Kamis, 30 Maret 2017 | 15.43 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Pengamat: Pelaku Korupsi Itu Perampok Berdasi

Pengamat: Pelaku Korupsi Itu Perampok Berdasi

Senin, 19 September 2016 - 12:23 WIB

IMG-17375

Irman Gusman keluar dari gedung KPK setelah diperiksa. (Kininews/Wahyu)

Jakarta, kini.co.id – Pengamat Politik, Maksimus Ramses Lalongkoe turut mengomentari Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman dan sejumlah pelaku lainnya.

Menurut pria yang akrab disapa Ramses ini, jika benar Ketua DPD RI, Irman Gusman terlibat praktek korupsi, tentu ini suatu tindakan memalukan bagi bangsa ini.

Berkaca pada tahun 2015 lalu saat menghadiri kegiatan Festival Antikorupsi di kota Bandung, Ketua DPD RI, Irman Gusman penah menyampaikan dengan tegas jika korupsi itu suatu kejahatan luar biasa sehingga pelakunya harus dihukum seberat-beratnya dan bila perlu harus dihukum mati seperti di negeri china.

“Iya saya juga mendapatkan informasi kalau Ketua DPD RI, Irman Gusman ditangkap KPK melalui Operasi Tangan Tangan Jumat malam. Kalau Dia benar ditangkap dan terlibat korupsi saya kira tindakan Irman suatu tindakan memilu dan memalukan bangsa ini. Irman inikan pernah omong di Bandung 2015 lalu saat hadiri kegiatan Festival antikorupsi Bandung, dia bilang korupsi itu kejahatan luar biasa maka pelakunya harus dihukum berat bahkan harus dihukum mati seperti di China, kan pernyataannya terbalik dengan situasi yang kita saksikan hari ini,” ujar Ramses kepada Kini.co.id, Senin (19/9).

Dosen Komunikasi Politik, Universitas Mercu Buana Jakarta ini menilai, perbuatan korupsi yang dilakukan para pejabat negara ini tidak lebih dari para perampok berdasi yang terus menerus bergentayangan dan merampok uang rakyat melalui kekuasaan yang mereka miliki.

Jika Irman Gusman lanjut pria yang biasa disapa Ramses ini, berpegang teguh pada ucapan sebelumnya dan mau menghargai rakyat Indonesia, semestinya perbuatan melawan hukum ini tidak perlu terjadi apalagi mereka-mereka ini menjadi contoh bagi generasi penerus bangsa ini.

“Saya pikir antara ucapan dan perbuatan sudah tidak sejalan. Contohnya pak Ketua DPD ini, sebelumnya ngomong hukuman mati bagi koruptor kok justeru dia yang lakukan perbuatan itu sekarang. Itu artinya perbuatan korupsi yang dilakukan pejabat negara ini tidak lebih dari para perampok berdasi yang terus bergentayangan dan merampok uang negara melalui kekuasaan yang mereka miliki”, tegasnya.

Seperti diberitakan, Jumat malam, Komisi Antirasua kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan dan kali ini menimpa Ketua DPD RI, Irman Gusman bersama sejumlah orang di rumah dinasnya. Saat ini penyidik KPK masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah nama yang ikut ditangkap KPK.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hakim Belum mau Tetapkan Miryam Haryani sebagai Tersangka
Nasional - Kamis, 30 Maret 2017 - 15:11 WIB

Hakim Belum mau Tetapkan Miryam Haryani sebagai Tersangka

Majelis Hakim kasus dugaan korupsi dalam pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) TA 2011-2012 dengan terdakwa Irman dan Sugiharto ...
Jaksa KPK Minta Miryam Haryani Ditetapkan Menjadi Tersangka
Nasional - Kamis, 30 Maret 2017 - 14:55 WIB

Jaksa KPK Minta Miryam Haryani Ditetapkan Menjadi Tersangka

Sidang konfrontir antara Politisi Hanura, Miryam S Haryani dengan tiga penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, Ambarita Damanik, dan ...
Disarankan Kembalikan Uang Korupsi e-KTP, Miryam Haryani: Habis Saya!
Hukum - Kamis, 30 Maret 2017 - 14:40 WIB

Disarankan Kembalikan Uang Korupsi e-KTP, Miryam Haryani: Habis Saya!

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan membenarkan bahwa dia pernah menyarankan kepada Politisi Miryam S Haryani untuk mengembalikan uang ...
Aksi 313 Ibarat Perang Badar
Nasional - Kamis, 30 Maret 2017 - 14:15 WIB

Aksi 313 Ibarat Perang Badar

Forum Umat Islam (FUI) menyebutkan momentum aksi 313 yang menuntut pencopotan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta, ...
Wow! Ganjar Pranowo Tahu Soal Bagi-Bagi Uang
Hukum - Kamis, 30 Maret 2017 - 14:12 WIB

Wow! Ganjar Pranowo Tahu Soal Bagi-Bagi Uang

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo rupanya mengetahui perihal bagi-bagi uang hasil dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP APBN TA 2011-2012.Demikian ...
Novel Baswedan Akui Makan Kue Durian Saat Periksa Miryam Haryani
Hukum - Kamis, 30 Maret 2017 - 12:54 WIB

Novel Baswedan Akui Makan Kue Durian Saat Periksa Miryam Haryani

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, tak menampik terkait pengakuan Politisi Hanura, Miryam S Haryani yang merasa terganggu olehnya ...