Senin, 20 November 2017 | 22.03 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Tommy Soeharto Siap Bawa Pulang Asetnya ke RI

Tommy Soeharto Siap Bawa Pulang Asetnya ke RI

Reporter : Fadilah | Kamis, 15 September 2016 - 15:15 WIB

IMG-17306

Tommy Soeharto. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Anak Mantan Presiden RI Soeharto yakni Tommy Soeharto menyambangi KPP Wajib Pajak Besar, di Gedung Sudirman, Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, Kamis, (15/9/2016). Kedatangannya tidak lain untuk mengikuti program pengampunan pajak alias Tax Amnesty.

Keikutsertaannya dalam program tersebut disambut secara langsung oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Ken Dwijugiasteadi, berbeda dengan James Riady, Boy Thohir, dan Erick Thohir yang juga mendaftarkan diri ikut tax amnesty di KPP Wajib Pajak Besar Sudirman namun hanya disambut oleh Kepala Kantor Pajak.

Dalam kesempatan tersebut Tommy mengaku siap membawa pulang aset-asetnya yang kini masih berada di luar negeri. Pasalnya sebagian besar harta yang di deklarasikannya berasal dari luar negeri.

“Bentuknya bermacam-macam ada aset dalam bentuk saham, reksa dana, piutang, dan lain sebagainya,” kata Tommy, di Jakarta, Kamis, (15/9/2016).

Aset-aset tersebut rupanya tidak hanya disimpan di satu negara, melainkan di beberapa negara juga. Rencananya aset-aset yamg ada di Luar negeri itu akan dibawa pulang ke Indonesia dan di repatriasi sebelum akhir tahun ini.

Namun saat ditanya berapa nilai asetnya yang di luar negeri yang akan di laporkannya itu ?

“Nah itu rahasia,” jawab Tommy.

Oleh sebab itu, Tommy mengimbau agar masyarakat segera mengikuti program tersebut. Kata Tommy dengan jujur membayar pajak, masyarakat mempunyai peran penting dalam pembangunan negeri ini.

“Saya saat ini bisa di sini karena prgram Tax Amnesty tidak perlu diragukan lagi. Ini program yang baik, tidak hanya untuk negara tapi juga untuk wajib pajak dalam jangka panjang,” tandasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:17 WIB

Dirut Garuda Sambangi KPK Klarifikasi Soal LHKPN

Direktur Utama PT Garuda Indonesia (Persero), Tbk, Pahala N Mansury menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan ...
PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR
Politik - Senin, 20 November 2017 - 17:12 WIB

PAN Desak Golkar untuk Pergantian Kursi Ketua DPR

Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPR Yandri Susanto mendesak Partai Golkar mengganti Setya Novanto dari kursi Ketua DPR RI. ...
Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti
Hukum - Senin, 20 November 2017 - 17:00 WIB

Proses hukum terhadap pimpinan KPK tergantung bukti

Wakapolri Komisaris Jenderal Syafrudin menegaskan kelanjutan proses hukum terhadap dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan pemalsuan surat dan ...
Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus  RUU Otsus Papua
Politik - Senin, 20 November 2017 - 16:01 WIB

Nasdem minta Pemerintah tidak gantung terus RUU Otsus Papua

Anggota Badan Legislasi DPR Sulaeman L. Hamzah menyatakan gelisah dengan nasib RUU Otsus Papua.Pasalnya, hingga saat ini RUU tersebut belum ...
Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap
Politik - Senin, 20 November 2017 - 15:42 WIB

Ketua DPR Masuk Bui, MKD Segera Ambil Sikap

Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) Sarifudin Sudding mengatakan, lembaganya segera mengambil sikap pacaspenahanan Ketua DPR Setya Novanto oleh KPK."Hari ini ...
Terkait Impor Tiang Pancang, Komisi VI: Akibat Rencana Pemerintah Kurang Matang
Ekonomi - Senin, 20 November 2017 - 15:33 WIB

Terkait Impor Tiang Pancang, Komisi VI: Akibat Rencana Pemerintah Kurang Matang

Bambang Haryo selaku Anggota Komisi VI DPR RI, sangat menyayangkan langkah yang diambil BUMN PT Waskiya Karya untuk mengimpor tiang ...