Rabu, 13 Desember 2017 | 06.51 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Fadli Zon Minta Ahok Berhenti Umbar Nada Provokatif

Fadli Zon Minta Ahok Berhenti Umbar Nada Provokatif

Jumat, 30 September 2016 - 13:40 WIB

IMG-17541

Ahok. (Kininews/Ist)

Jakarta, kini.co.id – Calon Gubernur Basuki T Purnama alias Ahok sempat mengeluarkan pernyataan ke pada publik supaya tidak menjadikan surat Al-Maidah ayat 51 sebagai alasan tak memilih dirinya.

Pernyataan orang nomor satu DKI Jakarta itu pun menuai banyak kecaman dikalangan masyarakat. Salah satunya Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon yang menilai bahwa hal tersebut merupakan isu SARA dalam kampanye politik.

“Pernyataan Ahok yang mengutip surat Al-Maidah 51, dengan konteks tidak tepat, jelas merupakan pernyataan provokatif dan bermuatan SARA,” ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (30/9/2016).

Fadli mengklaim, mantan Bupati Blitung Timur tersebut bukan orang yang memiliki kompetensi untuk mengutip ayat suci umat Islam dan mengajarinya tentang agama. Pernyataan Ahok, lanjut Fadli, juga sangat tidak tepat. Pasalnya, hal tersebut sama saja melarang umat Islam menjalankan keyakinan ajaran agamanya.

“Saya sangat prihatin dengan pernyataan Ahok. Karena bukan akan memunculkan persaingan yang sehat, namun justru menyinggung sebagian umat Islam, serta berpotensi memunculkan keresahan sosial dan menodai proses Pilkada,” ungkapnya.

Lebih jauh, kata Fadli, negara Indonesia sangat menjunjung tinggi pluralisme. Namun, bukan berarti Ahok bebas mengutip dan mengajari ajaran agama umat Islam yang bukan keahliannya.

“Saya menyarankan agar Ahok menghentikan pernyataan-pernyataan provokatif yang menyinggung SARA. Kritik dan debat adalah hal biasa dalam demokrasi. Tapi pernyataan yang menyinggung agama bisa ditanggapi berbeda oleh masyarakat. Pilkada ini harus berjalan secara sehat, demokratis dan konstitusional,” tandas wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra tersebut.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK cegah dua pengusaha terkait suap APBD Jambi
Hukum - Rabu, 13 Desember 2017 - 01:11 WIB

KPK cegah dua pengusaha terkait suap APBD Jambi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pencegahan terhadap dua pengusaha dari PT Sumber Swarna, Joe Fandy Yoesman dan Ali Tonang bepergian ...
Seminar ‘Jejak pelacur arab  dalam seni baca Al quran’ tuai kontroversi
Pendidikan - Rabu, 13 Desember 2017 - 00:54 WIB

Seminar ‘Jejak pelacur arab dalam seni baca Al quran’ tuai kontroversi

Penyelenggaraan seminar bertajuk "Jejak Pelacur Arab dalam Seni Baca Al Qur'an" yang digelar UIN Sumatera Utara, Senin (11/12) disesalkan ...
Ini identitas 19 terduga teroris yang ditangkap di tiga lokasi
Peristiwa - Rabu, 13 Desember 2017 - 00:31 WIB

Ini identitas 19 terduga teroris yang ditangkap di tiga lokasi

Mabes Polri merilis identitas 19 terduga teroris yang ditangkap pada rentang waktu 9-11 Desember 2017.Kadiv Humas Polri Inspektur Jenderal Setyo ...
JK sebut Titiek Soeharto sulit bersaing dengan Airlangga
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 21:54 WIB

JK sebut Titiek Soeharto sulit bersaing dengan Airlangga

Politisi senior Partai Golkar, Jusuf Kalla, menilai Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto akan sulit mengalahkan Airlangga Hartarto dalam pemilihan ...
Penyakit difteri mewabah, DPR minta Kemenkes dievaluasi
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:55 WIB

Penyakit difteri mewabah, DPR minta Kemenkes dievaluasi

Wabah penyakit difteri saat ini tangah melanda berbagai daerah di Indonesia. Setidaknya ada 23 provinsi yang melaporkan kejadian luar biasa ...
Komisi VI pertanyakan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram
Politik - Selasa, 12 Desember 2017 - 16:51 WIB

Komisi VI pertanyakan kelangkaan gas elpiji 3 kilogram

Anggota Komisi VI DPR Bambang Haryo mengaku kecewa dengan kinerja yang ditunjukan oleh PT Pertamina (Persero) atas kelangkaan Liquefied Petroleum ...