Kamis, 19 Januari 2017 | 09.21 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Aliansi Wajib Pajak Kecil dan Menengah Desak MK Tolak Gugatan Tax Amensty

Aliansi Wajib Pajak Kecil dan Menengah Desak MK Tolak Gugatan Tax Amensty

Jumat, 30 September 2016 - 17:17 WIB

IMG-17548

Aliansi Wajib Pajak Kecil Menengah (AWP-KM) meminta MK tolak gugatan tax amnesty. (Kininews/REZA)

Jakarta, kini.co.id – Aliansi Wajib Pajak Kecil dan Menengah (AWP-KM) meminta Mahkamah Konstitusi (MK) agar menolak gugatan pengampunan pajak atau tax amnesty yang diajukan oleh sekelompok masyarakat yang kontra dengan kebijakan Presiden Jokowi tersebut.

Untuk mendukung program tax amnesty yang dijalankan pemerintah tersebut Aliansi Wajib Pajak Kecil dan Menengah (AWP-KM) menggelar aksi di Kawasan Monumen Nasional, Jalan Medan Merdeka, Jakarta, Jumat (30/9/2016) pagi tadi yang diikuti sekitar 200 massa.

Koordinator Aksi Aliansi Wajib Pajak Kecil dan Menengah (AWP-KM), Jove Manokoa mengatakan Tax Amnesty atau pengampunan pajak, adalah kebijakan pemerintah yang sangat tepat di tengah krisis ekonomi. Karena dengan pengampunan pajak, pemerintah tidak perlu menambah utang luar negeri, atau mencetak uang baru.

“Karena dengan mencetak uang baru, akan menambah krisis ekonomi yang lebih parah, ” ujar Jove di Kawasan Monas, Jakarta.

Ditambahkan Isti Nugroho sebagai penggagas AWP-KM, menyebutkan program pengampunan pajak oleh pemerintah hanya ditujukan kepada para konglomerat dan orangorang kaya di Indonesia yang tidak membayar pajak.

“Bukan ditujukan kepada orangorang kecil seperti kita. Juga para warga miskin kota, nelayan apalagi petani sebagaimana dikatakan presiden Jokowi, ” ujar Isti Nugroho dihadapan duaratusan peserta unjuk rasa.

Dia menambahkan, agenda yang dilakukan kelompoknya sekaligus untuk melawan kampanye negatif terhadap kebijakan pengampunan pajak.

Serta menghimbau kepada pengusaha, pejabat dan mantan pejabat serta politisi yang berpenghasilan besar untuk bersegera membayar pajak.

Selain itu, AWP-KM menghimbau kepada Mahkamah Konstitusi menolak gugatan sekelompok masyarakat yang mengajukan gugatan ihwal pengampunan pajak.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 07:48 WIB

Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal

Setelah munculnya gesekan dalam sosial masyarakat, sejumlah pihak menginginkan pembubaran ormas-ormas radikal.Lucunya, ormas radikal selalu dikaitkan dengan ormas Islam sehingga ...
Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 02:54 WIB

Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan mantan Walikota Jakarta Pusat Sylviana Murni sebagai saksi dalam kasus ...
Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto
Hukum - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:57 WIB

Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto

Saat menghadiri pembukaan Rapat Pleno Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Watim-MUI), Mentri Polhukam Wiranto yang mewakili Presdien Jokowi, Rabu (18/1) ...
Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:34 WIB

Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal

Dia meminta pemerintah agar tidak hanya memperhatikan kekerasan fisik yang terjadi di lapangan untuk membubarkan ormas radikal. "Tapi mari juga ...
PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:55 WIB

PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara

Terkait dengan keluhan warga Taman Wisma Asri kepada pihak PLN Rayon Medan Satria, Bekasi Utara soal pembengkakan tarif listrik yang ...
Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:48 WIB

Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal

Anggota Komisi l DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi menyebutkan kerjasama antar TNI dan pemerintah belum maksimal pada beberapa program. Dengan ...