Selasa, 17 Oktober 2017 | 16.28 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Oknum TNI dan Polri Disebut Bekingi Dimas Kanjeng

Oknum TNI dan Polri Disebut Bekingi Dimas Kanjeng

Jumat, 30 September 2016 - 12:38 WIB

IMG-17540

Dimas Kanjeng Taat Pribadi ketika ditangkap polisi. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Aksi penggandaan uang di padepokan Dimas Kanjeng terbongkar. Pemilik Padepokan, Dimas Kanjeng Taat Pribadi kirsanni ditahan polisi atas dugaan penipuan.

Namun, aksi ini ternyata sudah lama berlangsung di padepokannya. Ia pun mengunggah video menggandakan uang di youtube untuk memancing minat pengikutnya dan menyerahkan uang untuk digandakan.

Usut punya usut, padepokan yang juga diduga menyebarkan aliran sesat ini ternyata dibekingi oleh oknum-oknum dari jajaran Polri dan TNI.

Di akun media sosial Padepokan Dimas Kanjeng juga beredar nama-nama pelindung padepokan. Ada anggota TNI dan polisi, ada juga desertir.

(Baca juga: Sikapi Dimas Kanjeng, Menag Tunggu MUI)

Pelindung yang berjumlah 20 orang itu diantaranya 14 anggota TNI aktif dan 4 desertir. Sedangkan dari Polri, ada dua orang.

Pangkat tertinggi untuk pelindung yang berasal dari TNI adalah Peltu (Pembantu Letnan Satu). Sementara dari Polri, pangkat tertinggi AKP (Ajun Komisaris Polisi).

Di daftar itu, ada 4 anggota TNI AU dari Lanud Abdulrachman Saleh Malang. Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Abdulrachman Saleh Mayor (Sus) Hamdi Londong Allo mengatakan sampai kini pihaknya belum menerima kabar keterlibatan empat nama tersebut sebagai Tim Pelindung Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Sejauh ini, kata Hamdi, Lanud Abdulrachman Saleh tidak mengetahui adanya anggotanya terlibat atau turut beraktivitas di padepokan. Informasi tersebut bisa menjadi langkah awal untuk penyelidikan.

Satu nama pelindung yang jadi tersangka adalah Wahyu Wijaya, pecatan TNI AD. Menurut polisi, dia merupakan pemimpin eksekutor Abdul Ghani (38) di padepokan pada April 2016. Kini dia ditahan di Mapolda Jatim.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bawaslu Minta KPU Perbaiki SIPOL
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 16:25 WIB

Bawaslu Minta KPU Perbaiki SIPOL

Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk memperbaiki Sitem Informasi Partai Politik (SIPOL).Hal tersebut lantaran SIPOL ...
Golkar Partai Tercepat Lakukan Pemberkasan
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 15:56 WIB

Golkar Partai Tercepat Lakukan Pemberkasan

Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu), Mochammad Afifuddin mengatakan bahwa Partai Golkar merupakan partai tercepat dalam melakukan proses pemberkasan."Partai Golkar ...
Makan Malam dengan Luhut, Menteri Perdagangan AS Singgung Freeport
Ekonomi - Selasa, 17 Oktober 2017 - 15:51 WIB

Makan Malam dengan Luhut, Menteri Perdagangan AS Singgung Freeport

Menteri Perdagangan AS menggelar jamuan makan malam dengan Menteri Koordinator Bidang Kemartiman, Luhut Binsar Pandjaitan.Pada kesempatan itu, Mendag AS, ...
Puluhan Perusahaan Industri Menanti Harga Gas Turun
Ekonomi - Selasa, 17 Oktober 2017 - 15:20 WIB

Puluhan Perusahaan Industri Menanti Harga Gas Turun

Puluhan perusahaan industri baja, petrokimia dan pupuk saat ini tengah menanti kepastian penurunan harga gas industri yang sudah diajukan Kementerian ...
Dilirik PDIP untuk Pilgub Jabar, Begini Reaksi Menteri Susi
Politik - Selasa, 17 Oktober 2017 - 14:43 WIB

Dilirik PDIP untuk Pilgub Jabar, Begini Reaksi Menteri Susi

PDIP mengumpulkan tokoh-tokoh yang berpengaruh untuk menjadi kandidat Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.Salahsatu calon yang dilirik PDIP adalah Menteri ...
Kejagung Tolak Gabung ke Densus Tipikor
Hukum - Selasa, 17 Oktober 2017 - 14:00 WIB

Kejagung Tolak Gabung ke Densus Tipikor

Memberantas korupsi, Kejaksaan Agung (Kejagung) menolak bergabung dengan Detasemen Khusus Tindak Pidana Korupsi (Densus Tipikor) bentukan Polri.Meski dengan tujuan sama, ...