Selasa, 28 Maret 2017 | 03.31 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Fadli Zon Minta Ahok Berhenti Umbar Nada Provokatif

Fadli Zon Minta Ahok Berhenti Umbar Nada Provokatif

Jumat, 30 September 2016 - 13:40 WIB

IMG-17541

Ahok. (Kininews/Ist)

Jakarta, kini.co.id – Calon Gubernur Basuki T Purnama alias Ahok sempat mengeluarkan pernyataan ke pada publik supaya tidak menjadikan surat Al-Maidah ayat 51 sebagai alasan tak memilih dirinya.

Pernyataan orang nomor satu DKI Jakarta itu pun menuai banyak kecaman dikalangan masyarakat. Salah satunya Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon yang menilai bahwa hal tersebut merupakan isu SARA dalam kampanye politik.

“Pernyataan Ahok yang mengutip surat Al-Maidah 51, dengan konteks tidak tepat, jelas merupakan pernyataan provokatif dan bermuatan SARA,” ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (30/9/2016).

Fadli mengklaim, mantan Bupati Blitung Timur tersebut bukan orang yang memiliki kompetensi untuk mengutip ayat suci umat Islam dan mengajarinya tentang agama. Pernyataan Ahok, lanjut Fadli, juga sangat tidak tepat. Pasalnya, hal tersebut sama saja melarang umat Islam menjalankan keyakinan ajaran agamanya.

“Saya sangat prihatin dengan pernyataan Ahok. Karena bukan akan memunculkan persaingan yang sehat, namun justru menyinggung sebagian umat Islam, serta berpotensi memunculkan keresahan sosial dan menodai proses Pilkada,” ungkapnya.

Lebih jauh, kata Fadli, negara Indonesia sangat menjunjung tinggi pluralisme. Namun, bukan berarti Ahok bebas mengutip dan mengajari ajaran agama umat Islam yang bukan keahliannya.

“Saya menyarankan agar Ahok menghentikan pernyataan-pernyataan provokatif yang menyinggung SARA. Kritik dan debat adalah hal biasa dalam demokrasi. Tapi pernyataan yang menyinggung agama bisa ditanggapi berbeda oleh masyarakat. Pilkada ini harus berjalan secara sehat, demokratis dan konstitusional,” tandas wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra tersebut.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tersangka Ekspolitasi Seksual Online dapat Upah Rp750 ribu
Nasional - Senin, 27 Maret 2017 - 21:22 WIB

Tersangka Ekspolitasi Seksual Online dapat Upah Rp750 ribu

Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan membongkar tindak pidana perdagangan orang secara melalui internet alias online tentang eksploitasi seksual."Tersangka ...
Kalau Saya Bayar, Perusahaan Bangkrut
Nasional - Senin, 27 Maret 2017 - 20:38 WIB

Kalau Saya Bayar, Perusahaan Bangkrut

Direktur PT EK Prima Ekspor (PT EKP) Ramapanicker Rajamohanan Nair, terdakwa suap terhadap Direktorat Penegakan Hukum pada Direktorat Jenderal Pajak ...
Delapan Rumah Rusak Parah karena Angin Puyuh
Peristiwa - Senin, 27 Maret 2017 - 20:27 WIB

Delapan Rumah Rusak Parah karena Angin Puyuh

Angin Puyuh dan hujan deras meluluhlantahkan tiga kampung di Desa Girimukti, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jawa Barat. Akibatnya, ratusan rumah mengalami ...
Waspada, Sabu Berbentuk Seperti Gula Batu Asal Malaysia
Peristiwa - Senin, 27 Maret 2017 - 15:41 WIB

Waspada, Sabu Berbentuk Seperti Gula Batu Asal Malaysia

Ada saja akal para pengedar narkoba dalam melancarkan aksinya, mulai dari memasukannya ke dalam makanan sampai mengubah bentuknya. Salah satunya ...
Mangkir di Sidang E-KTP, Jaksa Bakal Panggil Paksa Miryam
Hukum - Senin, 27 Maret 2017 - 13:12 WIB

Mangkir di Sidang E-KTP, Jaksa Bakal Panggil Paksa Miryam

Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) merencanakan pemanggilan paksa terhadap Anggota DPR RI fraksi Hanura, Miryam S Haryani ...
Absen di Sidang E-KTP, Jaksa Periksa Surat Sakit Miryam
Hukum - Senin, 27 Maret 2017 - 12:25 WIB

Absen di Sidang E-KTP, Jaksa Periksa Surat Sakit Miryam

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku telah melihat surat sakit yang dikirimkan oleh saksi Miryam S Haryani ...