Kamis, 23 Maret 2017 | 09.06 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Budi Gunawan: Kedekatan Dengan Jokowi Itu Selaku Saya Sebagai Wakapolri

Budi Gunawan: Kedekatan Dengan Jokowi Itu Selaku Saya Sebagai Wakapolri

Reporter : Rakisa | Rabu, 7 September 2016 - 15:42 WIB

IMG-17170

Budi Gunawan menjalani uji kelayakan oleh Komisi I DPR RI. (kininews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Komjen Pol Budi Gunawan yang menjalani Uji Kelayakan oleh Komisi I DPR RI pada Rabu (7/9/2016), ketika disinggung oleh wartawan terkait kedekatannya dengan Presiden Jokowi, membantah bahwa dirinya dekat dengan orang nomor 1 di Indonesia tersebut.

Budi menjelaskan bahwa, kedekatan dirinya hanya seputar hubungan antara Presiden dengan seoranng Wakapolri.

“Semua orang juga dekat. Artinya kedekatan itu selaku jabatan saya sebagai Wakapolri,” jelasnya, di Senayan, Gedung DPR RI, Jakarta Selatan, Rabu (7/9/2016).

Disinggung soal tugas Badan Intelejen Negara (BIN), dia berjanji jika nanti dilantik resmi oleh Jokowi sebagai Kepala BIN akan bekerja sesuai konstitusi, baik sesuai UUD 1945 maupun UU No.17 tahun 2019 tentang Intelejen Negara.

“Kemudian peraturan presiden No.90 tahun 2012 tentang Badan Intelejen Negara. Ini semua menjadi dasar kita di dalam nanti lebih memantapkan, menguatkan fungsi BIN baik itu di bidang deteksi dini maupun peringatan dini,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan Budi Gunawan telah dinyatakan layak sebagai calon kepala BIN menggantikan Letjen (purn) Sutiyoso oleh Komisi I DPR setelah tiga jam menjalani uji kelayakan.

(Baca Juga: Komisi I DPR Nyatakan Budi Gunawan Layak Jadi Kepala BIN)

Dalam pemaparannya didepan anggota Komisi I DPR RI, Budi menyampaikan tantangan yang akan dihadapi oleh dirinya jika dipercaya mengepalai organisasi indra Negara tersebut.

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:58 WIB

Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP

Sidang ketiga kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) akan kembali digelar hari ini, Kamis (23/3/2017) di Pengadilan ...
Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:53 WIB

Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi

Putusan Pengadilan Tinggi Urusan Agama (PTUN) akan dijadikan KPK sebagai pintu masuk kembali mengusut dugaan korupsi di reklamasi teluk Jakarta.Hal ...
Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 17:01 WIB

Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku

Publik digegerkan dengan menghilangnya dokumen sengketa Pilkada Dogiayi, Papua di Mahkamah Konstitusi.Hal ini jelas menjengkelkan, mengingat beberapa kasus sengketa pilkada ...
Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:33 WIB

Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki

Publik heboh membicarakan mobil dinas yang belum dikembalikan Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Pasalnya, kendaraan dinas Presiden Jokowi sempat ...
Fahri Hamzah Sebut KPK Melakukan Kekonyolan Telanjang
Hukum - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:19 WIB

Fahri Hamzah Sebut KPK Melakukan Kekonyolan Telanjang

Wakil Ketua DPR, Fachri Hamzah menegaskan namanya disebut dalam sidang kasus suap pajak PT EK Prima (EKP) adalah sebuah kekonyolan.Fahri ...
Taksi Online Akan Dikenakan Pajak, Pengamat: Undang-undangnya Mana ?
Nasional - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:13 WIB

Taksi Online Akan Dikenakan Pajak, Pengamat: Undang-undangnya Mana ?

Pengamat Transportasi, Azas Tigor Nainggolan mempertanyakan Undang-undang terkait pengenaan pajak terhadap transportasi online. Hal tersebut merespon statment pemerintah yang sering ...