Minggu, 26 Februari 2017 | 21.32 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Pengamat Militer: Tantangan Eksternal BIN adalah Globalisasi

Pengamat Militer: Tantangan Eksternal BIN adalah Globalisasi

Rabu, 7 September 2016 - 22:14 WIB

IMG-17175

Budi Gunawan menjalani uji kelayakan oleh Komisi I DPR RI. (kininews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Terkait persetujuan kelayakan Komisi I DPR RI dengan calon Badan Intelegen Negara (BIN), Budi Gunawan sebagai Kepala BIN untuk menggantikan Sutiyoso, pengamat Inteligen, Witler Slamet Silitonga mengungkapkan, bahwa kepala BIN tidak boleh membuat dikotomi apakah harus dari Tentara atau Polri.

“Banyak orang meragukan apakah benar BG bisa membawa BIN lebih hebat. Kita tak usah dikotomi BIN harus tentara atau sipil,” ujar Witler dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (7/9/2016).

Selain itu, Wilter menegaskan bahwa tantangan eksternal BIN adalah globalisasi. Oleh karena itu, calon yang diusulkan seorang presiden memang harus telah menguasai dua kepemimpinan.

“Kalau itu sudah diusulkan seorang presiden, calonnya seorang jenderal, artinya berarti dia sudah mengusai dua kepemimpinan, dia hebat dan berwawasan luas. BG pun mampu melaksanakan perubahan di tubuh BIN dengan program percepatan yang tepat. BIN juga harus paham dengan lawan sekarang sudah menggunakan cara-cara operasi intelijen. Sebab harapan masyarakat terhadap BIN sangat besar. ” ujarnya.

Witler pun mengusulkan SDM BIN sesuai dengan kompetensi badan inteligen dunia. BIN Indonesia ranking enam dunia. “Kalau sekarang saya yakin ranking 4 dunia,” tandasnya.

“Perubahan tata laksana operasi intelijen juga harus diubah. Kami usulkan semua karyawan struktural dan fungsional harus membuat LHKPN. Semua harus dipertanggunjawabkan. Mereka harus taat tata perundang-undangan,” imbuhnya.

Dengan demikian Witler yakin bahwa BG bisa memimpin BIN dengan baik. Ia menambahkan supaya menghilangkan dikotomi polisi atau militer.

“Kalau dia sudah jenderal, tak usah diragukan lagi. Dia bisa mampu membawa BIN ketempat SDM-SDM badan intelijen dunia,” pungkasnya.

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Jokowi-Turnbull Sepakat Saling Hormati Integritas Wilayah
- Minggu, 26 Februari 2017 - 12:36 WIB

Jokowi-Turnbull Sepakat Saling Hormati Integritas Wilayah

Presiden Jokowi dan Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull menyepakati untuk saling menghormati integritas wilayah dan tidak mencampuri urusan dalam negeri ...
Ini Nasehat Menag dan MUI Banyaknya Ajakan Tak Sholatkan Jenazah Pendukung Penista Agama
Peristiwa - Minggu, 26 Februari 2017 - 11:59 WIB

Ini Nasehat Menag dan MUI Banyaknya Ajakan Tak Sholatkan Jenazah Pendukung Penista Agama

Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin mengajak umat beragama untuk menjadikan rumah ibadah sebagai tempat saling merekatkan persaudaraan dan memperkokoh peri ...
Memalukan, Anggota DPRD Mengaku Bawa Bom di Manado
Nasional - Sabtu, 25 Februari 2017 - 18:37 WIB

Memalukan, Anggota DPRD Mengaku Bawa Bom di Manado

Penumpang pesawat Wings Air IW-1162 rute Manado-Melonguane, Joutje Adam membuat masalah. Karenanya, Otoritas Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara terpaksa ...
Freeport Lakukan Perampokan Alam Secara Legal
Nasional - Sabtu, 25 Februari 2017 - 18:13 WIB

Freeport Lakukan Perampokan Alam Secara Legal

Pengamat Energi Universitas Gajah Mada, Fahmy Radhi mengatakan sudah saatnya pemerintah Indonesia menghentikan kerjasama dengan PT Freeport Indonesia di Timika, ...
Raja Arab Dijadwalkan Singgah, Masjid Istiqlal Bakal Disterilkan
Peristiwa - Sabtu, 25 Februari 2017 - 15:55 WIB

Raja Arab Dijadwalkan Singgah, Masjid Istiqlal Bakal Disterilkan

Selain ke Bali dan Lombok Raja Arab, Raja Salman bin Abdulaziz juga dijadwalkan akan singgah di Masjid Istiqlal Jakarta.Raja Salman ...
Waduh, Jokowi Didemo Anak Sekolah, Kenapa?
Pendidikan - Sabtu, 25 Februari 2017 - 15:29 WIB

Waduh, Jokowi Didemo Anak Sekolah, Kenapa?

Demo dilakukan mahasiswa mungkin biasa terlihat. Namun, kali ini peserta demo adalah pelajar dari beberapa kota di sekitar Jakarta.Tak tanggung-tanggung, ...