Minggu, 19 Februari 2017 | 18.39 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Harga Gas untuk Dikonsumsi Mahal, Menperin: Kurangi Ekspor

Harga Gas untuk Dikonsumsi Mahal, Menperin: Kurangi Ekspor

Reporter : Fadilah | Kamis, 22 September 2016 - 15:14 WIB

IMG-17440

Ilustrasi

Jakarta, kini.co.id – Harga gas dalam negeri untuk konsumsi dipatok antara US$ 8-14 per MMBTU. Harga tersebut jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan harga gas yang bersumber dari dalam negeri untuk eskpor yang hanya dipatok dengan harga US$ 4 per MMBTU.

Menurut Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto harga gas yang tinggi tu berimbas terhadap naiknya harga komoditas yang diproduksi. Sehingga pemerintah dirasa perlu mencari jalan keluarnya yaitu dengan menekan harga gas konsumsi yang masih mahal itu.

“Salah satu caranya yaitu dengan mengurangi ekspor gas, apalagi ditengah merosotnya harga migas ini merupakan momentum bagus,” tuturnya dalam sebuah diskusi publik bertema ‘Efek Berganda Dari Penurunan Harga Gas Industri dan Dampaknya Bagi Perekonomian Nasional’, di Jakarta, Kamis, (22/9/2016).

Airlangga menambahkan selama ini pemerintah selalu mengekspor gas ke luar negeri dengan harga yang murah. Namun sayangnya tidak memberikan multiflier effect bagi negara ini.

“Hal tersebut terlihat dari penerimaan negara yang sepanjang 10 tahun terakhir quantitynya menurun, maka alternatifnya price ditahan. Jika kuantitas rendah dan harganya turun, maka pendapatannya pun tidak akan maksimal,”

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
PDIP Tuding Parpol Pendukung Ahok-Djarot Kurang Maksimal
Politik - Minggu, 19 Februari 2017 - 11:50 WIB

PDIP Tuding Parpol Pendukung Ahok-Djarot Kurang Maksimal

Ketua Bidang Hukum DPP PDIP, Trimedya Panjaitan menuding partai pendukung selain PDIP lemah mengintensifkan dukungan dari bawah dan kurang memiliki ...
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Mundur
Nasional - Sabtu, 18 Februari 2017 - 21:50 WIB

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Mundur

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI), Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim mundur secara resmi. Juru bicara PTFI, Riza Pratama pun ...
KPK: Tiga Perkara Terkait Kasus Walikota Madiun
Nasional - Sabtu, 18 Februari 2017 - 21:42 WIB

KPK: Tiga Perkara Terkait Kasus Walikota Madiun

Ada tiga perkara yang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berikan kepada Walikota Madiun Bambang Irianto (BI) sebagai tersangka tindak pidana korupsi. ...
Partisipasi Pemilih Pilkada DKI Hingga 77,5 Persen
Nasional - Sabtu, 18 Februari 2017 - 17:59 WIB

Partisipasi Pemilih Pilkada DKI Hingga 77,5 Persen

Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Masykurudin Hafidz mengatakan tingkat partisipasi pemilih pada pilkada DKI Jakarta 2017 meningkat. ...
PAN: Karakter Ahok tak Sesuai dengan PAN
Nasional - Sabtu, 18 Februari 2017 - 15:17 WIB

PAN: Karakter Ahok tak Sesuai dengan PAN

Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Yandri Susanto, tengah mengumpulkan masukan dari sejumlah kader dan simpatin dalam penentuan sikap politik ...
Tuntut Copot Ahok, FUI Akan Berdemo ke DPR RI Selasa Depan
Peristiwa - Sabtu, 18 Februari 2017 - 13:23 WIB

Tuntut Copot Ahok, FUI Akan Berdemo ke DPR RI Selasa Depan

Sikap Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Presiden Jokowi yang membiarkan Ahok kembali menjabat menjadi Gubernur DKI Jakarta meski menyandang status ...