Rabu, 24 Mei 2017 | 09.07 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Luhut Siap Turunkan Waktu Dwelling Time di Seluruh Pelabuhan Jadi 2,2 Hari

Luhut Siap Turunkan Waktu Dwelling Time di Seluruh Pelabuhan Jadi 2,2 Hari

Reporter : Fadilah | Rabu, 14 September 2016 - 15:56 WIB

IMG-17292

Rapat di DPR RI tentang anggaran untuk Kemenko. (Kininews/FADILLAH)

Jakarta, kini.co.id – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengaku siap mencari upaya baru untuk mempercepat waktu dwelling time di seluruh pelabuhan yang ada di Indonesia dengan tingkat keamanan yang tinggi dan risikonya tidak ada sama sekali. Hal tersebut menyusul permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu.

“Sejauh ini saya sudah kirim orang tampa protokol disitu,” kata Luhut, di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu, (14/9/2016).

Lebih lanjut Luhut mengatakan lamanya waktu Dwelling Time di pelabuhan lantaran di pelabuhan utama Indonesia terdapat pada jalur merah, saat barang-barang itu mulai diperiksa.

Diketahui sebelumnya saat meresmikan Pelabuhan Peti Kemas di Jakarta Utara, Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta agar proses Dwelling Time di seluruh Pelabuhan yang ada di Indonesia hanya memakan waktu 2,2 hari. Hal tersebut diminta Jokowi demi meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia, terutama dalam hal pelayanan di pelabuhan.

Saat ini, yang Tanjung Priok sebagai pelabuhan yang dwelling timenya sudah baik dengan 3,2 hari sampai 3,7 hari. Sedangkan pelabuhan besar lainnya masih mencapai tujuh sampai delapan hari.

Lamanya proses Dwelling Time tersebut dicurigai Jokowi karena masih banyaknya pungli-pungli yang melakukan tindak perilaku tidak terpuji.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Ketika PBB Kepo Urusan Ahok, JK: Tidak Boleh Ikut Campur
Nasional - Rabu, 24 Mei 2017 - 08:10 WIB

Ketika PBB Kepo Urusan Ahok, JK: Tidak Boleh Ikut Campur

Dalam akun Twitter resmi Dewan HAM PBB di Asia, PBB mengaku prihatin atas kasus yang menimpa Ahok. Bahkan, PBB mendesak ...
Pembelaan HTI, Habib Rizieq Siapkan Ratusan Advokat
Hukum - Rabu, 24 Mei 2017 - 07:11 WIB

Pembelaan HTI, Habib Rizieq Siapkan Ratusan Advokat

Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) melakukan perlawanan hukum atas upaya pembubaran organisasinya oleh Pemerintah. Tudingan bahwa HTI anti Pancasila dan NKRI ...
Antisipasi Macet Arus Mudik, Pertamina Siagakan Mobile SPBU
Ekonomi - Rabu, 24 Mei 2017 - 00:09 WIB

Antisipasi Macet Arus Mudik, Pertamina Siagakan Mobile SPBU

Mengantisipasi kemacetan lalu lintas akibat antrian di SPBU saat musim mudik lebaran tahun ini, PT Pertamina (Persero) akan menyiagakan layanan ...
Kapolri Siap Ambil Alih Tugas KPK, Jika..
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 23:06 WIB

Kapolri Siap Ambil Alih Tugas KPK, Jika..

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan jajaran kepolisian siap mengambil alih tugas KPK dalam pemberantasan korupsi jika mendapat dukungan dari Komisi ...
JPU Banding: Tim Advokasi GNPF Merasa Aneh dan Tak Etis
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 22:39 WIB

JPU Banding: Tim Advokasi GNPF Merasa Aneh dan Tak Etis

Tim Advokasi GNPF-MUI sekaligus pengacara Habib Rizieq Shihab, Kapitra Ampera mengomentari pencabutan banding yang dilakukan keluarga dan kuasa hukum ...
Veronika Tan: Apa yang Dialami Kami Sudah Cukup
Hukum - Selasa, 23 Mei 2017 - 22:17 WIB

Veronika Tan: Apa yang Dialami Kami Sudah Cukup

Veronika Tan, istri terpidana kasus penistaan agama, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok mengungkapkan, semua apa yang menimpa sang suaminya sejak ...