Kamis, 25 Mei 2017 | 02.35 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Setjen Kemenkeu Dapat Porsi Paling Besar, Ini Kata Sri Mulyani

Setjen Kemenkeu Dapat Porsi Paling Besar, Ini Kata Sri Mulyani

Reporter : Fadilah | Kamis, 8 September 2016 - 20:08 WIB

IMG-17206

Rapat DPR Komisi XI dengan Menkeu Sri Mulyani bahas RKAKL 2017, di Gedung DPR RI. (Kininews/fadilah)

Jakarta, kini.co.id – Menteri Keuangan RI Sri Mulyani hari ini mengusulkan pagu Anggaran untuk tahun 2017 dalam Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2017 sebesar Rp 42,17 Triliun.

Berdasarkan unit kerja di lingkungan Kemenkeu, komposisi pagu anggaran 2017 diusulkan sebagai berikut Sekretariat Jenderal sebesar Rp16,8 triliun, Direktorat Jenderal (Ditjen) Anggaran Rp 156,5 miliar, Ditjen Pajak Rp 7,23 triliun, Ditjen Bea dan Cukai Rp 3,49 triliun, Ditjen Perimbangan Keuangan Rp 142,83 miliar, Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Rp 131,72 miliar, ‎Ditjen Perbendaharaan yang memperoleh pagu Rp 12,3 triliun termasuk di dalamnya anggaran Badan Layanan Umum (BLU) Sawit.

Unit lainnya seperti Ditjen Kekayaan Negara mendapat Rp 741,02 miliar, Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK) Rp 788,43 miliar, dan Badan Kebijakan Fiskal (BKF) dengan alokasi pagu anggaran Rp 171,6 miliar di 2017.

Melihat data tersebut Sekretariat Jenderal (Setjen) mendapatkan porsi paling besar yakni sebanyak Rp 16,8 triliun. Dimana 81,5%-nya akan digunakan untuk belanja pegawai Kemenkeu sebanyak lebih dari 72.000 orang.

“Anggaran Setjen dialokasikan Rp 16,8 triliun itu untuk mengelola institusi Kemenkeu dengan baik,” tutur Sri dalam Rapat Kerja (Raker) bersama DPR RI, di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis, (8/9/2016).

Ani menambahkan, realisasi anggaran belanja pegawai Kemenkeu di APBN Perubahan (APBN-P) 2016 sebesar Rp 11,9 triliun hingga saat ini. Sementara pagu belanja pegawai mencapai Rp 15,92 triliun.

‎”Jadi dengan adanya penambahan ini diharapkan Sekjen bisa lebih baik lagi dalam mengelola institusi ini,” kata Ani.

Dengan sudah adanya komposisi tersebut, Ani meminta kepada unit-unit kerja di Direktorat terkait dapat segera mengelola anggaran mulai dari penyusunan APBN yang kredibel, hingga penyelesaian UU APBN.

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Jenis Bom Kampung Melayu Bom Panci
Peristiwa - Kamis, 25 Mei 2017 - 02:06 WIB

Jenis Bom Kampung Melayu Bom Panci

Aparat kepolisian memastikan bom bunuh diri di Halte Busway Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5) yang menewaskan 2 pelaku dan ...
Pelaku Bom Kampung Melayu 2 Orang, 3 Polisi Tewas
Peristiwa - Kamis, 25 Mei 2017 - 02:01 WIB

Pelaku Bom Kampung Melayu 2 Orang, 3 Polisi Tewas

Dua pelaku bom bunuh diri di Halte Busway Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5) dinyatakan tewas sedangkan 3 ...
Polisi Masih Olah TKP Bom Bunuh Diri
Peristiwa - Kamis, 25 Mei 2017 - 00:11 WIB

Polisi Masih Olah TKP Bom Bunuh Diri

Aparat Kepolisian saat ini masih melakukan proses olah TKP di depan Halte Bus Way, Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, lokasi ...
Gepeng dan Anak Jalanan Biasanya dari Jawa Barat
Nasional - Kamis, 25 Mei 2017 - 00:07 WIB

Gepeng dan Anak Jalanan Biasanya dari Jawa Barat

Dinas Sosial Kota Bekasi, mengungkapkan wilayahnya menjadi sasaran pengiriman gelandangan dan pengemis (gepeng) dari tiga wilayah provinsi di Indonesia menjelang ...
Aroma Sengit Tercium usai Bom Bunuh Diri
Peristiwa - Rabu, 24 Mei 2017 - 23:28 WIB

Aroma Sengit Tercium usai Bom Bunuh Diri

Aroma pascaledakan dugaan bom bunuh diri di Halte Busway Trans Jakarta Kampung Melayu, Jakarta Timur tercium jelas, Rabu (24/5) malam. ...
Polisi Luka di Halte Busway Kp Melayu
Peristiwa - Rabu, 24 Mei 2017 - 22:58 WIB

Polisi Luka di Halte Busway Kp Melayu

Sekitar pukul 21.30 WIB terdengar ledakan keras di Halte Busway Kampung Melayu, Rabu (24/5). Informasi yang dikumpulkan, tiga petugas kepolisian ...