Rabu, 26 Juli 2017 | 13.30 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Harga Gas untuk Dikonsumsi Mahal, Menperin: Kurangi Ekspor

Harga Gas untuk Dikonsumsi Mahal, Menperin: Kurangi Ekspor

Reporter : Fadilah | Kamis, 22 September 2016 - 15:14 WIB

IMG-17440

Ilustrasi

Jakarta, kini.co.id – Harga gas dalam negeri untuk konsumsi dipatok antara US$ 8-14 per MMBTU. Harga tersebut jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan harga gas yang bersumber dari dalam negeri untuk eskpor yang hanya dipatok dengan harga US$ 4 per MMBTU.

Menurut Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto harga gas yang tinggi tu berimbas terhadap naiknya harga komoditas yang diproduksi. Sehingga pemerintah dirasa perlu mencari jalan keluarnya yaitu dengan menekan harga gas konsumsi yang masih mahal itu.

“Salah satu caranya yaitu dengan mengurangi ekspor gas, apalagi ditengah merosotnya harga migas ini merupakan momentum bagus,” tuturnya dalam sebuah diskusi publik bertema ‘Efek Berganda Dari Penurunan Harga Gas Industri dan Dampaknya Bagi Perekonomian Nasional’, di Jakarta, Kamis, (22/9/2016).

Airlangga menambahkan selama ini pemerintah selalu mengekspor gas ke luar negeri dengan harga yang murah. Namun sayangnya tidak memberikan multiflier effect bagi negara ini.

“Hal tersebut terlihat dari penerimaan negara yang sepanjang 10 tahun terakhir quantitynya menurun, maka alternatifnya price ditahan. Jika kuantitas rendah dan harganya turun, maka pendapatannya pun tidak akan maksimal,”

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Kasus BLBI, Laksamana Sukardi Penuhi Panggilan KPK
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 13:19 WIB

Kasus BLBI, Laksamana Sukardi Penuhi Panggilan KPK

Laksmana Sukardi, Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akhrinya datang memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk ...
Idhzam Azis Resmi Jabat Kapolda Metro Jaya, Ini Alasan Tito
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 13:02 WIB

Idhzam Azis Resmi Jabat Kapolda Metro Jaya, Ini Alasan Tito

Pucuk pimpinan Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya resmi diganti dari Inspektur Jendral M Iriawan kepada Inspektur Jendral Idham Azis dalam ...
Aktivis: Ada Politik Saling Sandra di Tubuh Polisi
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 12:06 WIB

Aktivis: Ada Politik Saling Sandra di Tubuh Polisi

Genap 106 hari proses penyidikan yang dilakukan Polisi terkait teror penyiraman terhadap Novel Baswedan belum juga menemukan titik terang siapa ...
KPK Panggil Marisi Martondang Terkait Kasus Korupsi RS Udayana
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 11:59 WIB

KPK Panggil Marisi Martondang Terkait Kasus Korupsi RS Udayana

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Utama PT Mahkota Negara, Marisi Martondang terkait kasus tindak pidana korupsi ...
KPK: Penetapan Tersangka Terhadap Muchtar Effendi Tidak Berdasarkan Dendam
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 08:30 WIB

KPK: Penetapan Tersangka Terhadap Muchtar Effendi Tidak Berdasarkan Dendam

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa penetapan tersangka terhadap Muchtar Effendi tidak berdasarkan pada dendam pribadi. Hal itu membantah tudingan ...
KPK Perpanjang Masa Penahanan 2 Auditor BPK
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 08:17 WIB

KPK Perpanjang Masa Penahanan 2 Auditor BPK

Tersangka kasus suap dalam pemberian opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas laporan keuangan Kemendes PDTT Tahun Anggaran 2016 yakni Rochmadi ...