Selasa, 17 Januari 2017 | 22.00 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Polisi Ungkap Pelaku Videotron Mesum Kebayoran Baru

Polisi Ungkap Pelaku Videotron Mesum Kebayoran Baru

Reporter : Rakisa | Selasa, 4 Oktober 2016 - 20:57 WIB

IMG-17627

Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochamad Iriawan saat memaparkan penangkapan SAR sebagai tersangka pemutar video mesum Jalan Wijaya I, Kebayoran Baru. (Kininews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Unit Cyber Crime Polda Metro Jaya akhirnya mengungkap pelaku kasus pemutar ‘Videotron Mesum’ atau papan reklame video yang memutar diduga film syur JAV beberapa waktu lalu di Jalan Wijaya I kawasan Prapanca, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Dari 11 saksi yang sudah diperiksa oleh pihak Kepolisian, dan sejumlah barang bukti berupa, 1 (satu) unit laptop, 1 (satu) unit telepon selular, dan 6 (enam) uni CPU, Polisi kemudian menetapkan SAR (24) sebagai tersangka yang merupakan karyawan swasta.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochamad Iriawan menjelaskan, Polisi melakukan penangkapan pada Senin (3/10/2016) sore dikantor tempat SAR bekerja.

“Dia ditangkap di kantornya. Sebetulnya hari Sabtu kami sudah bisa melakukan penggeledahan, tapi karena izinnya harus diajukan ke pengadilan, sehingga baru Senin sore dan baru hari ini kami lakukan penangkapan dan penggeledahan,” ujar Irjen Iriawan, di Polda Metro Jaya, Selasa (4/10/2016).

Sementara itu, Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Fadhil Irman menjelaskan, tersangka pada hari Jumat 30 September 2016 sekitar pukul 12.00 siang melewati Videotron yang ada di Jalan Wijaya I. Ketika saat berhenti dilampu merah, SAR melihat tampilan layar yang bertuliskan Team Viewer yang juga menampilkan login serta password untuk mengakses Videotron tersebut.

“Pengakuan dia (SAR), dia memfoto ketika lewat (Videotron Jalan Wijaya I) hari Jumat, itu ada username dan password,” ujar Fadhil

Lebih lanjut, sesampainya dikantor SAR kemudian mencari tahu tentang Team Viewer yang kemundian mengunduh aplikasi untuk remote desktop tersebut lalu memasukkan username dan password Videotron Jalan Wijaya I yang telah difotonya.

Namun Fadhil belum mempercayai keterangan SAR tersebut, Pasalnya tidak ada ditemukan foto videotron seperti pengakuan pelaku.

“Ini hacker-lah yang pasti. Ilegal akses,” ujar Fadil.

Hingga saat ini, Unit Cyber Crime Polda Metro Jaya masih mendalami cara pelaku mendapatkam user dan password tersebut.

SAR dikenakan pasar berlapis yakni, melanggar pasal 282 KUHP dan atau Pasal 27 ayat 1 UU ITE dan atau Pasal 30 Jo Pasal 46 UU ITE atau Pasal 32 Jo Pasal 48 Uu ITE dan atau Pasal 29 UU No.44 TH 2008 tentang Pornografi, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp 15 miliar.

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:43 WIB

Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI

Komisi III DPR berjanji akan menindaklanjuti pengaduan yang disampaikan pimpinan Front Pembela Islam terkait dugaan penyalahgunaan jabatan yang dilakukan Kapolda ...
Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:21 WIB

Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III

Pimpinan GNPF-MUI dan FPI mengadukan beberapa persoalan kepada Komisi III DPR yang akhir-akhir mencuat, salah satunya terkait insiden penyerangan yang ...
Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 20:56 WIB

Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami

Laman www.bmkg.go.id menyebutkan gempa bumi mengguncang Aceh dan Sabang. Goncangan sekuat 5,6 SR itu tak berpotensi tsunami. Bunyi dalam pernyataan ...
Usai Diperiksa KPK, Saipul Jamil Nyanyi
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 19:00 WIB

Usai Diperiksa KPK, Saipul Jamil Nyanyi

Usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap kepada Panitera Pengganti Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara (Jakut), Rohadi yakni ...
Slamet Kaget, Mayat di Depan Warungnya
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 17:40 WIB

Slamet Kaget, Mayat di Depan Warungnya

Tepat di teras warung milik Slamet, di Jalan Raya Siman, Desa Kepuhrubuh, Kecamatan Siman, Ponorogo, geger karena penemuan sesosok mayat. ...
Komnas HAM Minta Pemerintah Bina Ormas Arogan
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 17:12 WIB

Komnas HAM Minta Pemerintah Bina Ormas Arogan

Belakangan ini banyak organisasi masyarakat (ormas) yang melakukan aksi arogan. Karena hal tersebut, banyak pihak yang mengusulkan agar pemerintah membubarkan ...