Kamis, 25 Mei 2017 | 02.35 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Pengamat Militer: Tantangan Eksternal BIN adalah Globalisasi

Pengamat Militer: Tantangan Eksternal BIN adalah Globalisasi

Rabu, 7 September 2016 - 22:14 WIB

IMG-17175

Budi Gunawan menjalani uji kelayakan oleh Komisi I DPR RI. (kininews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Terkait persetujuan kelayakan Komisi I DPR RI dengan calon Badan Intelegen Negara (BIN), Budi Gunawan sebagai Kepala BIN untuk menggantikan Sutiyoso, pengamat Inteligen, Witler Slamet Silitonga mengungkapkan, bahwa kepala BIN tidak boleh membuat dikotomi apakah harus dari Tentara atau Polri.

“Banyak orang meragukan apakah benar BG bisa membawa BIN lebih hebat. Kita tak usah dikotomi BIN harus tentara atau sipil,” ujar Witler dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (7/9/2016).

Selain itu, Wilter menegaskan bahwa tantangan eksternal BIN adalah globalisasi. Oleh karena itu, calon yang diusulkan seorang presiden memang harus telah menguasai dua kepemimpinan.

“Kalau itu sudah diusulkan seorang presiden, calonnya seorang jenderal, artinya berarti dia sudah mengusai dua kepemimpinan, dia hebat dan berwawasan luas. BG pun mampu melaksanakan perubahan di tubuh BIN dengan program percepatan yang tepat. BIN juga harus paham dengan lawan sekarang sudah menggunakan cara-cara operasi intelijen. Sebab harapan masyarakat terhadap BIN sangat besar. ” ujarnya.

Witler pun mengusulkan SDM BIN sesuai dengan kompetensi badan inteligen dunia. BIN Indonesia ranking enam dunia. “Kalau sekarang saya yakin ranking 4 dunia,” tandasnya.

“Perubahan tata laksana operasi intelijen juga harus diubah. Kami usulkan semua karyawan struktural dan fungsional harus membuat LHKPN. Semua harus dipertanggunjawabkan. Mereka harus taat tata perundang-undangan,” imbuhnya.

Dengan demikian Witler yakin bahwa BG bisa memimpin BIN dengan baik. Ia menambahkan supaya menghilangkan dikotomi polisi atau militer.

“Kalau dia sudah jenderal, tak usah diragukan lagi. Dia bisa mampu membawa BIN ketempat SDM-SDM badan intelijen dunia,” pungkasnya.

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Jenis Bom Kampung Melayu Bom Panci
Peristiwa - Kamis, 25 Mei 2017 - 02:06 WIB

Jenis Bom Kampung Melayu Bom Panci

Aparat kepolisian memastikan bom bunuh diri di Halte Busway Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5) yang menewaskan 2 pelaku dan ...
Pelaku Bom Kampung Melayu 2 Orang, 3 Polisi Tewas
Peristiwa - Kamis, 25 Mei 2017 - 02:01 WIB

Pelaku Bom Kampung Melayu 2 Orang, 3 Polisi Tewas

Dua pelaku bom bunuh diri di Halte Busway Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5) dinyatakan tewas sedangkan 3 ...
Polisi Masih Olah TKP Bom Bunuh Diri
Peristiwa - Kamis, 25 Mei 2017 - 00:11 WIB

Polisi Masih Olah TKP Bom Bunuh Diri

Aparat Kepolisian saat ini masih melakukan proses olah TKP di depan Halte Bus Way, Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, lokasi ...
Gepeng dan Anak Jalanan Biasanya dari Jawa Barat
Nasional - Kamis, 25 Mei 2017 - 00:07 WIB

Gepeng dan Anak Jalanan Biasanya dari Jawa Barat

Dinas Sosial Kota Bekasi, mengungkapkan wilayahnya menjadi sasaran pengiriman gelandangan dan pengemis (gepeng) dari tiga wilayah provinsi di Indonesia menjelang ...
Aroma Sengit Tercium usai Bom Bunuh Diri
Peristiwa - Rabu, 24 Mei 2017 - 23:28 WIB

Aroma Sengit Tercium usai Bom Bunuh Diri

Aroma pascaledakan dugaan bom bunuh diri di Halte Busway Trans Jakarta Kampung Melayu, Jakarta Timur tercium jelas, Rabu (24/5) malam. ...
Polisi Luka di Halte Busway Kp Melayu
Peristiwa - Rabu, 24 Mei 2017 - 22:58 WIB

Polisi Luka di Halte Busway Kp Melayu

Sekitar pukul 21.30 WIB terdengar ledakan keras di Halte Busway Kampung Melayu, Rabu (24/5). Informasi yang dikumpulkan, tiga petugas kepolisian ...