Minggu, 25 Februari 2018 | 18.42 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Bahas Harga Gas, Menperin Kumpulkan Pelaku Industri

Bahas Harga Gas, Menperin Kumpulkan Pelaku Industri

Reporter : Fadilah | Kamis, 22 September 2016 - 11:55 WIB

IMG-17431

Ilustrasi

Jakarta, kini.co.id – Harga gas industri di Indonesia yang mahal terus menjadi topik pembicaraan yang menarik. Perihal tersebut Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengumpulkan para pelaku industri dalam negeri, hari ini 22 September 2016 di Kantornya, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan.

Tema acara tersebut adalah ‘Efek Berganda Dari Penurunan Harga Gas Industri dan Dampaknya Bagi Perekonomian Nasional’.

Dalam kesempatan tersebut Airlangga mengatakan bahwa gas menjadi salah satu faktor kemudahan berbisnis di Indonesia karena gas menjadi infrastruktur industri. Sebab ketersediaan serta harga listrik dan gas sebagai infrastruktur industri amat berpengaruh terhadap daya saing industri.

“Negara yang paling bersaing dengan Indonesia itu Thailand dan Vietnam. Kalau saya kasih angka indeks, Thailand untuk gas indeksnya 100, Vietnam 120, Indonesia 170,” tuturnya, di Jakarta, Kamis, (22/9).

Harga gas Indonesia saat ini adalah di kisaran US$ 8-9 per MMBTU, sedangkan negara lain berada dikisaran US$ 5-6 per MMBTU. Dengan kebutuhan gas mencapai 2.280 million metric standard cubic feet per day (mmscfd), harga gas untuk industri saat ini dirasa masih belum kompetitif.

“Bilasaja harga gas di Indonesia berada pada level yang sama dengan negara-negara tetangga, maka saya yakin produk Indonesia akan memiliki daya saing yang makin kuat,” katanya meyakini.

Oleh karena itu, pihaknya menyambut positif Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2016 yang menjadi dasar hukum revisi harga gas ke industri sejak Mei lalu. Dengan beleid, harga gas ke industri tertentu yang telah tertuang dalam Perpres belum cukup.

Alhasil, pemerintah mengusulkan adanya revisi dari Perpres ini dengan memperluas cakupan sektor industri dari tujuh sektor menjadi 10 sektor serta ditambah industri yang berlokasi di kawasan industri.

“Penambahan sektor industri tersebut juga sudah masuk dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yang dibahas dengan Presiden,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:58 WIB

Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir melanda sejumlah daerah di ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:51 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi

Petak jalan rel kereta api di kilometer 185 + 500 sampai dengan 186 + 600 (Stasiun Tanjung - Stasiun Losari  ...
Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi
Politik - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:25 WIB

Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Puan Maharani mengatakan partainya telah mengantongi kriteria dan nama-nama calon wakil ...
Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun
Ekonomi - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:19 WIB

Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun

PT Angkasa Pura I (Persero) di 2018 akan menginvestasikan Rp18,8 triliun untuk membangun sejumlah infrastruktur bandar udara untuk perbaikan dan ...
PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU
Hukum - Sabtu, 24 Februari 2018 - 14:17 WIB

PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU

Tak terima partainya tak lolos verifikasi, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra kekeuh akan menyeret seluruh ...
TGB: Kualitas Siswa Jebolan Pesantren Tak Kalah dari Sekolah Umum
Pendidikan - Sabtu, 24 Februari 2018 - 12:49 WIB

TGB: Kualitas Siswa Jebolan Pesantren Tak Kalah dari Sekolah Umum

Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Tuan Guru Haji (TGH) Muhammad Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) memberi semangat kepada ...