Kamis, 19 Januari 2017 | 09.20 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Pemilik 18 Kg Sabu di Medan Simpan BB di Rumah Tantenya

Pemilik 18 Kg Sabu di Medan Simpan BB di Rumah Tantenya

Kamis, 15 September 2016 - 17:55 WIB

IMG-17317

Barang bukti, 18 Kg Sabu-sabu yang diamankan BNN di jalan Setia Luhur Medan, Gang Sendiri. (Kininews/Ade)

Medan, kini.co.id – Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Arman Depari mengungkapkan, bahwa tersangka pemilik 18 Kg narkotika jenis sabu-sabu, dengan inisial BO, tidak menyimpan barang di rumahnya melainkan Barang Bukti (BB) tersebu di simpan di rumah tantenya yang berjarak 4 rumah dari kediamannya, di Jalan Setia Luhur, Gang Sendiri, Kelurahan Dwi Kora, Kecamatan Medan Helvetia, Medan, Sumatera Utara, Kamis (15/9/2016).

“Pemilik barang ini atas nama BO, menyimpan barang ini tidak dirumahnya, tetapi dirumah keluarganya yang lain, di rumah tantenya,” ungkap Arman Depari, di tempat kejadian perkara, Jalan Setia Luhur, Gang Sendiri, Kamis (15/9/2016).

Sementara itu, tante dan om dari tersangka BO berhasil melarikan diri, sehingga menjadikan mereka masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) BNN.

“2 orang tersebut, tante dan om nya melarikan diri. Kami mengimbau untuk menyerahkan diri,” ujar Arman.

Hal ini dikarenakan, BNN sudah memilki bukti yang kuat untuk melakukan penahanan, selain itu, dua DPO tersebut meninggalkan dua orang anak yang berusia 10 tahun.

BNN lakukan penggeledahan dirumah tersangka BO. (Kininews/Ade)

(Baca Juga: BNN Amankan 18 Kg Sabu-sabu Di Setia Luhur Medan)

Sementara itu, ketika disinggung terkait masuknya narokita jenis sabu tersebut ke Indonesia, Arman menduga sindikat ini memasukkan sabu dari jalur perairan Aceh dan membawa sabu tersebut ke Medan.

“kalau barang kami tenggarai dari Malaysia. Kemungkinan besar masuk dari perairan Aceh kemudian dibawa ke sumatera utara,” ungkapnya.

Kedua tersangka dijerat hukuman paling serendah-rendahnya kurungan 4 tahun penjara dan dengan hukuman maksimal yakni hukuman mati.

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 07:48 WIB

Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal

Setelah munculnya gesekan dalam sosial masyarakat, sejumlah pihak menginginkan pembubaran ormas-ormas radikal.Lucunya, ormas radikal selalu dikaitkan dengan ormas Islam sehingga ...
Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 02:54 WIB

Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan mantan Walikota Jakarta Pusat Sylviana Murni sebagai saksi dalam kasus ...
Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto
Hukum - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:57 WIB

Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto

Saat menghadiri pembukaan Rapat Pleno Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Watim-MUI), Mentri Polhukam Wiranto yang mewakili Presdien Jokowi, Rabu (18/1) ...
Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:34 WIB

Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal

Dia meminta pemerintah agar tidak hanya memperhatikan kekerasan fisik yang terjadi di lapangan untuk membubarkan ormas radikal. "Tapi mari juga ...
PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:55 WIB

PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara

Terkait dengan keluhan warga Taman Wisma Asri kepada pihak PLN Rayon Medan Satria, Bekasi Utara soal pembengkakan tarif listrik yang ...
Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:48 WIB

Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal

Anggota Komisi l DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi menyebutkan kerjasama antar TNI dan pemerintah belum maksimal pada beberapa program. Dengan ...