Rabu, 26 Juli 2017 | 13.31 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Menkopolhukam: Pilkada DKI Tak Boleh Ricuh

Menkopolhukam: Pilkada DKI Tak Boleh Ricuh

Reporter : Dian | Selasa, 27 September 2016 - 08:20 WIB

IMG-17486

Menko Polhukam, Wiranto.

Jakarta, kini.co.id – Menko Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam), Wiranto, menghimbau kepada seluruh bakal calon gubernur dan bakal calon wakil gubernur DKI Jakarta serta para pendukungnya, untuk sama-sama menghindari kericuhan dalam penyelenggaraan Pilkada DKI 2017 mendatang.

“Sistem dan tata cara pilkada sudah jelas. Aparat keamanan sudah ada juga. Jadi, tidak ada alasan untuk ribut atau ricuh. Itu yang saya harapkan,” ujar Wiranto kepada kini.co.id, Selasa (27/09).

Wiranto juga menghimbau agar para cagub dan cawagub serta para pendukungnya tidak boleh menomorsatukan kepentingan sendiri, dikarenakan pilkada merupakan milik dan diperuntukan untuk masyarakat DKI.

Maka dari itu masing-masing pihak harus memiliki kesadaran akan hal tersebut.

“Ini proses demokrasi. Artinya baik dan tidaknya dalam proses tersebut, itu akan mencerminkan kita sebagai suatu bangsa yang paham atau tidak akan berdemokrasi.” Pungkas Wiranto.

Sebelumnya, Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta, Sumarno, menegaskan, semua bentuk kampanye untuk Pilkada DKI 2017 mendatang termasuk lewat media sosial, tidak boleh mengedepankan tentang Suku, Agama, dan Ras antar golongan (SARA), tetapi harus mengutamakan persatuan.

“Aturan secara hukum normanya sama, yaitu tidak boleh mengampanyekan SARA. Tidak boleh menghasut, mempersoalkan dasar negara NKRI, menebar fitnah, kampanye hitam. Itu berlaku juga untuk media sosial,” sebut dia.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Kasus BLBI, Laksamana Sukardi Penuhi Panggilan KPK
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 13:19 WIB

Kasus BLBI, Laksamana Sukardi Penuhi Panggilan KPK

Laksmana Sukardi, Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akhrinya datang memenuhi panggilan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk ...
Idhzam Azis Resmi Jabat Kapolda Metro Jaya, Ini Alasan Tito
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 13:02 WIB

Idhzam Azis Resmi Jabat Kapolda Metro Jaya, Ini Alasan Tito

Pucuk pimpinan Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya resmi diganti dari Inspektur Jendral M Iriawan kepada Inspektur Jendral Idham Azis dalam ...
Aktivis: Ada Politik Saling Sandra di Tubuh Polisi
Peristiwa - Rabu, 26 Juli 2017 - 12:06 WIB

Aktivis: Ada Politik Saling Sandra di Tubuh Polisi

Genap 106 hari proses penyidikan yang dilakukan Polisi terkait teror penyiraman terhadap Novel Baswedan belum juga menemukan titik terang siapa ...
KPK Panggil Marisi Martondang Terkait Kasus Korupsi RS Udayana
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 11:59 WIB

KPK Panggil Marisi Martondang Terkait Kasus Korupsi RS Udayana

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Direktur Utama PT Mahkota Negara, Marisi Martondang terkait kasus tindak pidana korupsi ...
KPK: Penetapan Tersangka Terhadap Muchtar Effendi Tidak Berdasarkan Dendam
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 08:30 WIB

KPK: Penetapan Tersangka Terhadap Muchtar Effendi Tidak Berdasarkan Dendam

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa penetapan tersangka terhadap Muchtar Effendi tidak berdasarkan pada dendam pribadi. Hal itu membantah tudingan ...
KPK Perpanjang Masa Penahanan 2 Auditor BPK
Hukum - Rabu, 26 Juli 2017 - 08:17 WIB

KPK Perpanjang Masa Penahanan 2 Auditor BPK

Tersangka kasus suap dalam pemberian opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas laporan keuangan Kemendes PDTT Tahun Anggaran 2016 yakni Rochmadi ...