Sabtu, 20 Januari 2018 | 09.59 WIB
KiniNEWS>Nasional>Nasional>Pengamat: Pelaku Korupsi Itu Perampok Berdasi

Pengamat: Pelaku Korupsi Itu Perampok Berdasi

Senin, 19 September 2016 - 12:23 WIB

IMG-17375

Irman Gusman keluar dari gedung KPK setelah diperiksa. (Kininews/Wahyu)

Jakarta, kini.co.id – Pengamat Politik, Maksimus Ramses Lalongkoe turut mengomentari Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Irman Gusman dan sejumlah pelaku lainnya.

Menurut pria yang akrab disapa Ramses ini, jika benar Ketua DPD RI, Irman Gusman terlibat praktek korupsi, tentu ini suatu tindakan memalukan bagi bangsa ini.

Berkaca pada tahun 2015 lalu saat menghadiri kegiatan Festival Antikorupsi di kota Bandung, Ketua DPD RI, Irman Gusman penah menyampaikan dengan tegas jika korupsi itu suatu kejahatan luar biasa sehingga pelakunya harus dihukum seberat-beratnya dan bila perlu harus dihukum mati seperti di negeri china.

“Iya saya juga mendapatkan informasi kalau Ketua DPD RI, Irman Gusman ditangkap KPK melalui Operasi Tangan Tangan Jumat malam. Kalau Dia benar ditangkap dan terlibat korupsi saya kira tindakan Irman suatu tindakan memilu dan memalukan bangsa ini. Irman inikan pernah omong di Bandung 2015 lalu saat hadiri kegiatan Festival antikorupsi Bandung, dia bilang korupsi itu kejahatan luar biasa maka pelakunya harus dihukum berat bahkan harus dihukum mati seperti di China, kan pernyataannya terbalik dengan situasi yang kita saksikan hari ini,” ujar Ramses kepada Kini.co.id, Senin (19/9).

Dosen Komunikasi Politik, Universitas Mercu Buana Jakarta ini menilai, perbuatan korupsi yang dilakukan para pejabat negara ini tidak lebih dari para perampok berdasi yang terus menerus bergentayangan dan merampok uang rakyat melalui kekuasaan yang mereka miliki.

Jika Irman Gusman lanjut pria yang biasa disapa Ramses ini, berpegang teguh pada ucapan sebelumnya dan mau menghargai rakyat Indonesia, semestinya perbuatan melawan hukum ini tidak perlu terjadi apalagi mereka-mereka ini menjadi contoh bagi generasi penerus bangsa ini.

“Saya pikir antara ucapan dan perbuatan sudah tidak sejalan. Contohnya pak Ketua DPD ini, sebelumnya ngomong hukuman mati bagi koruptor kok justeru dia yang lakukan perbuatan itu sekarang. Itu artinya perbuatan korupsi yang dilakukan pejabat negara ini tidak lebih dari para perampok berdasi yang terus bergentayangan dan merampok uang negara melalui kekuasaan yang mereka miliki”, tegasnya.

Seperti diberitakan, Jumat malam, Komisi Antirasua kembali melakukan Operasi Tangkap Tangan dan kali ini menimpa Ketua DPD RI, Irman Gusman bersama sejumlah orang di rumah dinasnya. Saat ini penyidik KPK masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah nama yang ikut ditangkap KPK.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 22:02 WIB

Redam tensi Pilkada, Polri bentuk Satgas Nusantara

Polri menurunkan Satuan Tugas (Satgas) Nusantara untuk meredam panasnya isu-isu politik dalam Pilkada serentak 2018. Dengan menggandeng tokoh agama , ...
Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan
Peristiwa - Jumat, 19 Januari 2018 - 20:02 WIB

Proses tender rampung, impor beras mulai jalan pekan depan

Perusahaan Umum (Perum) Bulog akan mulai melakukan impor beras pada pekan depan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menyatakan Perum ...
Rita Widyasari sebut puluhan koleksi tasnya ada yang palsu
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:54 WIB

Rita Widyasari sebut puluhan koleksi tasnya ada yang palsu

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) nonaktif, Rita Widyasari menyatakan diantara puluhan koleksi tas mewahnya itu terdapat sejumlah tas yang palsu. Hal ...
Verifikasi parpol lama mulai 28 Januari
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:42 WIB

Verifikasi parpol lama mulai 28 Januari

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyatakan faktor waktu dan ketersediaan anggaran menjadi kendala dalam melakukan verifikasi faktual terhadap ...
Rita Widyasari mengaku asetnya dari hasil tambang
Hukum - Jumat, 19 Januari 2018 - 19:09 WIB

Rita Widyasari mengaku asetnya dari hasil tambang

Bupati Kutai Kartanegara nonaktif Rita Widyasari mengaku aset dan harta kekayaannya berasal dari usaha tambang miliknya ."Tadi penyidik bilang bahwa ...
Ketut sebut prahara internal partai Hanura berakhir
Politik - Jumat, 19 Januari 2018 - 17:37 WIB

Ketut sebut prahara internal partai Hanura berakhir

Konflik internal di tubuh Partai Hanura antara kubu Manhattan yang dipimpin Oesman Sapta Odang alias OSO dengan kubu Ambhara ...