Senin, 24 April 2017 | 12.20 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Menunggu Bertahun-tahun, Murdaya Poo Mengaku Lega Bisa Ikut Tax Amnesti

Menunggu Bertahun-tahun, Murdaya Poo Mengaku Lega Bisa Ikut Tax Amnesti

Senin, 19 September 2016 - 16:07 WIB

IMG-17387

Kedua dari kanan Murdaya Widyawimarta Poo saat memberikan keterangan kepada media di Kantor DJP Jaksel, didampingi Wakil Ketua Apindo Suryadi Sasmita (pertama dari kanan) diterima Ka Kanwil DJP Jaksel-I, Sakli Anggoro, Senin (19/9/2016). (Kininews/RAKISA)

Jakarta, kini.co.id – Satu persatu pengusaha kelas kakap Indonesia mendaftarkan diri ikut serta program amnesti pajak atau tax amnesty. Sebelumnya sejumlah nama pengusaha ternama tanah air juga telah ikut program amnesti pajak, seperti Sofjan Wanandi, James Riady, Garibaldi Thohir, Erick Thohir, dan Hutomo Mandala Putra atau Tommy Soeharto.

Kali ini salah satu pengusaha keturunan Tionghoa, Poo Tjie Gwan atau Poo Djie Thiong atau biasa disapa Murdaya Widyawimarta Poo ikut menyukseskan program pemerintah tersebut.

Pengusaha terkaya versi majalah forbes dengan kekayaan mencapai USD2,1 miliar itu, Senin (19/9/2016) pagi tadi mendatangi Kanwil DJP Jakarta Selatan didampingi Wakil Ketua Umum Apindo, Suryadi Sasmita dan terima langsung Ka Kanwil DJP Jakarta Selatan I, Sakli Anggoro dilantai 24.

“Saya pribadi, adanya amnesti pajak ini sudah kita tunggu bertahun-bertahun. Amnesti pajak ini bisa terjadi kalau Presiden ini jujur dan ini keberanian Pak Jokowi. Kita sebagai pengusaha, kita sambut baik,” ujar Murdaya, di Kanwil DJP Jakara Selatan, Jalan Jenderal Gatot Subroto, Jakarta, Senin (19/9/2016) kepada awak media.

Ia mengaku telah menunggu selama bertahun-tahun agar pemerintah melaksanakan amnesti pajak. Tak hanya dia seorang, pengusaha lainnya pun menanti kebijakan pemerintah untuk mengampuni pajak pribadi atau badan yang hanya berlaku hingga 31 Maret 2017 ini.

Murdaya menjelaskan bahwa pelaporan harta dalam rangka mengikuti program amnesti pajak sangat mudah. Ditjen Pajak Kemenkeu telah memberi kemudahan bagi para pengusaha yang ingin berpartisipasi dalam program tersebut.

“Selama ini Ditjen Pajak dan pemerintah sangat membantu karena ini begitu kooperatif, kerja sama yang luar biasa. Saya sangat lega, apalagi umur saya yang sudah lumayan. Ada deklarasi dan repatriasi,” pungkas Murdaya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Berikut Nama-Nama Korban Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor
Peristiwa - Sabtu, 22 April 2017 - 21:42 WIB

Berikut Nama-Nama Korban Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor

Unit Lakalantas Polres Bogor Kabupaten, mengkonfirmasi data nama-nama korban meninggal dunia dan luka berat dalam kecelakaan beruntun yang terjadi di ...
Tabrakan Beruntun 12 Kendaraan di Puncak, Bogor, 3 Tewas
Peristiwa - Sabtu, 22 April 2017 - 21:22 WIB

Tabrakan Beruntun 12 Kendaraan di Puncak, Bogor, 3 Tewas

Kecelakaan maut yang melibatkan 12 kendaaran terjadi di Jl Raya Puncak, tepatnya di tanjakan Selarong, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Sabtu ...
Tak Jadi Potong Kuping, Haji Lulung Potong Kambing
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 17:41 WIB

Tak Jadi Potong Kuping, Haji Lulung Potong Kambing

Kuping dan hidung milik Abraham Lunggana alias Haji Lulung terselamatkan. Karena tidak jadi dipotong, pasalnya Basuki Purnama alias Ahok terbukti ...
KPK Perlu Selidiki Kasus Novel Baswedan
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 17:02 WIB

KPK Perlu Selidiki Kasus Novel Baswedan

Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan KPK perlu melakukan penyelidikan sendiri ...
Menolak Forum Khilafah Internasional
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 15:18 WIB

Menolak Forum Khilafah Internasional

Rencana Forum Khilafah Internasional yang akan diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Minggu (23/4) besok mendapatakan penolakan dari salah satu ...
Penistaan Agama oleh Ahok tak Boleh Dianggap Remeh
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 15:01 WIB

Penistaan Agama oleh Ahok tak Boleh Dianggap Remeh

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin menyatakan persoalan kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bukan ...