Rabu, 21 Februari 2018 | 12.17 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Pengamat Militer: Tantangan Eksternal BIN adalah Globalisasi

Pengamat Militer: Tantangan Eksternal BIN adalah Globalisasi

Rabu, 7 September 2016 - 22:14 WIB

IMG-17175

Budi Gunawan menjalani uji kelayakan oleh Komisi I DPR RI. (kininews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Terkait persetujuan kelayakan Komisi I DPR RI dengan calon Badan Intelegen Negara (BIN), Budi Gunawan sebagai Kepala BIN untuk menggantikan Sutiyoso, pengamat Inteligen, Witler Slamet Silitonga mengungkapkan, bahwa kepala BIN tidak boleh membuat dikotomi apakah harus dari Tentara atau Polri.

“Banyak orang meragukan apakah benar BG bisa membawa BIN lebih hebat. Kita tak usah dikotomi BIN harus tentara atau sipil,” ujar Witler dalam diskusi di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (7/9/2016).

Selain itu, Wilter menegaskan bahwa tantangan eksternal BIN adalah globalisasi. Oleh karena itu, calon yang diusulkan seorang presiden memang harus telah menguasai dua kepemimpinan.

“Kalau itu sudah diusulkan seorang presiden, calonnya seorang jenderal, artinya berarti dia sudah mengusai dua kepemimpinan, dia hebat dan berwawasan luas. BG pun mampu melaksanakan perubahan di tubuh BIN dengan program percepatan yang tepat. BIN juga harus paham dengan lawan sekarang sudah menggunakan cara-cara operasi intelijen. Sebab harapan masyarakat terhadap BIN sangat besar. ” ujarnya.

Witler pun mengusulkan SDM BIN sesuai dengan kompetensi badan inteligen dunia. BIN Indonesia ranking enam dunia. “Kalau sekarang saya yakin ranking 4 dunia,” tandasnya.

“Perubahan tata laksana operasi intelijen juga harus diubah. Kami usulkan semua karyawan struktural dan fungsional harus membuat LHKPN. Semua harus dipertanggunjawabkan. Mereka harus taat tata perundang-undangan,” imbuhnya.

Dengan demikian Witler yakin bahwa BG bisa memimpin BIN dengan baik. Ia menambahkan supaya menghilangkan dikotomi polisi atau militer.

“Kalau dia sudah jenderal, tak usah diragukan lagi. Dia bisa mampu membawa BIN ketempat SDM-SDM badan intelijen dunia,” pungkasnya.

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bulog Ditugaskan Jaga Kestabilan Harga Pangan
Ekonomi - Rabu, 21 Februari 2018 - 11:19 WIB

Bulog Ditugaskan Jaga Kestabilan Harga Pangan

Sekretaris Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog), Siti Kuwati mengatakan, Bulog ditugaskan oleh Pemerintah untuk menjaga ketersediaan pangan dan ...
Rita Widyasari Mengaku Bisa Pertanggungjawabkan Tuduhan KPK
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 11:13 WIB

Rita Widyasari Mengaku Bisa Pertanggungjawabkan Tuduhan KPK

Bupati Kutai Kartanegara non-aktif, Rita Widyasari mengaku telah membaca dakwaan yang disusun oleh Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU ...
Bupati Kukar Rita Widyasari Jalani Sidang Perdana
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 10:47 WIB

Bupati Kukar Rita Widyasari Jalani Sidang Perdana

Bupati Kutai Kartanegara non-aktif, Rita Widyasari akan menghadapi sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Rabu, (21/2/2018).Agenda ...
10 Bulan Kasus Air Keras Novel Baswedan Mengambang, Ini Kata Wiranto
Hukum - Rabu, 21 Februari 2018 - 10:19 WIB

10 Bulan Kasus Air Keras Novel Baswedan Mengambang, Ini Kata Wiranto

Selama 10 bulan kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior KPK, Novel Baswedan belum juga tuntas.Pelaku teror penyiraman air ...
Megawati Makan Malam dengan Jokowi, Ini yang Dibahas
Politik - Rabu, 21 Februari 2018 - 09:48 WIB

Megawati Makan Malam dengan Jokowi, Ini yang Dibahas

Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri melakukan pertemuan sekaligus jamuan makan malam dengan Presiden Joko Widodo kemarin, Selasa (20/2/2018) malam ...
Hasil Istikharah, Habib Rizieq Batal Pulang ke Indonesia
Politik - Rabu, 21 Februari 2018 - 09:17 WIB

Hasil Istikharah, Habib Rizieq Batal Pulang ke Indonesia

Penyambutan kepulangan imam besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab telah dipersiapkan jauh-jauh hari. Panitia yang menunggu kepastian akhirnya ...