Rabu, 18 Januari 2017 | 00.03 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Luhut Siap Turunkan Waktu Dwelling Time di Seluruh Pelabuhan Jadi 2,2 Hari

Luhut Siap Turunkan Waktu Dwelling Time di Seluruh Pelabuhan Jadi 2,2 Hari

Reporter : Fadilah | Rabu, 14 September 2016 - 15:56 WIB

IMG-17292

Rapat di DPR RI tentang anggaran untuk Kemenko. (Kininews/FADILLAH)

Jakarta, kini.co.id – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengaku siap mencari upaya baru untuk mempercepat waktu dwelling time di seluruh pelabuhan yang ada di Indonesia dengan tingkat keamanan yang tinggi dan risikonya tidak ada sama sekali. Hal tersebut menyusul permintaan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beberapa waktu lalu.

“Sejauh ini saya sudah kirim orang tampa protokol disitu,” kata Luhut, di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu, (14/9/2016).

Lebih lanjut Luhut mengatakan lamanya waktu Dwelling Time di pelabuhan lantaran di pelabuhan utama Indonesia terdapat pada jalur merah, saat barang-barang itu mulai diperiksa.

Diketahui sebelumnya saat meresmikan Pelabuhan Peti Kemas di Jakarta Utara, Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta agar proses Dwelling Time di seluruh Pelabuhan yang ada di Indonesia hanya memakan waktu 2,2 hari. Hal tersebut diminta Jokowi demi meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia, terutama dalam hal pelayanan di pelabuhan.

Saat ini, yang Tanjung Priok sebagai pelabuhan yang dwelling timenya sudah baik dengan 3,2 hari sampai 3,7 hari. Sedangkan pelabuhan besar lainnya masih mencapai tujuh sampai delapan hari.

Lamanya proses Dwelling Time tersebut dicurigai Jokowi karena masih banyaknya pungli-pungli yang melakukan tindak perilaku tidak terpuji.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tak Hanya Sebagai Pembina GMBI, Kapolda Jabar Mengaku membina 35 Orgnisasi
Hukum - Selasa, 17 Januari 2017 - 23:40 WIB

Tak Hanya Sebagai Pembina GMBI, Kapolda Jabar Mengaku membina 35 Orgnisasi

Kapolda Jabar, Irjen Anton Charliyan secara gentle mengakui dirinya memang sebagai pembina ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Tak hanya ...
PLN Diduga Lakukan Pemerasan kepada Warga Bekasi Utara
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 22:17 WIB

PLN Diduga Lakukan Pemerasan kepada Warga Bekasi Utara

Achmad Sugandi (53) warga perumahan Taman Wisma Asri RT 006 RW 014, Kelurahan Teluk pucung, Kecamatan Bekasi Utara, mengaku ...
Anggaran Besar jadi Alat Kampanye Walikota Bekasi
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 22:13 WIB

Anggaran Besar jadi Alat Kampanye Walikota Bekasi

Praktisi Politik dan Pemilhan kepala daerah, Jiwang Jiputro, menduga program kartu sakti berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang diluncurkan oleh ...
Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:43 WIB

Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI

Komisi III DPR berjanji akan menindaklanjuti pengaduan yang disampaikan pimpinan Front Pembela Islam terkait dugaan penyalahgunaan jabatan yang dilakukan Kapolda ...
Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:21 WIB

Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III

Pimpinan GNPF-MUI dan FPI mengadukan beberapa persoalan kepada Komisi III DPR yang akhir-akhir mencuat, salah satunya terkait insiden penyerangan yang ...
Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 20:56 WIB

Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami

Laman www.bmkg.go.id menyebutkan gempa bumi mengguncang Aceh dan Sabang. Goncangan sekuat 5,6 SR itu tak berpotensi tsunami. Bunyi dalam pernyataan ...