Selasa, 26 September 2017 | 01.33 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>BPS : Wisatawan Tiongkok Paling Banyak Kunjungi Indonesia

BPS : Wisatawan Tiongkok Paling Banyak Kunjungi Indonesia

Reporter : Fadilah | Senin, 3 Oktober 2016 - 15:22 WIB

IMG-17599

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto. (Kininews/FADILLAH)

Jakarta, kini.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wiman) ke Indonesia pada Agustus 2016 naik 13,19% dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya yakni 911,7 ribu kunjungan menjadi 1,03 juta kunjungan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan jika dikelompokan berdasarkan asal negara, Wisatawan asal Tiongkoklah yang paling banyak menguasai pasar wisman di Indonesia yakni sebanyak 151.054 orang kemudian disusul oleh wisatawan asal Australia 105.754, selanjutnya disusul oleh wisatawan asal Singapura 100.383, dan Malaysia 99.313.

“Memang turis dari tiongkok ini paling besar dan sebetulnya kalau kita lihat perkembangannya bukan hanya di Indonesia tapi di negara-negara lain, ini seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang lumayan tinggi di Tiongkok, dan juga pendapatan per kapita di sana,” tuturnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, (3/10/2016).

Suhariyanyo juga memastikan bahwa wisatawan tersebut asal Tiongkok itu benar-benar tourist, bukan seorang pekerja yang diselundupkan. Hal tersebut lanjutnya terbukti saat kemarin dirinya kunjungan di Sulawesi.

“Saya kemarin baru pulang dari Sulawesi Utara, banyak sekali direct flight dari Tiongkok langsung ke Sulawesi Utara untuk berlibue kw Bunaken, jadi banyak skeali daerah-dareah di Tiongkok yang membuka Direct Fligth, jadi turis ini memang betul-betul Turis bukan pekerja,” tegasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan secara kumulatif Januari-Agustus 2016, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 7,36 juta kunjungan atay naik 8,39% dibandingkan jumlah kunjungan wisman periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 6,79 juta kunjungan.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 27 provinsi pada Agustus 2016 mencapai rata-rara 55,21% atau turun 0,40 poin dibandingkan dengan TPK Agustus 2015 yang tercatat sebesar 55,61%. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Juli 2016, TPK hotel berbintang pada Agustus 2015 naik 1,44 poin.

“Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 27 provinsi selama Agustus 2016 tercatat sebesar 1,8 hari terjadi penuruna 0,13 poin jika dibandingkan keadaan Agustus 2015,” tandasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bawa 119 bal ganja, pengemudi pikap diamankan Polisi
Peristiwa - Selasa, 26 September 2017 - 00:34 WIB

Bawa 119 bal ganja, pengemudi pikap diamankan Polisi

Ditlantas Polda Metro Jaya mengamankan satu mobil truk pikap yang mencurigakan di Jl Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Senin (25/9) malam. ...
Lulusan sarjana diharapkan mampu membudayakan etika akademik
Pendidikan - Selasa, 26 September 2017 - 00:06 WIB

Lulusan sarjana diharapkan mampu membudayakan etika akademik

Wakil Gubernur Sumatera Utara, Nurhajizah Marpaung berpesan setelah selesai menimba ilmu di perguruan tinggi, keinginan para mahasiswa dan orang tua ...
Polri pesan 5000 senjata non serbu dari Pindad
Peristiwa - Senin, 25 September 2017 - 23:31 WIB

Polri pesan 5000 senjata non serbu dari Pindad

Mabes Polri menyatakan bahwa pembelian senjata untuk mempersenjatai anggota Polri adalah dari PT Pindan dengan jumlah pesanan sebanyak 5.000 pucuk ...
Kebijakan infrastruktur pemerintah sudah di arah yang tepat
Ekonomi - Senin, 25 September 2017 - 23:16 WIB

Kebijakan infrastruktur pemerintah sudah di arah yang tepat

CEO dan Komisaris Crown Group, Iwan Sunito memberikan pandangannya terkait pembangunan infrastruktur yang saat ini sedang dilaksanakan oleh Pemerintah ...
IKM perlu manfaatkan platform digital
Ekonomi - Senin, 25 September 2017 - 22:31 WIB

IKM perlu manfaatkan platform digital

Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan ekonomi digital karena dari jumlah penduduk sebesar 250 juta lebih jiwa, sekitar 93,4 juta ...
Negara hemat 500 juta dolar AS dari proyek pengembangan Lapgas Unitisasi Jambaran
Ekonomi - Senin, 25 September 2017 - 18:48 WIB

Negara hemat 500 juta dolar AS dari proyek pengembangan Lapgas Unitisasi Jambaran

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, mewakili Presiden Jokowi, Senin (25/9), melakukan Peletakan Batu Pertama Proyek Pengembangan ...