Minggu, 19 Februari 2017 | 18.43 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Sikapi Dimas Kanjeng, Menag Tunggu MUI

Sikapi Dimas Kanjeng, Menag Tunggu MUI

Jumat, 30 September 2016 - 12:11 WIB

IMG-17537

Dimas Kanjeng Taat Pribadi ketika ditangkap polisi. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Setelah peristiwa ritual jin pakai sabu-sabu di padepokan Gatot Brajamusti, kini publik digegerkan dengan aksi penggandaan uang di padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Pasalnya, pria yang disapa Dimas Kanjeng ini melakukan penggandaan uang dengan membaca doa-doa dengan bahasa Arab. Sehingga ada indikasi penyebaran aliran sesat dalam pedepokan tersebut.

Namun, hingga saat ini kementerian Agama (Kemenag) belum menentukan sesat atau tidaknya ajaran yang disebarkan Dimas Kanjeng. Sebab Kemenag sedang menunggu pandangan Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan ormas Islam lainnya.

Pemerintah menunggu pandangan MUI, ormas-ormas Islam seperti Muhammadiyah dan NU seperti apa. Apakah ada ajaran-ajaran yang bertentangan dengan pokok-pokok ajaran Islam,” kata Lukman di di Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Jumat (30/9/2016).

Meski secara pro aktif memantau perkembangan kasus Dimas Kanjeng ini, Lukman menjelaskan hal itu bukan domain Kementerian Agama melainkan kewenangan para ulama. Sementara persoalan hukumnya, ia menyerahkan sepenuhnya kepada Polri.

“Kita terus memantau mereka dan terus berkoordinasi dengan tidak hanya dengan tokoh-tokoh ulama dengan ormas keagamaan kita, tapi juga dengan Polri kita,” ucap Lukman.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
PDIP Tuding Parpol Pendukung Ahok-Djarot Kurang Maksimal
Politik - Minggu, 19 Februari 2017 - 11:50 WIB

PDIP Tuding Parpol Pendukung Ahok-Djarot Kurang Maksimal

Ketua Bidang Hukum DPP PDIP, Trimedya Panjaitan menuding partai pendukung selain PDIP lemah mengintensifkan dukungan dari bawah dan kurang memiliki ...
Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Mundur
Nasional - Sabtu, 18 Februari 2017 - 21:50 WIB

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Mundur

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (PTFI), Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim mundur secara resmi. Juru bicara PTFI, Riza Pratama pun ...
KPK: Tiga Perkara Terkait Kasus Walikota Madiun
Nasional - Sabtu, 18 Februari 2017 - 21:42 WIB

KPK: Tiga Perkara Terkait Kasus Walikota Madiun

Ada tiga perkara yang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berikan kepada Walikota Madiun Bambang Irianto (BI) sebagai tersangka tindak pidana korupsi. ...
Partisipasi Pemilih Pilkada DKI Hingga 77,5 Persen
Nasional - Sabtu, 18 Februari 2017 - 17:59 WIB

Partisipasi Pemilih Pilkada DKI Hingga 77,5 Persen

Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Masykurudin Hafidz mengatakan tingkat partisipasi pemilih pada pilkada DKI Jakarta 2017 meningkat. ...
PAN: Karakter Ahok tak Sesuai dengan PAN
Nasional - Sabtu, 18 Februari 2017 - 15:17 WIB

PAN: Karakter Ahok tak Sesuai dengan PAN

Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Yandri Susanto, tengah mengumpulkan masukan dari sejumlah kader dan simpatin dalam penentuan sikap politik ...
Tuntut Copot Ahok, FUI Akan Berdemo ke DPR RI Selasa Depan
Peristiwa - Sabtu, 18 Februari 2017 - 13:23 WIB

Tuntut Copot Ahok, FUI Akan Berdemo ke DPR RI Selasa Depan

Sikap Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan Presiden Jokowi yang membiarkan Ahok kembali menjabat menjadi Gubernur DKI Jakarta meski menyandang status ...