Rabu, 17 Januari 2018 | 21.37 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Tommy Soeharto Siap Bawa Pulang Asetnya ke RI

Tommy Soeharto Siap Bawa Pulang Asetnya ke RI

Reporter : Fadilah | Kamis, 15 September 2016 - 15:15 WIB

IMG-17306

Tommy Soeharto. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Anak Mantan Presiden RI Soeharto yakni Tommy Soeharto menyambangi KPP Wajib Pajak Besar, di Gedung Sudirman, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis, (15/9/2016). Kedatangannya tidak lain untuk mengikuti program pengampunan pajak alias Tax Amnesty.

Keikutsertaannya dalam program tersebut disambut secara langsung oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Ken Dwijugiasteadi, berbeda dengan James Riady, Boy Thohir, dan Erick Thohir yang juga mendaftarkan diri ikut tax amnesty di KPP Wajib Pajak Besar Sudirman namun hanya disambut oleh Kepala Kantor Pajak.

Dalam kesempatan tersebut Tommy mengaku siap membawa pulang aset-asetnya yang kini masih berada di luar negeri. Pasalnya sebagian besar harta yang di deklarasikannya berasal dari luar negeri.

“Bentuknya bermacam-macam ada aset dalam bentuk saham, reksa dana, piutang, dan lain sebagainya,” kata Tommy, di Jakarta, Kamis, (15/9/2016).

Aset-aset tersebut rupanya tidak hanya disimpan di satu negara, melainkan di beberapa negara juga. Rencananya aset-aset yamg ada di Luar negeri itu akan dibawa pulang ke Indonesia dan di repatriasi sebelum akhir tahun ini.

Namun saat ditanya berapa nilai asetnya yang di luar negeri yang akan di laporkannya itu ?

“Nah itu rahasia,” jawab Tommy.

Oleh sebab itu, Tommy mengimbau agar masyarakat segera mengikuti program tersebut. Kata Tommy dengan jujur membayar pajak, masyarakat mempunyai peran penting dalam pembangunan negeri ini.

“Saya saat ini bisa di sini karena prgram Tax Amnesty tidak perlu diragukan lagi. Ini program yang baik, tidak hanya untuk negara tapi juga untuk wajib pajak dalam jangka panjang,” tandasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Menteri Susi umumkan pencabutan larangan cantrang
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 18:38 WIB

Menteri Susi umumkan pencabutan larangan cantrang

Pemerintah resmi mencabut larangan penggunaan cantrang dan payang di kapal nelayan. Kebijakan itu dikeluarkan usai Presiden Jokowi dan Menteri Kelautan ...
Urgensi impor beras dipertanyakan
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 17:09 WIB

Urgensi impor beras dipertanyakan

Anggota DPR Sukamta menyatakan pemerintah harus mengkaji betul sebelum sebuah kebijakan yang diambil terkait impor beras.Dia mempertanyakan urgensi harus ...
DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:56 WIB

DPR Minta Tidak Ada Kebijakan Asing Untuk Miliki Pulau

Menanggapi adanya penawaran kepemilikan Pulau Ajab melalui situs privateislandsonline.com, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Lukman Edy menyatakan perlunya ketegasan ...
Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M  Ali jadi tersangka
Peristiwa - Rabu, 17 Januari 2018 - 16:45 WIB

Ustadz ‘akhir zaman’ Zulkifli M Ali jadi tersangka

Ustadz Zulkifli Muhammad Ali ditetapkan sebagai tersangka atas tuduhan sengaja menunjukkan kebencian atau ras benci kepada orang lain berdasarkan ras ...
Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag
Ekonomi - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:44 WIB

Pemerintah Mau Impor Beras 500 Ribu Ton, DPR Panggil Mendag

Mengatasi mahalnya beras di tengah masyarakat, Pemerintah Indonesia memutuskan untuk melakukan impor.Kementerian Perdagangan (Kemendag) RI memutuskan akan mengimpor beras sebanyak ...
Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam
Politik - Rabu, 17 Januari 2018 - 14:38 WIB

Rangkap jabatan Menteri, JK: Partai bisa diurus malam

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan menteri yang rangkap jabatan sebagai ketua partai bisa mengurus partai pada malam hari, ...