Selasa, 16 Januari 2018 | 17.59 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Mendag Minta Importir Tambah Lahan Tanam Tebu

Mendag Minta Importir Tambah Lahan Tanam Tebu

Reporter : Fadilah | Jumat, 16 September 2016 - 14:29 WIB

IMG-17339

Mendag ketika sidak ke Pasar Grogol. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita meminta agar para importir gula membuat perjanjian dengan pemerintah. Perjanjian yang dimaksud adalah perjanjian memperluas lahan tanam tebu. Jadi setiap kali importir melakukan impor, ada penambahan lahan tanam tebu di negeri ini.

Intiplasma ini memang memakan waktu, namun hal seperti ini bagus kedepannya karena ada tujuan komitmen. Dimana setelah itu ada target yang jelas dan kurun waktu yang pas.

“Rencana ini sudah kita bicarakan dengan importir gula,” tutur Enggar, di Pasar Grogol, Jakarta Barat, Jumat, (16/9/2016).

Diakuinya untuk ekspansi ke arah tersebut, sangatlah tidak mudah. Karena mencari lahan yang masih subur dalam kondisi modern saat ini cukup sulit.

“Jadi kita paling akan garap yang sekiranya potensi lahannya memungkinkan,” kata Enggar.

Dengan adanya wacana tersebut, diharapkan dapat meningkatkan produksi gula tebu ditanah air. Dengan demikian bisa memperbaiki kesejahteraan petani tebu.

(Baca juga: Sidak Pasar, Mendag Sebut Harga Masih Stabil)

Sebagai informasi bahan baku gula rafinasi, yaitu gula mentah (raw sugar) untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri masih mengandalkan impor. Tahun ini impor gula mentah untuk bahan baku gula rafinasi telah ditetapkan sebanyak 3,2 juta ton.

Kuota impor untuk tahun ini telah diputuskan dalam rapat koordinasi terbatas di Kantor Menko Perekonomian beberapa waktu lalu.

Impor raw sugar ini berasal dari 3 negara, yaitu Brasil, Australia, dan Thailand. Ketiga negara ini merupakan eksportir utama raw sugar ke Indonesia. Selain itu, Brasil, Australia, dan Thailand juga produsen utama raw sugar di dunia bersama Amerika Serikat, India, Uni Eropa, Kuba, dan Afrika Selatan.

Kenaikan kuota impor raw sugar setiap tahun ditetapkan sebesar 5%. Padahal rata-rata pertumbuhan industri makanan dan minuman berkisar 7% per tahun. Sehingga industri makanan dan minuman kadang kesulitan mendapat gula rafinasi.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Polri keluarkan 13 aturan untuk anggotanya di Pilkada serentak
Hukum - Selasa, 16 Januari 2018 - 17:36 WIB

Polri keluarkan 13 aturan untuk anggotanya di Pilkada serentak

Mabes Polri menegaskan jika 10 orang anggota Polri yang ikut maju dalam Pilkada serentak masih berstatus polisi hingga penetapan pasangan ...
JK Sebut Prabowo Tak Minta Mahar Ketika Sodorkan Anies Baswedan
Politik - Selasa, 16 Januari 2018 - 16:14 WIB

JK Sebut Prabowo Tak Minta Mahar Ketika Sodorkan Anies Baswedan

Pernyataan La Nyalla terkait mahar politik yang diminta Ketum Gerindra Prabowo Subianto menuai banyak reaksi di masyarakat.Sebagaian masyarakat tak menyangka ...
Zulhas: Sebentar Lagi Panen Raya, Impor Beras Akan Rugikan Petani
Ekonomi - Selasa, 16 Januari 2018 - 15:16 WIB

Zulhas: Sebentar Lagi Panen Raya, Impor Beras Akan Rugikan Petani

Zulkifli Hasan Selaku Ketua MPR RI mengkritisi rencana pemerintah yang akan mengimport beras dari Vietnam dan Thailand. Ia juga menyapaikan ...
12 Pasien Korban Ambruknya Gedung BEI Sudah Dibolehkan Pulang dari RS
Peristiwa - Selasa, 16 Januari 2018 - 15:13 WIB

12 Pasien Korban Ambruknya Gedung BEI Sudah Dibolehkan Pulang dari RS

Dua belas pasien korban ambruknya selasar Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta sudah diperbolehkan pulang dari Rumah Sakit (RS)."Kedua belas ...
Istri Melahirkan, PNS Bisa Ajukan Cuti
Pendidikan - Selasa, 16 Januari 2018 - 14:49 WIB

Istri Melahirkan, PNS Bisa Ajukan Cuti

Cuti melahirkan kini tak hanya diperbolehkan untuk wanita. Para pegawai negeri sipil (PNS) pria di Indonesia kini juga bisa mengajukan ...
Begini Kinerja Ketua DPR Baru Menurut Agus Hermanto
Politik - Selasa, 16 Januari 2018 - 13:39 WIB

Begini Kinerja Ketua DPR Baru Menurut Agus Hermanto

Telah dilantiknya Ketua DPR RI baru tentunya membawa suasana dan semangat baru di lingkungan Parlemen.Wakil Ketua DPR RI Agus Hermanto ...