Rabu, 24 Mei 2017 | 09.14 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Konsorsium Riset Migas Kelautan Dideklarasi Hari Ini

Konsorsium Riset Migas Kelautan Dideklarasi Hari Ini

Rabu, 7 September 2016 - 14:33 WIB

IMG-17165

Jakarta, kini.co.id – Dalam ringkasan laporan interim Komite Eksplorasi Nasional (KEN), telah menyampaikan pencapaian untuk menghidupkan kembali Konsorsium Riset Migas Kelautan sebagai forum yang dapat men-sinergiskan dan meningkatkan kegiatan survei kelautan sebagai salah satu bagian kegiatan eksplorasi migas. Hal ini juga merupakan upaya sosialisasi rekomendasi KEN untuk memajukan eksplorasi migas, minerba, dan panas bumi.

“Hari ini, Rabu, 7 September di Kampus UI Depok telah dilaksanakan Deklarasi Konsorsium Riset Migas Kelautan Nasional 2016,” Ujar Andang Bachtiar, dalam siaran pers yang diterima oleh kini.co.id.

Andang mengungkapkan, bahwa status cekungan migas Indonesia saat ini 70% berada di laut dan masih ada 33% area cekungan di laut itu yang tidak ada datanya sama sekali.

Meskipun demikian bukan berarti di 67% area cekungan laut yang sudah ada data seismiknya itu kita memahami bagaimana kondisi sistem migasnya, karena masih banyak Pekerjaan Rumah yang harus dilakukan untuk merapatkan data eksplorasi di area tersebut dan sekaligus mengevaluasinya.

“Mengingat bahwa kendala eksplorasi di darat lebih banyak dijumpai dari pada di laut, maka eksplorasi di laut akan menjadi pilihan utama untuk terobosan eksplorasi migas Indonesia,” ujarnya.

Lebih lanjut, Andang menjelaskan, saat ini kita sudah mempunyai kapasitas nasional untuk melakukan survei laut. Diharapkan dengan adanya Konsorsium Riset Migas Kelautan Nasional ini maka temuan cadangan migas terutama di daerah offshore akan dipercepat melalui sinergi berbagai kapasitas nasional itu untuk melakukan riset dan eksplorasi di laut. Kemenko Maritim dan sekaligus Kementerian ESDM telah menunjukkan dukungan penuh atas terbentuknya konsorsium Riset Migas Kelautan Nasional ini.

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Ketika PBB Kepo Urusan Ahok, JK: Tidak Boleh Ikut Campur
Nasional - Rabu, 24 Mei 2017 - 08:10 WIB

Ketika PBB Kepo Urusan Ahok, JK: Tidak Boleh Ikut Campur

Dalam akun Twitter resmi Dewan HAM PBB di Asia, PBB mengaku prihatin atas kasus yang menimpa Ahok. Bahkan, PBB mendesak ...
Pembelaan HTI, Habib Rizieq Siapkan Ratusan Advokat
Hukum - Rabu, 24 Mei 2017 - 07:11 WIB

Pembelaan HTI, Habib Rizieq Siapkan Ratusan Advokat

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melakukan perlawanan hukum atas upaya pembubaran organisasinya oleh Pemerintah. Tudingan bahwa HTI anti Pancasila dan NKRI ...
Antisipasi Macet Arus Mudik, Pertamina Siagakan Mobile SPBU
Ekonomi - Rabu, 24 Mei 2017 - 00:09 WIB

Antisipasi Macet Arus Mudik, Pertamina Siagakan Mobile SPBU

Mengantisipasi kemacetan lalu lintas akibat antrian di SPBU saat musim mudik lebaran tahun ini, PT Pertamina (Persero) akan menyiagakan layanan ...
Kapolri Siap Ambil Alih Tugas KPK, Jika..
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 23:06 WIB

Kapolri Siap Ambil Alih Tugas KPK, Jika..

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan jajaran kepolisian siap mengambil alih tugas KPK dalam pemberantasan korupsi jika mendapat dukungan dari Komisi ...
JPU Banding: Tim Advokasi GNPF Merasa Aneh dan Tak Etis
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 22:39 WIB

JPU Banding: Tim Advokasi GNPF Merasa Aneh dan Tak Etis

Tim Advokasi GNPF-MUI sekaligus pengacara Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera mengomentari pencabutan banding yang dilakukan keluarga dan kuasa hukum ...
Veronika Tan: Apa yang Dialami Kami Sudah Cukup
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 22:17 WIB

Veronika Tan: Apa yang Dialami Kami Sudah Cukup

Veronika Tan, istri terpidana kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkapkan, semua apa yang menimpa sang suaminya sejak ...