Sabtu, 18 November 2017 | 17.19 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>BPS : Wisatawan Tiongkok Paling Banyak Kunjungi Indonesia

BPS : Wisatawan Tiongkok Paling Banyak Kunjungi Indonesia

Reporter : Fadilah | Senin, 3 Oktober 2016 - 15:22 WIB

IMG-17599

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto. (Kininews/FADILLAH)

Jakarta, kini.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wiman) ke Indonesia pada Agustus 2016 naik 13,19% dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya yakni 911,7 ribu kunjungan menjadi 1,03 juta kunjungan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan jika dikelompokan berdasarkan asal negara, Wisatawan asal Tiongkoklah yang paling banyak menguasai pasar wisman di Indonesia yakni sebanyak 151.054 orang kemudian disusul oleh wisatawan asal Australia 105.754, selanjutnya disusul oleh wisatawan asal Singapura 100.383, dan Malaysia 99.313.

“Memang turis dari tiongkok ini paling besar dan sebetulnya kalau kita lihat perkembangannya bukan hanya di Indonesia tapi di negara-negara lain, ini seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang lumayan tinggi di Tiongkok, dan juga pendapatan per kapita di sana,” tuturnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, (3/10/2016).

Suhariyanyo juga memastikan bahwa wisatawan tersebut asal Tiongkok itu benar-benar tourist, bukan seorang pekerja yang diselundupkan. Hal tersebut lanjutnya terbukti saat kemarin dirinya kunjungan di Sulawesi.

“Saya kemarin baru pulang dari Sulawesi Utara, banyak sekali direct flight dari Tiongkok langsung ke Sulawesi Utara untuk berlibue kw Bunaken, jadi banyak skeali daerah-dareah di Tiongkok yang membuka Direct Fligth, jadi turis ini memang betul-betul Turis bukan pekerja,” tegasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan secara kumulatif Januari-Agustus 2016, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 7,36 juta kunjungan atay naik 8,39% dibandingkan jumlah kunjungan wisman periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 6,79 juta kunjungan.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 27 provinsi pada Agustus 2016 mencapai rata-rara 55,21% atau turun 0,40 poin dibandingkan dengan TPK Agustus 2015 yang tercatat sebesar 55,61%. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Juli 2016, TPK hotel berbintang pada Agustus 2015 naik 1,44 poin.

“Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 27 provinsi selama Agustus 2016 tercatat sebesar 1,8 hari terjadi penuruna 0,13 poin jika dibandingkan keadaan Agustus 2015,” tandasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 13:51 WIB

Operasi senyap Kopassus-Raider serang markas TPN-PB bebaskan sandra

Dua hari lamanya sebanyak 13 anggota Kopassus menyusup ke daerah sasaran yang dikuasai Tentara Pembebasan Nasional- Papua Barat atau ...
Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 13:02 WIB

Pengamat Hukum Minta Cari Penanggung Jawab Kasus E-KTP

Kasus dugaan korupsi e-KTP kembali masuk babak baru. Salah satu tersangkanya yakni Setya Novanto sudah resmi ditahan oleh penyidik KPK. ...
Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum
Peristiwa - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Soal pembebasan sandra di Papua, DPR minta harus ada proses hukum

Ketua Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Abdul Kharis Almasyhari menyatakan dugaan penyanderaan terhadap 1.300 penduduk yang dilakukan oleh ...
Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 12:59 WIB

Pakar Hukum Pidana Sebut Penahanan Setnov Sudah Tepat

Pakar Hukum Pidana Abdul Fickar Hadjar menilai apa yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menahan Ketua DPR Setya Novanto ...
Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 09:28 WIB

Ketua DPR RI Ditahan KPK, Ini Tanggapan Jokowi

Ketua DPR RI, Setya Novanto resmi menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (18/11/2017).Terkait penahanan tersebut, Presiden RI, Joko Widodo ...
Belum Pernah Diperiksa, Pengacara Pertanyakan Penahanan Setnov
Hukum - Sabtu, 18 November 2017 - 09:15 WIB

Belum Pernah Diperiksa, Pengacara Pertanyakan Penahanan Setnov

Kuasa Hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi mempertanyakan wewenang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadikan kliennya sebagai tahanan.Pasalnya, menurut dia, Setnov belum ...