Minggu, 25 Februari 2018 | 22.26 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Terancam Hukuman Mati, Pembunuh Sadis ‘Gagang Cangkul’ Eno Parihah Disidang Besok

Terancam Hukuman Mati, Pembunuh Sadis ‘Gagang Cangkul’ Eno Parihah Disidang Besok

Selasa, 4 Oktober 2016 - 12:55 WIB

IMG-17618

Korban pembunuhan sadis, Eno Parihah, yang tewas dengan gagang cangkul menancap di kemaluan. (Ist)

Tangerang, kini.co.id – Kasus pembunuhan Eno Parihah masih membekas diingatan. Bagaimana tidak, pembunuhan tersebut terkenal ke seluruh negeri karena kesadisannya di mana Eno ditemukan meninggal dengan gagang cangkul masuk ke kemaluan hingga paru-paru.

Proses hukum terhadap para terdakwa pun masih berlanjut. Besok, Rabu (5/10/2016) dua terdakwa pembunuh Eno akan disidang. Kedua tersangka tersebut adalah Arifin (24) dan Imam Hapriadi (24).

Arifin dan Imam merupakan dua dari tiga orang yang didakwa melakukan pembunuhan terhadap Eno Parihah di Kosambi, Kabupaten Tangerang, pada Mei 2016.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Tangerang, Andri Wiranofa, mengatakan kedua terdakwa akan disidang karena berkasnya sudah lengkap.

“Besok sidang perdananya. Semua berkas sudah lengkap, siap disidangkan besok,” kata Wiranofa, Selasa (4/10/2016).

Dalam kasus ini, Arifin dan Imam masing-masing dikenakan pasal berlapis dengan pasal primernya adalah Pasal 340 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Pembunuhan Berencana. Tak main-main, ancaman hukuman maksimal untuk pasal ini adalah hukuman mati.

Sementara, satu tersangka lainnya yang berinisial RA (16) telah divonis hukuman 10 tahun penjara oleh majelis hakim peradilan anak Pengadilan Negeri Tangerang pada Juni 2016.

RA dinyatakan memenuhi unsur pembunuhan berencana dan dikenakan hukuman maksimal untuk anak di bawah umur, yakni setengah dari ancaman hukuman maksimal orang dewasa.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut
Hukum - Minggu, 25 Februari 2018 - 19:26 WIB

Bawaslu berhentikan sementara Ketua Panwaslu Garut

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memberhentikan sementara Ketua Panwaslu Kabupaten Garut, Heri Hasan Basri yang terjerat OTT Satgas Anti Money Politik ...
Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:58 WIB

Banjir landa sejumlah wilayah di pulau Jawa

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana Sutopo Purwo Nugroho mengatakan banjir melanda sejumlah daerah di ...
Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi
Peristiwa - Sabtu, 24 Februari 2018 - 20:51 WIB

Jalur kereta Cirebon-Tegal sudah bisa dilintasi

Petak jalan rel kereta api di kilometer 185 + 500 sampai dengan 186 + 600 (Stasiun Tanjung - Stasiun Losari  ...
Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi
Politik - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:25 WIB

Puan sebut PDI-P kantongi cawapres pendamping Jokowi

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Puan Maharani mengatakan partainya telah mengantongi kriteria dan nama-nama calon wakil ...
Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun
Ekonomi - Sabtu, 24 Februari 2018 - 17:19 WIB

Bangun infrastruktur, Angkasa Pura I gelontorkan Rp18,8 triliun

PT Angkasa Pura I (Persero) di 2018 akan menginvestasikan Rp18,8 triliun untuk membangun sejumlah infrastruktur bandar udara untuk perbaikan dan ...
PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU
Hukum - Sabtu, 24 Februari 2018 - 14:17 WIB

PBB Tak Lolos, Yusril Kekeuh Polisikan Komisioner KPU

Tak terima partainya tak lolos verifikasi, Ketua Umum DPP Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Izha Mahendra kekeuh akan menyeret seluruh ...