Selasa, 30 Mei 2017 | 05.37 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Libur Panjang, Alasan Pengusaha Mohon Perpanjang Tax Amnesty

Libur Panjang, Alasan Pengusaha Mohon Perpanjang Tax Amnesty

Reporter : Fadilah | Selasa, 20 September 2016 - 14:49 WIB

IMG-17403

Pajak. (Ilustrasi)

Jakarta, kini.co.id – Periode I program pengampunan pajak (Tax Amnesty) dengan tarif tebusan sebesar 2% akan segera berakhir.

Atas dasar hal itu para pengusaha kakap yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) meminta agar pemerintah memperpanjang masa waktu Periode I program tersebut.

Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P Roeslani mengaku ada beberapa alasan yang membuat para pengusaha meminta agar batasan waktu periode I diperpanjang.

Salahsatu alasannya karena sejak pertama Tax Amnesty yang dimulai sejak disahkan UU-nya pada akhir Juni, sudah banyak waktu yang terpangkas akibat ada banyaknya hari libur nasional.

Misalnya saja pada bulan Juli lalu, sudah banyak dipangkas oleh libur Lebaran. Belum lagi sosialisasi yang dilakukan pemerintah baru gencar dijalankan setelah Lebaran.

“Dari sejak Juni, kan memang berlaku tiga bulan. Tapi Juli saja kepotongnya banyak banget, ada Lebaran. Kemudian sosialisasi saja baru banyak dikeluarin, kemudian PMK perusahaan cangkang SPV baru keluar lama, itu saja sudah kepotong banyak,” kata Rosan, di Jakarta, Selasa, (20/9/2016).

Atas dasar itu dia berpendapat bahwa waktu tersebut dirasa tidak cukup bagi para pengusaha kelas kakap yang beeminat mengikuti program tersebut.

“Sebab, mereka harus lebih dulu melakukan konsolidasi laporan keuangan terhadap perusahaan yang dimilikinya. Jadi tidak gampang lho, sekarang belum masuk nih kita laporin, tidak segampang itu, ada dampak bukunya. Begitu kita masukin ke aset kan harus balance, dan ini baru satu bertumpuk-tumpuk, ratusan, puluhan, bahkan ada yang saya bilang sampai ribuan perusahaan satu orang, perusahaan konglomerat ini, besar-besar lagi,” jelasnya.

Bahkan konsolidasi laporan keuangan perusahaan yang tidak mudah ini juga dirasakan langsung oleh dirinya.

Mau tidak mau dia sampai harus menyewa seorang konsultan pajak agar bisa mengikuti tax amnesty sebelum 27 September.

“Konsolidasinya enggak gampang, saya aja mengalami ini, sudah hire konsultan pajak pokoknya selesaikan sebelum tanggal 27,” katanya.

Perihal tersebut Rosan mengaku sudah membicaraknnya dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Namun kata Kemenkeu masih harus ditelaah lebih dulu sebelum akhirnya diputuskan.

“Semoga saja Kementerian Keuangan responnya baik. Karena lumayan jugakan dari 2% ke 4%,” tandasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Soal e-KTP, Setnov Kirim Pesan pada Mantan Sekjen Kemendagri
Nasional - Senin, 29 Mei 2017 - 22:23 WIB

Soal e-KTP, Setnov Kirim Pesan pada Mantan Sekjen Kemendagri

Ketua DPR, Setya Novanto rupanya mengirimkan pesan kepada mantan Sekjen Kemendagri, Diah Anggraini soal proyek e-KTP.Pesan tersebut disampaikan Zudan Arif ...
30 Titik Bangli Masih Berdiri di Kota Bekasi
Nasional - Senin, 29 Mei 2017 - 21:48 WIB

30 Titik Bangli Masih Berdiri di Kota Bekasi

Sebanyak 30 titik bangunan liar (bangli) masih berdiri kokoh di Kota Bekasi. Jenis bangunannya beragam, dari semi permanen hingga permanen.Lokasinya ...
Habib Rizieq Praperadilankan Penetapan Tersangka
Hukum - Senin, 29 Mei 2017 - 19:48 WIB

Habib Rizieq Praperadilankan Penetapan Tersangka

Kuasa hukum Imam Besar (FPI) Habib Rizieq Syihab menyatakan akan mengajukan gugatan praperadilan terhadap penetapan tersangka dugaan penyebaran percakapan dan ...
Habib Rizieq Tersangka Dugaan Percakapan Pornografi
Hukum - Senin, 29 Mei 2017 - 19:21 WIB

Habib Rizieq Tersangka Dugaan Percakapan Pornografi

Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab sebagai tersangka terkait dugaan penyebaran percakapan dan foto pornografi ...
Ini Peringatan Pemkot Bekasi untuk The Jakmania
Nasional - Senin, 29 Mei 2017 - 19:21 WIB

Ini Peringatan Pemkot Bekasi untuk The Jakmania

Pemerintah Kota Bekasi memberi peringatan kepada panitia pelaksana (panpel) pertandingan Persija Jakarta kontra Arema FC dalam lanjutan liga 1, di ...
Andi Narogong Mengaku Pernah Dilempar Piring
Nasional - Senin, 29 Mei 2017 - 19:19 WIB

Andi Narogong Mengaku Pernah Dilempar Piring

Terdakwa pertama kasus e-KTP (Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik); Irman membantah tudingan Andi Agustinus alias Andi Narogong yang menyebut dirinya ...