Kamis, 26 April 2018 | 14.23 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Oknum TNI dan Polri Disebut Bekingi Dimas Kanjeng

Oknum TNI dan Polri Disebut Bekingi Dimas Kanjeng

Jumat, 30 September 2016 - 12:38 WIB

IMG-17540

Dimas Kanjeng Taat Pribadi ketika ditangkap polisi. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Aksi penggandaan uang di padepokan Dimas Kanjeng terbongkar. Pemilik Padepokan, Dimas Kanjeng Taat Pribadi kirsanni ditahan polisi atas dugaan penipuan.

Namun, aksi ini ternyata sudah lama berlangsung di padepokannya. Ia pun mengunggah video menggandakan uang di youtube untuk memancing minat pengikutnya dan menyerahkan uang untuk digandakan.

Usut punya usut, padepokan yang juga diduga menyebarkan aliran sesat ini ternyata dibekingi oleh oknum-oknum dari jajaran Polri dan TNI.

Di akun media sosial Padepokan Dimas Kanjeng juga beredar nama-nama pelindung padepokan. Ada anggota TNI dan polisi, ada juga desertir.

(Baca juga: Sikapi Dimas Kanjeng, Menag Tunggu MUI)

Pelindung yang berjumlah 20 orang itu diantaranya 14 anggota TNI aktif dan 4 desertir. Sedangkan dari Polri, ada dua orang.

Pangkat tertinggi untuk pelindung yang berasal dari TNI adalah Peltu (Pembantu Letnan Satu). Sementara dari Polri, pangkat tertinggi AKP (Ajun Komisaris Polisi).

Di daftar itu, ada 4 anggota TNI AU dari Lanud Abdulrachman Saleh Malang. Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Abdulrachman Saleh Mayor (Sus) Hamdi Londong Allo mengatakan sampai kini pihaknya belum menerima kabar keterlibatan empat nama tersebut sebagai Tim Pelindung Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Sejauh ini, kata Hamdi, Lanud Abdulrachman Saleh tidak mengetahui adanya anggotanya terlibat atau turut beraktivitas di padepokan. Informasi tersebut bisa menjadi langkah awal untuk penyelidikan.

Satu nama pelindung yang jadi tersangka adalah Wahyu Wijaya, pecatan TNI AD. Menurut polisi, dia merupakan pemimpin eksekutor Abdul Ghani (38) di padepokan pada April 2016. Kini dia ditahan di Mapolda Jatim.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 18:22 WIB

KPK Tahan Tujuh Tersangka Kasus Suap DPRD Malang

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan tujuh tersangka kasus dugaan korupsi Malang, Jawa Timur.Ketujuh orang yang dimaksud antara lain enam ...
Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK
Peristiwa - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:47 WIB

Arief Hidayat kembali dilantik jadi hakim MK

Presiden Jokowi kembali melantik Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat sebagai hakim konstitusi untuk periode kedua, masa bakti 2018-2023. Arief mengucapkan sumpahnya ...
Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:28 WIB

Bahas RKP 2019, DPD berharap program pemerintah tepat sasaran

Dewan Perwakilan Daerah (DPD) melihat masih banyak kebijakan pembangunan di daerah yang tidak tepat sasaran. Untuk itu, diharapkan pemerintah dapat ...
PKS siapkan sembilan nama untuk  kalahkan Jokowi di Pilpres 2019
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 17:18 WIB

PKS siapkan sembilan nama untuk kalahkan Jokowi di Pilpres 2019

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menyatakan ada sembilan nama yang siap ditawarkan untuk posisi calon presiden atau calon ...
Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau
Politik - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:56 WIB

Awasi Pemilu 2019, Bawaslu Mulai Buka Pendaftaran Pemantau

Tahapan pelaksaan Pemilu legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 sudah mulai berjalan. Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) pun mulai membuka ...
Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir
Hukum - Selasa, 27 Maret 2018 - 16:48 WIB

Tiga Kandidat Deputi Penindakan Jalani Tes Akhir

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mengantongi nama-nama calon Deputi Penindakan usai ditinggal Inspektur Heru Winarko yang diangkat Presiden Joko Widodo ...