk penerimaan perpajakan, pajak penghasilan (PPh) migas sebesar Rp 33 triliun. Sementara itu, pajak non migas sebesar Rp1.271,7 triliun yang terdiri dari PPh nonmigas Rp751,8 triliun, pajak pertambahan nilai (PPN) Rp 493,9 triliun, pajak bumi dan bangunan (PPB) Rp17,3 triliun serta pajak lainnya Rp 8,7 triliun.

Pos kepabeanan dan cukai sebesar Rp191,2 triliun yang terdiri dari penerimaan cukai Rp157,2 triliun, bea masuk Rp33,7 triliun, dan bea keluar Rp300 miliar.

Penerimaan ini sangat tergantung pada kondisi perdagangan dunia yang menurun karena gangguan pelemahan ekonomi global.

Kontraksi pada perdagangan membuat pendapatan perusahaan berkurang, secara otomatis akan membuat setoran pada negara lebih kecil.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Terus Uber Keberadaan  Miryan S Haryani
Hukum - Sabtu, 29 April 2017 - 01:50 WIB

KPK Terus Uber Keberadaan Miryan S Haryani

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan terus melakukan pencarian secara intensif terhadap anggota DPR, Miryam S Haryani yang telah menghilang dan ...
Fadh El Fouz Huni Rutan Guntur
Hukum - Sabtu, 29 April 2017 - 01:42 WIB

Fadh El Fouz Huni Rutan Guntur

Tersangka kasus suap proyek pengadaan Al Quran dan Laboratorium Komputer MTS di Kementerian Agama, Fadh El Fouz alias Fadh A ...
Ketika Sirra Prayuna Bacakan Puisi Mengenang Chairil Anwar
Nasional - Jumat, 28 April 2017 - 20:41 WIB

Ketika Sirra Prayuna Bacakan Puisi Mengenang Chairil Anwar

Biasanya kita melihat kuasa hukum Basuki Tjahaja Purnma alias Ahok, Sirra Prayuna serius saat mendampingi kliennya dalam sidang dugaan penistaan ...
Begini kata Pengamat soal Hacker Laman Telkomsel
Nasional - Jumat, 28 April 2017 - 20:23 WIB

Begini kata Pengamat soal Hacker Laman Telkomsel

Berhasil masuknya peretas alias hacker ke laman milik Telkomsel membuat Pakar keamanan siber Pratama Persadha kecewa dengan mahalnya tarif internet ...
Komnas HAM Didesak Bentuk TGPF Teror Aktivis dan Ulama
Nasional - Jumat, 28 April 2017 - 18:54 WIB

Komnas HAM Didesak Bentuk TGPF Teror Aktivis dan Ulama

Sejumlah aktivis nasional mulai dari mantan Ketua MPR Amien Rais, advokat Eggi Sudjana, Mahendratta, Ketua Progres 98 Faizal Assegat dan ...
Menag Keluarkan 9 Imbauan Ceramah di Tempat Ibadah
Nasional - Jumat, 28 April 2017 - 17:19 WIB

Menag Keluarkan 9 Imbauan Ceramah di Tempat Ibadah

Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin mengeluarkan imbauannya tentang ceramah di rumah ibadah. Seruan itu merupakan respons dari fenomena yang ...