Jumat, 18 Agustus 2017 | 21.37 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Fadli Zon Minta Ahok Berhenti Umbar Nada Provokatif

Fadli Zon Minta Ahok Berhenti Umbar Nada Provokatif

Jumat, 30 September 2016 - 13:40 WIB

IMG-17541

Ahok. (Kininews/Ist)

Jakarta, kini.co.id – Calon Gubernur Basuki T Purnama alias Ahok sempat mengeluarkan pernyataan ke pada publik supaya tidak menjadikan surat Al-Maidah ayat 51 sebagai alasan tak memilih dirinya.

Pernyataan orang nomor satu DKI Jakarta itu pun menuai banyak kecaman dikalangan masyarakat. Salah satunya Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon yang menilai bahwa hal tersebut merupakan isu SARA dalam kampanye politik.

“Pernyataan Ahok yang mengutip surat Al-Maidah 51, dengan konteks tidak tepat, jelas merupakan pernyataan provokatif dan bermuatan SARA,” ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (30/9/2016).

Fadli mengklaim, mantan Bupati Blitung Timur tersebut bukan orang yang memiliki kompetensi untuk mengutip ayat suci umat Islam dan mengajarinya tentang agama. Pernyataan Ahok, lanjut Fadli, juga sangat tidak tepat. Pasalnya, hal tersebut sama saja melarang umat Islam menjalankan keyakinan ajaran agamanya.

“Saya sangat prihatin dengan pernyataan Ahok. Karena bukan akan memunculkan persaingan yang sehat, namun justru menyinggung sebagian umat Islam, serta berpotensi memunculkan keresahan sosial dan menodai proses Pilkada,” ungkapnya.

Lebih jauh, kata Fadli, negara Indonesia sangat menjunjung tinggi pluralisme. Namun, bukan berarti Ahok bebas mengutip dan mengajari ajaran agama umat Islam yang bukan keahliannya.

“Saya menyarankan agar Ahok menghentikan pernyataan-pernyataan provokatif yang menyinggung SARA. Kritik dan debat adalah hal biasa dalam demokrasi. Tapi pernyataan yang menyinggung agama bisa ditanggapi berbeda oleh masyarakat. Pilkada ini harus berjalan secara sehat, demokratis dan konstitusional,” tandas wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra tersebut.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Guyuran Bansos Pemerintahan Jokowi-JK di 2018
Politik - Jumat, 18 Agustus 2017 - 20:50 WIB

Guyuran Bansos Pemerintahan Jokowi-JK di 2018

Satu tahun menjelang Pemilihan Umum 2019, anggaran bantuan sosial pemerintahan Jokowi-JK melonjak ditahun 2018 naik dan jor-joran. Tak hanya dari ...
Isak Tangis Korban First Travel Adukan Nasibnya di DPR
Hukum - Jumat, 18 Agustus 2017 - 20:13 WIB

Isak Tangis Korban First Travel Adukan Nasibnya di DPR

Ratusan korban biro perjalanan umrah First Travel mengadukan nasibnya ke DPR dan diterima Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kompleks ...
Kegagalan Penerimaan Pajak dan Serapannya
Ekonomi - Jumat, 18 Agustus 2017 - 18:58 WIB

Kegagalan Penerimaan Pajak dan Serapannya

Kebijakan fiskal Indonesia yang ingin membangun ekonomi tumbuh berkeadilan, namun hal tersebut tanpa dibarengi dengan kemampuan peneriman pajak yang dapat ...
Terkait Bom Thamrin, Terpidana Teroris Aman Abdurrahman Kembali Diperiksa
Peristiwa - Jumat, 18 Agustus 2017 - 18:05 WIB

Terkait Bom Thamrin, Terpidana Teroris Aman Abdurrahman Kembali Diperiksa

Terpidana kasus terorisme pelatihan militer Pegunungan Jalin Jantho, Aceh, Oman Rachman alias Abu Sulaiman Aman Abdurrahman kembali menjalani pemeriksaan di ...
Wapres Jusuf Kalla: SBY Menenangkan Situasi Politik
Politik - Jumat, 18 Agustus 2017 - 15:49 WIB

Wapres Jusuf Kalla: SBY Menenangkan Situasi Politik

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan, kedatangan Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ke peringatan HUT RI di Istana Kepresidenan memberikan ...
Jusuf Kalla : UUD Boleh Berubah, Asal…
Politik - Jumat, 18 Agustus 2017 - 15:16 WIB

Jusuf Kalla : UUD Boleh Berubah, Asal…

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengajak bangsa Indonesia menjadikan momen peringatan Hari Konstitusi untuk senantiasa mengingat dan meneruskan visi para pendiri ...