Minggu, 23 April 2017 | 20.46 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>BPS : Wisatawan Tiongkok Paling Banyak Kunjungi Indonesia

BPS : Wisatawan Tiongkok Paling Banyak Kunjungi Indonesia

Reporter : Fadilah | Senin, 3 Oktober 2016 - 15:22 WIB

IMG-17599

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto. (Kininews/FADILLAH)

Jakarta, kini.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wiman) ke Indonesia pada Agustus 2016 naik 13,19% dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya yakni 911,7 ribu kunjungan menjadi 1,03 juta kunjungan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan jika dikelompokan berdasarkan asal negara, Wisatawan asal Tiongkoklah yang paling banyak menguasai pasar wisman di Indonesia yakni sebanyak 151.054 orang kemudian disusul oleh wisatawan asal Australia 105.754, selanjutnya disusul oleh wisatawan asal Singapura 100.383, dan Malaysia 99.313.

“Memang turis dari tiongkok ini paling besar dan sebetulnya kalau kita lihat perkembangannya bukan hanya di Indonesia tapi di negara-negara lain, ini seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang lumayan tinggi di Tiongkok, dan juga pendapatan per kapita di sana,” tuturnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, (3/10/2016).

Suhariyanyo juga memastikan bahwa wisatawan tersebut asal Tiongkok itu benar-benar tourist, bukan seorang pekerja yang diselundupkan. Hal tersebut lanjutnya terbukti saat kemarin dirinya kunjungan di Sulawesi.

“Saya kemarin baru pulang dari Sulawesi Utara, banyak sekali direct flight dari Tiongkok langsung ke Sulawesi Utara untuk berlibue kw Bunaken, jadi banyak skeali daerah-dareah di Tiongkok yang membuka Direct Fligth, jadi turis ini memang betul-betul Turis bukan pekerja,” tegasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan secara kumulatif Januari-Agustus 2016, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 7,36 juta kunjungan atay naik 8,39% dibandingkan jumlah kunjungan wisman periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 6,79 juta kunjungan.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 27 provinsi pada Agustus 2016 mencapai rata-rara 55,21% atau turun 0,40 poin dibandingkan dengan TPK Agustus 2015 yang tercatat sebesar 55,61%. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Juli 2016, TPK hotel berbintang pada Agustus 2015 naik 1,44 poin.

“Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 27 provinsi selama Agustus 2016 tercatat sebesar 1,8 hari terjadi penuruna 0,13 poin jika dibandingkan keadaan Agustus 2015,” tandasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Berikut Nama-Nama Korban Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor
Peristiwa - Sabtu, 22 April 2017 - 21:42 WIB

Berikut Nama-Nama Korban Kecelakaan Beruntun di Puncak Bogor

Unit Lakalantas Polres Bogor Kabupaten, mengkonfirmasi data nama-nama korban meninggal dunia dan luka berat dalam kecelakaan beruntun yang terjadi di ...
Tabrakan Beruntun 12 Kendaraan di Puncak, Bogor, 3 Tewas
Peristiwa - Sabtu, 22 April 2017 - 21:22 WIB

Tabrakan Beruntun 12 Kendaraan di Puncak, Bogor, 3 Tewas

Kecelakaan maut yang melibatkan 12 kendaaran terjadi di Jl Raya Puncak, tepatnya di tanjakan Selarong, Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Sabtu ...
Tak Jadi Potong Kuping, Haji Lulung Potong Kambing
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 17:41 WIB

Tak Jadi Potong Kuping, Haji Lulung Potong Kambing

Kuping dan hidung milik Abraham Lunggana alias Haji Lulung terselamatkan. Karena tidak jadi dipotong, pasalnya Basuki Purnama alias Ahok terbukti ...
KPK Perlu Selidiki Kasus Novel Baswedan
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 17:02 WIB

KPK Perlu Selidiki Kasus Novel Baswedan

Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dalam Koalisi Masyarakat Sipil Peduli Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebutkan KPK perlu melakukan penyelidikan sendiri ...
Menolak Forum Khilafah Internasional
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 15:18 WIB

Menolak Forum Khilafah Internasional

Rencana Forum Khilafah Internasional yang akan diselenggarakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Minggu (23/4) besok mendapatakan penolakan dari salah satu ...
Penistaan Agama oleh Ahok tak Boleh Dianggap Remeh
Nasional - Sabtu, 22 April 2017 - 15:01 WIB

Penistaan Agama oleh Ahok tak Boleh Dianggap Remeh

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin menyatakan persoalan kasus penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bukan ...