Selasa, 17 Januari 2017 | 22.01 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>BPS : Wisatawan Tiongkok Paling Banyak Kunjungi Indonesia

BPS : Wisatawan Tiongkok Paling Banyak Kunjungi Indonesia

Reporter : Fadilah | Senin, 3 Oktober 2016 - 15:22 WIB

IMG-17599

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto. (Kininews/FADILLAH)

Jakarta, kini.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wiman) ke Indonesia pada Agustus 2016 naik 13,19% dibandingkan bulan yang sama tahun sebelumnya yakni 911,7 ribu kunjungan menjadi 1,03 juta kunjungan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan jika dikelompokan berdasarkan asal negara, Wisatawan asal Tiongkoklah yang paling banyak menguasai pasar wisman di Indonesia yakni sebanyak 151.054 orang kemudian disusul oleh wisatawan asal Australia 105.754, selanjutnya disusul oleh wisatawan asal Singapura 100.383, dan Malaysia 99.313.

“Memang turis dari tiongkok ini paling besar dan sebetulnya kalau kita lihat perkembangannya bukan hanya di Indonesia tapi di negara-negara lain, ini seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang lumayan tinggi di Tiongkok, dan juga pendapatan per kapita di sana,” tuturnya dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, (3/10/2016).

Suhariyanyo juga memastikan bahwa wisatawan tersebut asal Tiongkok itu benar-benar tourist, bukan seorang pekerja yang diselundupkan. Hal tersebut lanjutnya terbukti saat kemarin dirinya kunjungan di Sulawesi.

“Saya kemarin baru pulang dari Sulawesi Utara, banyak sekali direct flight dari Tiongkok langsung ke Sulawesi Utara untuk berlibue kw Bunaken, jadi banyak skeali daerah-dareah di Tiongkok yang membuka Direct Fligth, jadi turis ini memang betul-betul Turis bukan pekerja,” tegasnya.

Lebih lanjut dia mengatakan secara kumulatif Januari-Agustus 2016, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia mencapai 7,36 juta kunjungan atay naik 8,39% dibandingkan jumlah kunjungan wisman periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 6,79 juta kunjungan.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di 27 provinsi pada Agustus 2016 mencapai rata-rara 55,21% atau turun 0,40 poin dibandingkan dengan TPK Agustus 2015 yang tercatat sebesar 55,61%. Sementara itu, jika dibandingkan dengan Juli 2016, TPK hotel berbintang pada Agustus 2015 naik 1,44 poin.

“Rata-rata lama menginap tamu asing dan Indonesia pada hotel berbintang di 27 provinsi selama Agustus 2016 tercatat sebesar 1,8 hari terjadi penuruna 0,13 poin jika dibandingkan keadaan Agustus 2015,” tandasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:43 WIB

Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI

Komisi III DPR berjanji akan menindaklanjuti pengaduan yang disampaikan pimpinan Front Pembela Islam terkait dugaan penyalahgunaan jabatan yang dilakukan Kapolda ...
Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:21 WIB

Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III

Pimpinan GNPF-MUI dan FPI mengadukan beberapa persoalan kepada Komisi III DPR yang akhir-akhir mencuat, salah satunya terkait insiden penyerangan yang ...
Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 20:56 WIB

Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami

Laman www.bmkg.go.id menyebutkan gempa bumi mengguncang Aceh dan Sabang. Goncangan sekuat 5,6 SR itu tak berpotensi tsunami. Bunyi dalam pernyataan ...
Usai Diperiksa KPK, Saipul Jamil Nyanyi
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 19:00 WIB

Usai Diperiksa KPK, Saipul Jamil Nyanyi

Usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap kepada Panitera Pengganti Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara (Jakut), Rohadi yakni ...
Slamet Kaget, Mayat di Depan Warungnya
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 17:40 WIB

Slamet Kaget, Mayat di Depan Warungnya

Tepat di teras warung milik Slamet, di Jalan Raya Siman, Desa Kepuhrubuh, Kecamatan Siman, Ponorogo, geger karena penemuan sesosok mayat. ...
Komnas HAM Minta Pemerintah Bina Ormas Arogan
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 17:12 WIB

Komnas HAM Minta Pemerintah Bina Ormas Arogan

Belakangan ini banyak organisasi masyarakat (ormas) yang melakukan aksi arogan. Karena hal tersebut, banyak pihak yang mengusulkan agar pemerintah membubarkan ...