Kamis, 19 Januari 2017 | 09.23 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Megawati Buka Rahasia Ahok

Megawati Buka Rahasia Ahok

Reporter : Dian | Rabu, 7 September 2016 - 10:59 WIB

IMG-17157

Ahok. (Kininews/Ist)

Jakarta, kini.co.id – Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menceritakan berbagai kisah unik saat berpidato di acara sekolah kepala daerah PDI Perjuangan di Wisma Kinasih, Depok (6/9/2016).

Mega bercerita tentang Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama Alias Ahok, pernah mengutarakan bahwa dia harus memberikan mahar untuk menjadi calon kepala daerah dari PDI Perjuangan.

Statment Ahok tersebut ternyata pernah membuatnya geram.

Menurut Mega, dia tak pernah meminta uang kepada para calon kepala daerah dan wakilnya. Dia juga tak ingin ada calon yang salah memahami ketika meminta dukungan ke PDI Perjuangan, lalu menganggap akan di menangkan oleh PDI Perjuangan.

“Dari dulu saya tak pernah minta uang, kalau saya dengar ada jajaran PDI Perjuangan yang seperti itu, akan saya panggil. Jika ketahuan akan saya pecat,” ujar Mega.

Mega menegaskan, kandidat itu sendirilah yang memenagkan, partai hanya membantu.

Calon kepala daerah dari PDI Perjuanganpun harus punya modal sendiri.

Tidak ada yang gratis dalam penyelengaraan pilkada. Uang untuk pilkada tersebut di gunakan untuk membayar TPS, karena menurut Mega, mereka butuh makan dan minum.

“Kalau anda modal gratisan, partai kuda tunggang. No,no, harus gotong royong. Bagaimana anda mau menang, kalau sepeserpun anda tidak mau nyumbang,” ujar Mega.

Mega menambahkan, dia membatasi diri untuk bertemu dengan para calon, bahkan melarang untuk datang ke rumahnya kecuali jika dipanggil.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 07:48 WIB

Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal

Setelah munculnya gesekan dalam sosial masyarakat, sejumlah pihak menginginkan pembubaran ormas-ormas radikal.Lucunya, ormas radikal selalu dikaitkan dengan ormas Islam sehingga ...
Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 02:54 WIB

Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan mantan Walikota Jakarta Pusat Sylviana Murni sebagai saksi dalam kasus ...
Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto
Hukum - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:57 WIB

Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto

Saat menghadiri pembukaan Rapat Pleno Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Watim-MUI), Mentri Polhukam Wiranto yang mewakili Presdien Jokowi, Rabu (18/1) ...
Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:34 WIB

Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal

Dia meminta pemerintah agar tidak hanya memperhatikan kekerasan fisik yang terjadi di lapangan untuk membubarkan ormas radikal. "Tapi mari juga ...
PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:55 WIB

PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara

Terkait dengan keluhan warga Taman Wisma Asri kepada pihak PLN Rayon Medan Satria, Bekasi Utara soal pembengkakan tarif listrik yang ...
Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:48 WIB

Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal

Anggota Komisi l DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi menyebutkan kerjasama antar TNI dan pemerintah belum maksimal pada beberapa program. Dengan ...