Rabu, 18 Januari 2017 | 12.56 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Harga Gas untuk Dikonsumsi Mahal, Menperin: Kurangi Ekspor

Harga Gas untuk Dikonsumsi Mahal, Menperin: Kurangi Ekspor

Reporter : Fadilah | Kamis, 22 September 2016 - 15:14 WIB

IMG-17440

Ilustrasi

Jakarta, kini.co.id – Harga gas dalam negeri untuk konsumsi dipatok antara US$ 8-14 per MMBTU. Harga tersebut jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan harga gas yang bersumber dari dalam negeri untuk eskpor yang hanya dipatok dengan harga US$ 4 per MMBTU.

Menurut Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto harga gas yang tinggi tu berimbas terhadap naiknya harga komoditas yang diproduksi. Sehingga pemerintah dirasa perlu mencari jalan keluarnya yaitu dengan menekan harga gas konsumsi yang masih mahal itu.

“Salah satu caranya yaitu dengan mengurangi ekspor gas, apalagi ditengah merosotnya harga migas ini merupakan momentum bagus,” tuturnya dalam sebuah diskusi publik bertema ‘Efek Berganda Dari Penurunan Harga Gas Industri dan Dampaknya Bagi Perekonomian Nasional’, di Jakarta, Kamis, (22/9/2016).

Airlangga menambahkan selama ini pemerintah selalu mengekspor gas ke luar negeri dengan harga yang murah. Namun sayangnya tidak memberikan multiflier effect bagi negara ini.

“Hal tersebut terlihat dari penerimaan negara yang sepanjang 10 tahun terakhir quantitynya menurun, maka alternatifnya price ditahan. Jika kuantitas rendah dan harganya turun, maka pendapatannya pun tidak akan maksimal,”

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
2016, BPJS Raup Rp 48,5 T dari Iuran
Ekonomi - Rabu, 18 Januari 2017 - 12:34 WIB

2016, BPJS Raup Rp 48,5 T dari Iuran

Sepanjang tahun 2016, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan tealh meraup Rp48,53 triliun dari iuran. Jumlah ini naik 14 persen ...
Kapolri Perintahkan Usut Pengibaran Bendera Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid
Peristiwa - Rabu, 18 Januari 2017 - 12:30 WIB

Kapolri Perintahkan Usut Pengibaran Bendera Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid

Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian memerintahkan jajarannya untuk menyelidiki dugaan penghinaan bendera Merah Putih bergambar pedang dan tulisan kalimat tauhid ...
Bahas Outlook 2017, Sri Mulyani Merapat ke DPR
Ekonomi - Rabu, 18 Januari 2017 - 12:14 WIB

Bahas Outlook 2017, Sri Mulyani Merapat ke DPR

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, (18/1/2017). Ia datang untuk ...
FPI Tuntut Kapolda Jabar dan Metro Jaya Dicopot, Ini Kata Kapolri
Hukum - Rabu, 18 Januari 2017 - 11:28 WIB

FPI Tuntut Kapolda Jabar dan Metro Jaya Dicopot, Ini Kata Kapolri

Atas sejumlah hal, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab meminta Kapolri mencopot Kapolda Jabar Irjen Anton Charliyan ...
Kasus Pulomas Tuntas dalam Waktu Singkat, Kapolri Beri Penghargaan
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 11:01 WIB

Kasus Pulomas Tuntas dalam Waktu Singkat, Kapolri Beri Penghargaan

Kasus perampokan dan pembunuhan di rumah mewah kawasan Pulomas Jakarta Timur tuntas dalam waktu singkat. Bagaimana tidak, anggota Polda Metro ...
Ini Jawaban Panglima TNI dan Habib Rizieq soal FPI Disebut Anti Pancasila ?
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 10:44 WIB

Ini Jawaban Panglima TNI dan Habib Rizieq soal FPI Disebut Anti Pancasila ?

Ormas Islam, terutama Front Pembela Islam (FPI) kerap kali dituding sebagai ormas anti Pancasila. Ormas bentukan Habib Rizieq Shihab itu ...