Rabu, 18 Januari 2017 | 00.10 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Setjen Kemenkeu Dapat Porsi Paling Besar, Ini Kata Sri Mulyani

Setjen Kemenkeu Dapat Porsi Paling Besar, Ini Kata Sri Mulyani

Reporter : Fadilah | Kamis, 8 September 2016 - 20:08 WIB

IMG-17206

Rapat DPR Komisi XI dengan Menkeu Sri Mulyani bahas RKAKL 2017, di Gedung DPR RI. (Kininews/fadilah)

Jakarta, kini.co.id – Menteri Keuangan RI Sri Mulyani hari ini mengusulkan pagu Anggaran untuk tahun 2017 dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2017 sebesar Rp 42,17 Triliun.

Berdasarkan unit kerja di lingkungan Kemenkeu, komposisi pagu anggaran 2017 diusulkan sebagai berikut Sekretariat Jenderal sebesar Rp16,8 triliun, Direktorat Jenderal (Ditjen) Anggaran Rp 156,5 miliar, Ditjen Pajak Rp 7,23 triliun, Ditjen Bea dan Cukai Rp 3,49 triliun, Ditjen Perimbangan Keuangan Rp 142,83 miliar, Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Rp 131,72 miliar, ‎Ditjen Perbendaharaan yang memperoleh pagu Rp 12,3 triliun termasuk di dalamnya anggaran Badan Layanan Umum (BLU) Sawit.

Unit lainnya seperti Ditjen Kekayaan Negara mendapat Rp 741,02 miliar, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Rp 788,43 miliar, dan Badan Kebijakan Fiskal (BKF) dengan alokasi pagu anggaran Rp 171,6 miliar di 2017.

Melihat data tersebut Sekretariat Jenderal (Setjen) mendapatkan porsi paling besar yakni sebanyak Rp 16,8 triliun. Dimana 81,5%-nya akan digunakan untuk belanja pegawai Kemenkeu sebanyak lebih dari 72.000 orang.

“Anggaran Setjen dialokasikan Rp 16,8 triliun itu untuk mengelola institusi Kemenkeu dengan baik,” tutur Sri dalam Rapat Kerja (Raker) bersama DPR RI, di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis, (8/9/2016).

Ani menambahkan, realisasi anggaran belanja pegawai Kemenkeu di APBN Perubahan (APBN-P) 2016 sebesar Rp 11,9 triliun hingga saat ini. Sementara pagu belanja pegawai mencapai Rp 15,92 triliun.

‎”Jadi dengan adanya penambahan ini diharapkan Sekjen bisa lebih baik lagi dalam mengelola institusi ini,” kata Ani.

Dengan sudah adanya komposisi tersebut, Ani meminta kepada unit-unit kerja di Direktorat terkait dapat segera mengelola anggaran mulai dari penyusunan APBN yang kredibel, hingga penyelesaian UU APBN.

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tak Hanya Sebagai Pembina GMBI, Kapolda Jabar Mengaku membina 35 Orgnisasi
Hukum - Selasa, 17 Januari 2017 - 23:40 WIB

Tak Hanya Sebagai Pembina GMBI, Kapolda Jabar Mengaku membina 35 Orgnisasi

Kapolda Jabar, Irjen Anton Charliyan secara gentle mengakui dirinya memang sebagai pembina ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Tak hanya ...
PLN Diduga Lakukan Pemerasan kepada Warga Bekasi Utara
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 22:17 WIB

PLN Diduga Lakukan Pemerasan kepada Warga Bekasi Utara

Achmad Sugandi (53) warga perumahan Taman Wisma Asri RT 006 RW 014, Kelurahan Teluk pucung, Kecamatan Bekasi Utara, mengaku ...
Anggaran Besar jadi Alat Kampanye Walikota Bekasi
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 22:13 WIB

Anggaran Besar jadi Alat Kampanye Walikota Bekasi

Praktisi Politik dan Pemilhan kepala daerah, Jiwang Jiputro, menduga program kartu sakti berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang diluncurkan oleh ...
Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:43 WIB

Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI

Komisi III DPR berjanji akan menindaklanjuti pengaduan yang disampaikan pimpinan Front Pembela Islam terkait dugaan penyalahgunaan jabatan yang dilakukan Kapolda ...
Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:21 WIB

Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III

Pimpinan GNPF-MUI dan FPI mengadukan beberapa persoalan kepada Komisi III DPR yang akhir-akhir mencuat, salah satunya terkait insiden penyerangan yang ...
Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 20:56 WIB

Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami

Laman www.bmkg.go.id menyebutkan gempa bumi mengguncang Aceh dan Sabang. Goncangan sekuat 5,6 SR itu tak berpotensi tsunami. Bunyi dalam pernyataan ...