Senin, 24 April 2017 | 12.27 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Komisi I DPR Nyatakan Budi Gunawan Layak Jadi Kepala BIN

Komisi I DPR Nyatakan Budi Gunawan Layak Jadi Kepala BIN

Tiga Jam Jalani Uji Kelayakan, Budi Gunawan Sebut BIN Banyak Hadapi Tantangan

Reporter : Rakisa | Rabu, 7 September 2016 - 15:28 WIB

IMG-17168

Budi Gunawan menjalani uji kelayakan oleh Komisi I DPR RI. (kininews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Komjen Pol Budi Gunawan akhirnya dinyatakan layak sebagai calon Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) menggantikan Letjen (purn) Sutiyoso oleh Komisi I DPR setelah tiga jam menjalani uji kelayakan.

Dalam pemaparannya mantan calon Kapolri itu menyampaikan tantangan yang akan dihadapi oleh dirinya jika dipercaya mengepalai organisasi indra negara tersebut.

“Ada banyak tantangan dan ancaman yang strategis terhadap keamanan nasional baik dari eksternal yang saat ini semakin kompleks dan tradisional yang bersifat asimetris dan tak berpola. Ada pula ancaman geostrategi yang mencakup ketegangan wilayah seperti yang terjadi di Amerika Serikat dan sekutunya, Rusia dan sekutunya, ketegangan di Laut China Selatan, Korea dan gejolak Turki,” kata Budi dalam presentasinya di hadapan anggota dan pemimpin Komisi I DPR, Jakarta, Rabu (7/9/2016).

Budi Gunawan juga menyoroti soal perkembangan teknologi dan cyber crime yang saat ini terus berkembang sesuai dengan perkembangan teknologi serta kemudahan dalam mengakses keamanan di dunia maya. Selain itu, hal lain yang disorot Budi adalah sengketa di area perbatasan, pelaksanaan pilkada serentak, pilpres dan pileg (pemilu legislatif) 2019.

Masih menurut Budi Gunawan sesuai undang-undang, posisi Kepala BIN bertindak sebagai ‘mata dan telinga’ dari seorang Presiden. Sebab, Kepala BIN harus melaporkan segala informasi langsung ke Presiden.

“Kemudian yang kedua sesuai dengan undang-undangnya memang BIN mempunyai single client yaitu presiden. Tentu semua informasi yang dikumpulkan, yang diolah harus secara cepat, tepat, dan akurat bisa disampaikan ke bapak presiden, dijadikan dasar untuk mengambil kebijakan,” katanya.

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Berikut Nama-Nama Korban Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor
Peristiwa - Sabtu, 22 April 2017 - 21:42 WIB

Berikut Nama-Nama Korban Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor

Unit Lakalantas Polres Bogor Kabupaten, mengkonfirmasi data nama-nama korban meninggal dunia dan luka berat dalam kecelakaan beruntun yang terjadi di ...
Tabrakan Beruntun 12 Kendaraan di Puncak, Bogor, 3 Tewas
Peristiwa - Sabtu, 22 April 2017 - 21:22 WIB

Tabrakan Beruntun 12 Kendaraan di Puncak, Bogor, 3 Tewas

Kecelakaan maut yang melibatkan 12 kendaaran terjadi di Jl Raya Puncak, tepatnya di tanjakan Selarong, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Sabtu ...
Tak Jadi Potong Kuping, Haji Lulung Potong Kambing
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 17:41 WIB

Tak Jadi Potong Kuping, Haji Lulung Potong Kambing

Kuping dan hidung milik Abraham Lunggana alias Haji Lulung terselamatkan. Karena tidak jadi dipotong, pasalnya Basuki Purnama alias Ahok terbukti ...
KPK Perlu Selidiki Kasus Novel Baswedan
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 17:02 WIB

KPK Perlu Selidiki Kasus Novel Baswedan

Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan KPK perlu melakukan penyelidikan sendiri ...
Menolak Forum Khilafah Internasional
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 15:18 WIB

Menolak Forum Khilafah Internasional

Rencana Forum Khilafah Internasional yang akan diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Minggu (23/4) besok mendapatakan penolakan dari salah satu ...
Penistaan Agama oleh Ahok tak Boleh Dianggap Remeh
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 15:01 WIB

Penistaan Agama oleh Ahok tak Boleh Dianggap Remeh

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin menyatakan persoalan kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bukan ...