Senin, 29 Mei 2017 | 01.29 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Mendag Minta Importir Tambah Lahan Tanam Tebu

Mendag Minta Importir Tambah Lahan Tanam Tebu

Reporter : Fadilah | Jumat, 16 September 2016 - 14:29 WIB

IMG-17339

Mendag ketika sidak ke Pasar Grogol. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita meminta agar para importir gula membuat perjanjian dengan pemerintah. Perjanjian yang dimaksud adalah perjanjian memperluas lahan tanam tebu. Jadi setiap kali importir melakukan impor, ada penambahan lahan tanam tebu di negeri ini.

Intiplasma ini memang memakan waktu, namun hal seperti ini bagus kedepannya karena ada tujuan komitmen. Dimana setelah itu ada target yang jelas dan kurun waktu yang pas.

“Rencana ini sudah kita bicarakan dengan importir gula,” tutur Enggar, di Pasar Grogol, Jakarta Barat, Jumat, (16/9/2016).

Diakuinya untuk ekspansi ke arah tersebut, sangatlah tidak mudah. Karena mencari lahan yang masih subur dalam kondisi modern saat ini cukup sulit.

“Jadi kita paling akan garap yang sekiranya potensi lahannya memungkinkan,” kata Enggar.

Dengan adanya wacana tersebut, diharapkan dapat meningkatkan produksi gula tebu ditanah air. Dengan demikian bisa memperbaiki kesejahteraan petani tebu.

(Baca juga: Sidak Pasar, Mendag Sebut Harga Masih Stabil)

Sebagai informasi bahan baku gula rafinasi, yaitu gula mentah (raw sugar) untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri masih mengandalkan impor. Tahun ini impor gula mentah untuk bahan baku gula rafinasi telah ditetapkan sebanyak 3,2 juta ton.

Kuota impor untuk tahun ini telah diputuskan dalam rapat koordinasi terbatas di Kantor Menko Perekonomian beberapa waktu lalu.

Impor raw sugar ini berasal dari 3 negara, yaitu Brasil, Australia, dan Thailand. Ketiga negara ini merupakan eksportir utama raw sugar ke Indonesia. Selain itu, Brasil, Australia, dan Thailand juga produsen utama raw sugar di dunia bersama Amerika Serikat, India, Uni Eropa, Kuba, dan Afrika Selatan.

Kenaikan kuota impor raw sugar setiap tahun ditetapkan sebesar 5%. Padahal rata-rata pertumbuhan industri makanan dan minuman berkisar 7% per tahun. Sehingga industri makanan dan minuman kadang kesulitan mendapat gula rafinasi.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Besok Sore Halte Transjakarta Kampung Melayu Kembali Beroperasi
Peristiwa - Minggu, 28 Mei 2017 - 13:54 WIB

Besok Sore Halte Transjakarta Kampung Melayu Kembali Beroperasi

Paska ledakan yang terjadi di kawasan Terminal Kampung Melayu, aktivitas Halte Transjakarta yang sempat terhenti beberapa hari akibat terkena ledakan ...
Anak Suku Baduy Diajak Wisata ke TMII dan Monas Pada One Day for Children
Pendidikan - Minggu, 28 Mei 2017 - 11:31 WIB

Anak Suku Baduy Diajak Wisata ke TMII dan Monas Pada One Day for Children

Mentri Sosial, Khofifah Indhar Parawansa dalam akhir kunjunganya ke lokasi korban kebakaran warga Baduy Luar, Sabtu (27/5) sempat berdialog cukup ...
Kemensos Salurkan Rp3,2 Miliar Bantuan Kebakaran Bagi Suku Baduy Luar
Peristiwa - Minggu, 28 Mei 2017 - 10:57 WIB

Kemensos Salurkan Rp3,2 Miliar Bantuan Kebakaran Bagi Suku Baduy Luar

Ratusan korban kebakaran Kampung Cisaban, Desa Kanekes, Baduy Luar, Lebak, Banten, pada Selasa (23/5) lalu mendapatkan perhatian serius pemerintah melalui ...
Mentri Susi: Kalau Sahur Tidak Makan Ikan Saya Tenggelamkan ! Nah Lho,
Peristiwa - Sabtu, 27 Mei 2017 - 22:23 WIB

Mentri Susi: Kalau Sahur Tidak Makan Ikan Saya Tenggelamkan ! Nah Lho,

Cuitan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, dalam akun twitternya yang bercanda soal sahur dan buka puasa harus makan ikan ...
Posisi Sugito Sebagai Irjen Kemendes PDTT Diganti
Hukum - Sabtu, 27 Mei 2017 - 22:05 WIB

Posisi Sugito Sebagai Irjen Kemendes PDTT Diganti

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Eko Putro Sandjojo akan segera mengganti Irjen Kemendes PDTT, Sugito ...
Wiranto Ungkapkan Kegaulaunnya Hadapi Ancaman Kebhinekaan
Nasional - Sabtu, 27 Mei 2017 - 21:27 WIB

Wiranto Ungkapkan Kegaulaunnya Hadapi Ancaman Kebhinekaan

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mengungkapkan kegaulauannya dengan situasi saat ini, dimana muncul ancaman terhadap kebinekaan.Salah satunya ...