Rabu, 18 Januari 2017 | 00.05 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Ajip Rosidi: PDS HB Jassin Tak Menolak Dikelola Pemprov DKI

Ajip Rosidi: PDS HB Jassin Tak Menolak Dikelola Pemprov DKI

Kamis, 8 September 2016 - 17:29 WIB

IMG-17204

Ajip Rosidi (tengah) saat konferensi pers terkait PDS HB Jassin, Kamis (9/8/2016). (Kininews/RAKISA)

Jakarta, kini.co.id – Ketua Pembina Yayasan Dokumentasi Sastra (YDS) HB Jassin, Ajip Rosidi mengatakan pihaknya tidak pernah menolak Pemprov DKI mengelola PDS HB Jassin seperti apa yang disebut Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Ia mengatakan dalam perjalanannya, PDS HB Jassin dan Pemprov DKI memiliki hubungan yang baik. Namun, dengan bergantinya pemimpin, hubungan keduanya menjadi pasang surut. Bahkan PDS sempat mengalami krisis keuangan.

“Pada 2013, perubahan mencolok terjadi di mana Jokowi menjadi Gubernur, PDS HB Jassin mendapat bantuan Rp1,2 miliar per tahun. Namun, di 2015, ada peraturan baru soal dana hibah. Kemudian pengurus dan Badan PErpustakaan dan Asrsip Daerah DKI membuat kesepakatan bahwa Yayasan PDS akan bergabung di lingkungan Pemprov DKI,” jelasnya pada konferensi pers, Kamis (8/9/2016).

(Baca Juga : Disebut Hina Sastrawan, Ahok Diminta Belajar Sopan Santun)

Saat itu, lanjutnya, proposal permohonan anggaran untuk PDS HB Jassin tidak direalisasikan. Sehingga pengurus membuat surat permohonan dana kepada Gubernur DKI untuk menggaji 11 orang karyawan masing-masing Rp188.343.400 (Rp26.906.200 x 7 bulan).

Tanggal 30 Juni, ungkapnya, surat itu disetujui oleh Gubernur DKI Jakarta dengan cara pengiriman langsung ke rekening.

“Jadi PDS HB Jassin tidak menolak untuk bergabung di Pemda, tapi dari dulu cuma rapat-rapat melulu sampai empat puluh kali enggak pernah terealisasi. Jadi Ahok jangan ngomong asal,” katanya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tak Hanya Sebagai Pembina GMBI, Kapolda Jabar Mengaku membina 35 Orgnisasi
Hukum - Selasa, 17 Januari 2017 - 23:40 WIB

Tak Hanya Sebagai Pembina GMBI, Kapolda Jabar Mengaku membina 35 Orgnisasi

Kapolda Jabar, Irjen Anton Charliyan secara gentle mengakui dirinya memang sebagai pembina ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Tak hanya ...
PLN Diduga Lakukan Pemerasan kepada Warga Bekasi Utara
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 22:17 WIB

PLN Diduga Lakukan Pemerasan kepada Warga Bekasi Utara

Achmad Sugandi (53) warga perumahan Taman Wisma Asri RT 006 RW 014, Kelurahan Teluk pucung, Kecamatan Bekasi Utara, mengaku ...
Anggaran Besar jadi Alat Kampanye Walikota Bekasi
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 22:13 WIB

Anggaran Besar jadi Alat Kampanye Walikota Bekasi

Praktisi Politik dan Pemilhan kepala daerah, Jiwang Jiputro, menduga program kartu sakti berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang diluncurkan oleh ...
Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:43 WIB

Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI

Komisi III DPR berjanji akan menindaklanjuti pengaduan yang disampaikan pimpinan Front Pembela Islam terkait dugaan penyalahgunaan jabatan yang dilakukan Kapolda ...
Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:21 WIB

Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III

Pimpinan GNPF-MUI dan FPI mengadukan beberapa persoalan kepada Komisi III DPR yang akhir-akhir mencuat, salah satunya terkait insiden penyerangan yang ...
Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 20:56 WIB

Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami

Laman www.bmkg.go.id menyebutkan gempa bumi mengguncang Aceh dan Sabang. Goncangan sekuat 5,6 SR itu tak berpotensi tsunami. Bunyi dalam pernyataan ...