Jumat, 23 Juni 2017 | 22.31 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Bahas Harga Gas, Menperin Kumpulkan Pelaku Industri

Bahas Harga Gas, Menperin Kumpulkan Pelaku Industri

Reporter : Fadilah | Kamis, 22 September 2016 - 11:55 WIB

IMG-17431

Ilustrasi

Jakarta, kini.co.id – Harga gas industri di Indonesia yang mahal terus menjadi topik pembicaraan yang menarik. Perihal tersebut Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengumpulkan para pelaku industri dalam negeri, hari ini 22 September 2016 di Kantornya, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan.

Tema acara tersebut adalah ‘Efek Berganda Dari Penurunan Harga Gas Industri dan Dampaknya Bagi Perekonomian Nasional’.

Dalam kesempatan tersebut Airlangga mengatakan bahwa gas menjadi salah satu faktor kemudahan berbisnis di Indonesia karena gas menjadi infrastruktur industri. Sebab ketersediaan serta harga listrik dan gas sebagai infrastruktur industri amat berpengaruh terhadap daya saing industri.

“Negara yang paling bersaing dengan Indonesia itu Thailand dan Vietnam. Kalau saya kasih angka indeks, Thailand untuk gas indeksnya 100, Vietnam 120, Indonesia 170,” tuturnya, di Jakarta, Kamis, (22/9).

Harga gas Indonesia saat ini adalah di kisaran US$ 8-9 per MMBTU, sedangkan negara lain berada dikisaran US$ 5-6 per MMBTU. Dengan kebutuhan gas mencapai 2.280 million metric standard cubic feet per day (mmscfd), harga gas untuk industri saat ini dirasa masih belum kompetitif.

“Bilasaja harga gas di Indonesia berada pada level yang sama dengan negara-negara tetangga, maka saya yakin produk Indonesia akan memiliki daya saing yang makin kuat,” katanya meyakini.

Oleh karena itu, pihaknya menyambut positif Peraturan Presiden Nomor 40 Tahun 2016 yang menjadi dasar hukum revisi harga gas ke industri sejak Mei lalu. Dengan beleid, harga gas ke industri tertentu yang telah tertuang dalam Perpres belum cukup.

Alhasil, pemerintah mengusulkan adanya revisi dari Perpres ini dengan memperluas cakupan sektor industri dari tujuh sektor menjadi 10 sektor serta ditambah industri yang berlokasi di kawasan industri.

“Penambahan sektor industri tersebut juga sudah masuk dalam Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yang dibahas dengan Presiden,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Harry Tanoe Tersangka, Ini Kalimat SMS yang Dikirimkan ke Jaksa
Hukum - Jumat, 23 Juni 2017 - 21:42 WIB

Harry Tanoe Tersangka, Ini Kalimat SMS yang Dikirimkan ke Jaksa

CEO MNC Group, Hary Tanoesoedibjo resmi ditetapkan sebagai tersangka lantaran SMS yang dikirimkan kepada jaksa Yulianto diduga mengandung unsur ancaman. ...
Dari Rakyat Indonesia untuk Palestina
Politik - Jumat, 23 Juni 2017 - 20:41 WIB

Dari Rakyat Indonesia untuk Palestina

Ribuan massa dari Voice of Palestine, Garda Suci Merah Putih dan Solidaritas Muslimin Indonesia untuk Al-Quds mendatangi Kedutaan Besar Amerika ...
Jalanan Jakarta Mulai Lengang
Nasional - Jumat, 23 Juni 2017 - 17:18 WIB

Jalanan Jakarta Mulai Lengang

Ibukota Jakarta tak lagi sesumpek biasanya. Setiap tahun menjelang Lebaran, puluhan bahkan ratusan ribu orang pergi menuju kampung halaman untuk berkumpul ...
Wakapolri: Ramadhan Angka Kriminalitas Menurun
Nasional - Jumat, 23 Juni 2017 - 16:36 WIB

Wakapolri: Ramadhan Angka Kriminalitas Menurun

Polisi menyebutkan selama Ramadhan, angka kriminalitas cukup mengalami penurunan hingga antara 20 sampai 30 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Termasuk arus ...
Melalui Twitter, Presiden Jokowi Ucapkan Selamat Mudik
Peristiwa - Jumat, 23 Juni 2017 - 10:56 WIB

Melalui Twitter, Presiden Jokowi Ucapkan Selamat Mudik

Presiden Jokowi yang direncakan merayakan Hari Raya Idul Fitri 1438 Hijriyah di Jakarta turut mengucapkan selamat mudik kepada masyarakat ...
1,6 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta
Peristiwa - Jumat, 23 Juni 2017 - 06:07 WIB

1,6 Juta Kendaraan Tinggalkan Jakarta

PT Jasa Marga (Persero) TBk memprediksikan jumlah kendaraan yang keluar dari Jakarta pada musim Lebaran 2017 ini, mencapai 1,6 juta."Berdasarkan ...