Minggu, 22 Oktober 2017 | 00.39 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Anggota TNI AU Terlibat Pembunuhan Anak Buah Dimas Kanjeng

Anggota TNI AU Terlibat Pembunuhan Anak Buah Dimas Kanjeng

Sabtu, 1 Oktober 2016 - 14:12 WIB

IMG-17571

Dimas Kanjeng Taat Pribadi ketika ditangkap polisi. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Kasus pembunuhan anak buah Kanjeng Dimas Taat Pribadi terus diselidiki polisi. Dalam hal ini sempat beredar nama-nama dewan pelindung padepokan Dimas Kanjeng yang merupakan anggota TNI, Polri, dan desertir.

Di antara nama-nama tersebut, ada nama anggota TNI AU Lanud Abdulrachman Saleh Malang yakni Sersan Kepala (Serka) RD, yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan Abdul Ghani.

RD diduga terlibat dalam membantu pembunuhan anak buah Dimas Kanjeng dan berperan sebagai supir yang diberi tugas membuang jasad korban.

“Dia (RD) tidak ikut dalam proses pembunuhan. Hanya sopir, meski begitu kan tetap saja terlibat,” ungkap Komandan Lanud Abdulrachman Saleh Marsekal Pertama (Marsma) Djoko Senoputra, Sabtu (1/10/2016), siang.

Djoko menjelaskan, RD diangkat sebagai salah satu dewan pelindung padepokan berada di Dusun Cemengkalang, Desa Wangkal, Probolinggo ketika berdinas di bagian Pertahanan Pangkalan (Hanlan). Ia pun sudah menjadi pengikut setia Pribadi sejak tahun 2011.

Karena perbuatannya RD dikenakan Pasal 55 junto 56 KUHP tentang perbantuan atau ikut serta dalam melakukan perbuatan jahat.

“Sudah ditahan di POM AU, setelah kasus itu mencuat, langsung kami tindak lanjuti,” beber Kasi Idik Satpom AU Mayor (Pom) Trie Gunadi terpisah.

Dia menjelaskan, proses hukum antara kepolisian dengan Lanud Abdulrachman Saleh berjalan bersama. RD juga akan mengikuti gelar rekonstruksi dilaksanakan di Probolinggo, Senin (3/10/2016). “Besok (Senin), kami akan mengantarkan RD mengikuti rekonstruksi dan dihukum sesuai aturan,” tandasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Mangkir Sidang e-KTP, Setya Novanto ke Cirebon
Politik - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 15:05 WIB

Mangkir Sidang e-KTP, Setya Novanto ke Cirebon

Mangkir sidang perkara kasus dugaan KTP elektronik (e-KTP), Ketua DPR RI Setya Novanto diketahui pergi ke Cirebon untuk menghadiri Haul ...
Dua persoalan di RUU Penyiaran Yang Masih Diperdebatkan
Politik - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 13:31 WIB

Dua persoalan di RUU Penyiaran Yang Masih Diperdebatkan

Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Penyiaran masih terus dibahas DPR. Kini, tersisa dua hal yang masih menjadi perdebatan. Pertama, perdebatan mengenai ...
Dua belas mahasiswa ditangkap pada aksi 3 tahun Jokowi-JK
Peristiwa - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 10:19 WIB

Dua belas mahasiswa ditangkap pada aksi 3 tahun Jokowi-JK

Aksi unjukrasa mahasiswa dalam rangka evaluasi 3 tahun Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla, yang digelar sejak Jumat (20/10) siang kemarin, hingga larut ...
Rumah Tiba-tiba Bau Durian, Cek Tabung Elpiji Anda
Pendidikan - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 09:50 WIB

Rumah Tiba-tiba Bau Durian, Cek Tabung Elpiji Anda

Jika tercium aroma durian tiba-tiba di rumah, Anda sebaiknya pergi ke dapur untuk memeriksa tabung Elpiji Anda.Sebab, bisa jadi elpiji ...
Lima tahun Andi Narogong mampu beli 23 mobil mewah
Hukum - Jumat, 20 Oktober 2017 - 21:50 WIB

Lima tahun Andi Narogong mampu beli 23 mobil mewah

Andi Agustinus alias Andi Narogong sering gonta-ganti mobil mewah. Selama kurun waktu lima tahun dari 2012-2027, terdakwa kasus e-KTP ini ...
Jokowi rayu Emir Qatar investasi di KEK Mandalika
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 19:41 WIB

Jokowi rayu Emir Qatar investasi di KEK Mandalika

Presiden Jokowi menawarkan KEK Mandalika kepada Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. KEK Mandalika merupakan bagian dari 12 ...