Senin, 19 Februari 2018 | 10.44 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Oknum TNI dan Polri Disebut Bekingi Dimas Kanjeng

Oknum TNI dan Polri Disebut Bekingi Dimas Kanjeng

Jumat, 30 September 2016 - 12:38 WIB

IMG-17540

Dimas Kanjeng Taat Pribadi ketika ditangkap polisi. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Aksi penggandaan uang di padepokan Dimas Kanjeng terbongkar. Pemilik Padepokan, Dimas Kanjeng Taat Pribadi kirsanni ditahan polisi atas dugaan penipuan.

Namun, aksi ini ternyata sudah lama berlangsung di padepokannya. Ia pun mengunggah video menggandakan uang di youtube untuk memancing minat pengikutnya dan menyerahkan uang untuk digandakan.

Usut punya usut, padepokan yang juga diduga menyebarkan aliran sesat ini ternyata dibekingi oleh oknum-oknum dari jajaran Polri dan TNI.

Di akun media sosial Padepokan Dimas Kanjeng juga beredar nama-nama pelindung padepokan. Ada anggota TNI dan polisi, ada juga desertir.

(Baca juga: Sikapi Dimas Kanjeng, Menag Tunggu MUI)

Pelindung yang berjumlah 20 orang itu diantaranya 14 anggota TNI aktif dan 4 desertir. Sedangkan dari Polri, ada dua orang.

Pangkat tertinggi untuk pelindung yang berasal dari TNI adalah Peltu (Pembantu Letnan Satu). Sementara dari Polri, pangkat tertinggi AKP (Ajun Komisaris Polisi).

Di daftar itu, ada 4 anggota TNI AU dari Lanud Abdulrachman Saleh Malang. Kepala Penerangan dan Perpustakaan (Kapentak) Lanud Abdulrachman Saleh Mayor (Sus) Hamdi Londong Allo mengatakan sampai kini pihaknya belum menerima kabar keterlibatan empat nama tersebut sebagai Tim Pelindung Padepokan Dimas Kanjeng Taat Pribadi.

Sejauh ini, kata Hamdi, Lanud Abdulrachman Saleh tidak mengetahui adanya anggotanya terlibat atau turut beraktivitas di padepokan. Informasi tersebut bisa menjadi langkah awal untuk penyelidikan.

Satu nama pelindung yang jadi tersangka adalah Wahyu Wijaya, pecatan TNI AD. Menurut polisi, dia merupakan pemimpin eksekutor Abdul Ghani (38) di padepokan pada April 2016. Kini dia ditahan di Mapolda Jatim.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Nazaruddin dan Mekeng Dihadirkan dalam Sidang Setya Novanto Hari Ini
Hukum - Senin, 19 Februari 2018 - 10:26 WIB

Nazaruddin dan Mekeng Dihadirkan dalam Sidang Setya Novanto Hari Ini

Sidang perkara korupsi pengadaan e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto kembali digelar.Agendanya adalah pemeriksaan sejumlah saksi yang dihadirkan oleh Jaksa Penuntut ...
Ini Tanggapan Fadli Zon Soal Video Anies Dihadang Paspampres
Politik - Senin, 19 Februari 2018 - 10:05 WIB

Ini Tanggapan Fadli Zon Soal Video Anies Dihadang Paspampres

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon, menyayangkan insiden pencegahan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan oleh Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) ...
Pegadaian perkenalkan produk syariah ke dibeberapa ponpes
Ekonomi - Sabtu, 17 Februari 2018 - 16:21 WIB

Pegadaian perkenalkan produk syariah ke dibeberapa ponpes

Untuk meningkatkan tingkat literasi masyarakat terhadap produk-produk Industri Jasa Keuangan (IJK), PT Pegadaian (Persero) bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Otoritas ...
KPU tetapkan 14 parpol peserta Pemilu 2019
Politik - Sabtu, 17 Februari 2018 - 13:17 WIB

KPU tetapkan 14 parpol peserta Pemilu 2019

Komisi Pemilihan Umum (KPU) menetapkan sebanyak 14 partai politik resmi menjadi peserta pemilu 2019, empat diantaranya merupakan parpol baru.Adapun ...
92 ribu kendaraan diprediksi kembali ke Jakarta melalui GT Cikarut
Peristiwa - Sabtu, 17 Februari 2018 - 13:02 WIB

92 ribu kendaraan diprediksi kembali ke Jakarta melalui GT Cikarut

PT Jasa Marga memprediksikan puncak arus balik libur Imlek terjadi pada Ahad (18/2) besok melalui GT Cikarang Utama menuju Jakarta."Sebanyak ...
KontraS desak Polri selidiki lagi penyebab kematian terduga teroris Jefri
Peristiwa - Sabtu, 17 Februari 2018 - 10:42 WIB

KontraS desak Polri selidiki lagi penyebab kematian terduga teroris Jefri

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) mengkritik penjelasan kepolisian mengenai penyebab kematian terduga teroris Muhamad Jefri alias ...