Rabu, 17 Januari 2018 | 00.08 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Komisi I DPR Nyatakan Budi Gunawan Layak Jadi Kepala BIN

Komisi I DPR Nyatakan Budi Gunawan Layak Jadi Kepala BIN

Tiga Jam Jalani Uji Kelayakan, Budi Gunawan Sebut BIN Banyak Hadapi Tantangan

Reporter : Rakisa | Rabu, 7 September 2016 - 15:28 WIB

IMG-17168

Budi Gunawan menjalani uji kelayakan oleh Komisi I DPR RI. (kininews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Komjen Pol Budi Gunawan akhirnya dinyatakan layak sebagai calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) menggantikan Letjen (purn) Sutiyoso oleh Komisi I DPR setelah tiga jam menjalani uji kelayakan.

Dalam pemaparannya mantan calon Kapolri itu menyampaikan tantangan yang akan dihadapi oleh dirinya jika dipercaya mengepalai organisasi indra negara tersebut.

“Ada banyak tantangan dan ancaman yang strategis terhadap keamanan nasional baik dari eksternal yang saat ini semakin kompleks dan tradisional yang bersifat asimetris dan tak berpola. Ada pula ancaman geostrategi yang mencakup ketegangan wilayah seperti yang terjadi di Amerika Serikat dan sekutunya, Rusia dan sekutunya, ketegangan di Laut China Selatan, Korea dan gejolak Turki,” kata Budi dalam presentasinya di hadapan anggota dan pemimpin Komisi I DPR, Jakarta, Rabu (7/9/2016).

Budi Gunawan juga menyoroti soal perkembangan teknologi dan cyber crime yang saat ini terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi serta kemudahan dalam mengakses keamanan di dunia maya. Selain itu, hal lain yang disorot Budi adalah sengketa di area perbatasan, pelaksanaan pilkada serentak, pilpres dan pileg (pemilu legislatif) 2019.

Masih menurut Budi Gunawan sesuai undang-undang, posisi Kepala BIN bertindak sebagai ‘mata dan telinga’ dari seorang Presiden. Sebab, Kepala BIN harus melaporkan segala informasi langsung ke Presiden.

“Kemudian yang kedua sesuai dengan undang-undangnya memang BIN mempunyai single client yaitu presiden. Tentu semua informasi yang dikumpulkan, yang diolah harus secara cepat, tepat, dan akurat bisa disampaikan ke bapak presiden, dijadikan dasar untuk mengambil kebijakan,” katanya.

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK sita tas mewah hingga mobil milik Rita Widyasari
Hukum - Selasa, 16 Januari 2018 - 21:39 WIB

KPK sita tas mewah hingga mobil milik Rita Widyasari

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah aset milik Bupati Kutai Kertanegara (Kukar) nonaktif, Rita Widyasari yang diduga berasal dari hasil ...
Oso: Kalau Wiranto mau jadi ketua lagi saya kasihkan
Politik - Selasa, 16 Januari 2018 - 19:43 WIB

Oso: Kalau Wiranto mau jadi ketua lagi saya kasihkan

Ketua Umum DPP Partai Hanura Oesman Sapta Odang (Oso) mengaku tidak masalah jika Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto ingin ...
Polri keluarkan 13 aturan untuk anggotanya di Pilkada serentak
Hukum - Selasa, 16 Januari 2018 - 17:36 WIB

Polri keluarkan 13 aturan untuk anggotanya di Pilkada serentak

Mabes Polri menegaskan jika 10 orang anggota Polri yang ikut maju dalam Pilkada serentak masih berstatus polisi hingga penetapan pasangan ...
JK Sebut Prabowo Tak Minta Mahar Ketika Sodorkan Anies Baswedan
Politik - Selasa, 16 Januari 2018 - 16:14 WIB

JK Sebut Prabowo Tak Minta Mahar Ketika Sodorkan Anies Baswedan

Pernyataan La Nyalla terkait mahar politik yang diminta Ketum Gerindra Prabowo Subianto menuai banyak reaksi di masyarakat.Sebagaian masyarakat tak menyangka ...
Zulhas: Sebentar Lagi Panen Raya, Impor Beras Akan Rugikan Petani
Ekonomi - Selasa, 16 Januari 2018 - 15:16 WIB

Zulhas: Sebentar Lagi Panen Raya, Impor Beras Akan Rugikan Petani

Zulkifli Hasan Selaku Ketua MPR RI mengkritisi rencana pemerintah yang akan mengimport beras dari Vietnam dan Thailand. Ia juga menyapaikan ...
12 Pasien Korban Ambruknya Gedung BEI Sudah Dibolehkan Pulang dari RS
Peristiwa - Selasa, 16 Januari 2018 - 15:13 WIB

12 Pasien Korban Ambruknya Gedung BEI Sudah Dibolehkan Pulang dari RS

Dua belas pasien korban ambruknya selasar Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta sudah diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit (RS)."Kedua belas ...