Rabu, 28 Juni 2017 | 05.27 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Polisi Ungkap Pelaku Videotron Mesum Kebayoran Baru

Polisi Ungkap Pelaku Videotron Mesum Kebayoran Baru

Reporter : Rakisa | Selasa, 4 Oktober 2016 - 20:57 WIB

IMG-17627

Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochamad Iriawan saat memaparkan penangkapan SAR sebagai tersangka pemutar video mesum Jalan Wijaya I, Kebayoran Baru. (Kininews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Unit Cyber Crime Polda Metro Jaya akhirnya mengungkap pelaku kasus pemutar ‘Videotron Mesum’ atau papan reklame video yang memutar diduga film syur JAV beberapa waktu lalu di Jalan Wijaya I kawasan Prapanca, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Dari 11 saksi yang sudah diperiksa oleh pihak Kepolisian, dan sejumlah barang bukti berupa, 1 (satu) unit laptop, 1 (satu) unit telepon selular, dan 6 (enam) uni CPU, Polisi kemudian menetapkan SAR (24) sebagai tersangka yang merupakan karyawan swasta.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochamad Iriawan menjelaskan, Polisi melakukan penangkapan pada Senin (3/10/2016) sore dikantor tempat SAR bekerja.

“Dia ditangkap di kantornya. Sebetulnya hari Sabtu kami sudah bisa melakukan penggeledahan, tapi karena izinnya harus diajukan ke pengadilan, sehingga baru Senin sore dan baru hari ini kami lakukan penangkapan dan penggeledahan,” ujar Irjen Iriawan, di Polda Metro Jaya, Selasa (4/10/2016).

Sementara itu, Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Fadhil Irman menjelaskan, tersangka pada hari Jumat 30 September 2016 sekitar pukul 12.00 siang melewati Videotron yang ada di Jalan Wijaya I. Ketika saat berhenti dilampu merah, SAR melihat tampilan layar yang bertuliskan Team Viewer yang juga menampilkan login serta password untuk mengakses Videotron tersebut.

“Pengakuan dia (SAR), dia memfoto ketika lewat (Videotron Jalan Wijaya I) hari Jumat, itu ada username dan password,” ujar Fadhil

Lebih lanjut, sesampainya dikantor SAR kemudian mencari tahu tentang Team Viewer yang kemundian mengunduh aplikasi untuk remote desktop tersebut lalu memasukkan username dan password Videotron Jalan Wijaya I yang telah difotonya.

Namun Fadhil belum mempercayai keterangan SAR tersebut, Pasalnya tidak ada ditemukan foto videotron seperti pengakuan pelaku.

“Ini hacker-lah yang pasti. Ilegal akses,” ujar Fadil.

Hingga saat ini, Unit Cyber Crime Polda Metro Jaya masih mendalami cara pelaku mendapatkam user dan password tersebut.

SAR dikenakan pasar berlapis yakni, melanggar pasal 282 KUHP dan atau Pasal 27 ayat 1 UU ITE dan atau Pasal 30 Jo Pasal 46 UU ITE atau Pasal 32 Jo Pasal 48 Uu ITE dan atau Pasal 29 UU No.44 TH 2008 tentang Pornografi, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp 15 miliar.

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Pertemuan GNPF-MUI dengan Presiden Tak Pengaruhi Kasus Habib Rizieq
Hukum - Selasa, 27 Juni 2017 - 23:38 WIB

Pertemuan GNPF-MUI dengan Presiden Tak Pengaruhi Kasus Habib Rizieq

Polda Metro Jaya menyatakan pertemuan antara GNPF-MUI dengan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu, tidak lantas mempengaruhi penanganan kasus yang menjerat ...
Presidium MRI Bantah Fitnah Tommy Winata Soal Pertemuan GNPF MUI-Presiden
Politik - Selasa, 27 Juni 2017 - 23:00 WIB

Presidium MRI Bantah Fitnah Tommy Winata Soal Pertemuan GNPF MUI-Presiden

Ketua Presidium Musyawarah Rakyat Indonesia (MRI) Yudi Syamhudi Suyuti membantah dirinya memfitnah Tommy Winata dan Artha Graha Perduli (AGP) terkait ...
ASDP Catat Jumlah Penyebrangan Jawa ke Sumatera Naik 12,4 Persen
Ekonomi - Selasa, 27 Juni 2017 - 22:09 WIB

ASDP Catat Jumlah Penyebrangan Jawa ke Sumatera Naik 12,4 Persen

PT Angkutan Sungai Danau dan Penyebrangan (ASDP) Indonesia Ferry (Persero) mencatat selama arus mudik, total angkutan yang disebrangkan dari Jawa ...
GNPF-MUI- Alumni 212 Pecah Kongsi ?
Politik - Selasa, 27 Juni 2017 - 19:27 WIB

GNPF-MUI- Alumni 212 Pecah Kongsi ?

Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI dan Presidium Alumni 212 diduga pecah kongsi paska tim GNPF-MUI melakukan pertemuan dengan Presiden ...
KH Bachtiar Nasir:  Tak Ada Pembahasan Khusus Saat Bertemu Presiden
Peristiwa - Selasa, 27 Juni 2017 - 15:46 WIB

KH Bachtiar Nasir: Tak Ada Pembahasan Khusus Saat Bertemu Presiden

Ketua GNPF-MUI, KH Bachtiar Nasir, mengaku tidak tak ada pembahasan khusus yang dibicarakan pihaknya saat bertemu dengan Presiden Jokowi pada, ...
GNPF-MUI Bantah Ngemis Bertemu Presiden
Peristiwa - Selasa, 27 Juni 2017 - 15:20 WIB

GNPF-MUI Bantah Ngemis Bertemu Presiden

Berbagai tudingan miring terhadap langkah GNPF-MUI mulai dari mengemis, masuk angin hingga ada udang dibalik batu yang menggelar pertemuan dengan ...