Jumat, 27 April 2018 | 00.28 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Pengamat Militer: Tantangan Eksternal BIN adalah Globalisasi

Pengamat Militer: Tantangan Eksternal BIN adalah Globalisasi

Rabu, 7 September 2016 - 22:14 WIB

IMG-17175

Budi Gunawan menjalani uji kelayakan oleh Komisi I DPR RI. (kininews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Terkait persetujuan kelayakan Komisi I DPR RI dengan calon Badan Intelegen Negara (BIN), Budi Gunawan sebagai Kepala BIN untuk menggantikan Sutiyoso, pengamat Inteligen, Witler Slamet Silitonga mengungkapkan, bahwa kepala BIN tidak boleh membuat dikotomi apakah harus dari Tentara atau Polri.

“Banyak orang meragukan apakah benar BG bisa membawa BIN lebih hebat. Kita tak usah dikotomi BIN harus tentara atau sipil,” ujar Witler dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (7/9/2016).

Selain itu, Wilter menegaskan bahwa tantangan eksternal BIN adalah globalisasi. Oleh karena itu, calon yang diusulkan seorang presiden memang harus telah menguasai dua kepemimpinan.

“Kalau itu sudah diusulkan seorang presiden, calonnya seorang jenderal, artinya berarti dia sudah mengusai dua kepemimpinan, dia hebat dan berwawasan luas. BG pun mampu melaksanakan perubahan di tubuh BIN dengan program percepatan yang tepat. BIN juga harus paham dengan lawan sekarang sudah menggunakan cara-cara operasi intelijen. Sebab harapan masyarakat terhadap BIN sangat besar. ” ujarnya.

Witler pun mengusulkan SDM BIN sesuai dengan kompetensi badan inteligen dunia. BIN Indonesia ranking enam dunia. “Kalau sekarang saya yakin ranking 4 dunia,” tandasnya.

“Perubahan tata laksana operasi intelijen juga harus diubah. Kami usulkan semua karyawan struktural dan fungsional harus membuat LHKPN. Semua harus dipertanggunjawabkan. Mereka harus taat tata perundang-undangan,” imbuhnya.

Dengan demikian Witler yakin bahwa BG bisa memimpin BIN dengan baik. Ia menambahkan supaya menghilangkan dikotomi polisi atau militer.

“Kalau dia sudah jenderal, tak usah diragukan lagi. Dia bisa mampu membawa BIN ketempat SDM-SDM badan intelijen dunia,” pungkasnya.

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK
Peristiwa - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
PKS siapkan sembilan nama untuk  kalahkan Jokowi di Pilpres 2019
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...