Selasa, 28 Maret 2017 | 01.14 WIB
KiniNEWS>Nasional>Hukum>Polisi Ungkap Pelaku Videotron Mesum Kebayoran Baru

Polisi Ungkap Pelaku Videotron Mesum Kebayoran Baru

Reporter : Rakisa | Selasa, 4 Oktober 2016 - 20:57 WIB

IMG-17627

Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochamad Iriawan saat memaparkan penangkapan SAR sebagai tersangka pemutar video mesum Jalan Wijaya I, Kebayoran Baru. (Kininews/Rakisa)

Jakarta, kini.co.id – Unit Cyber Crime Polda Metro Jaya akhirnya mengungkap pelaku kasus pemutar ‘Videotron Mesum’ atau papan reklame video yang memutar diduga film syur JAV beberapa waktu lalu di Jalan Wijaya I kawasan Prapanca, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Dari 11 saksi yang sudah diperiksa oleh pihak Kepolisian, dan sejumlah barang bukti berupa, 1 (satu) unit laptop, 1 (satu) unit telepon selular, dan 6 (enam) uni CPU, Polisi kemudian menetapkan SAR (24) sebagai tersangka yang merupakan karyawan swasta.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Mochamad Iriawan menjelaskan, Polisi melakukan penangkapan pada Senin (3/10/2016) sore dikantor tempat SAR bekerja.

“Dia ditangkap di kantornya. Sebetulnya hari Sabtu kami sudah bisa melakukan penggeledahan, tapi karena izinnya harus diajukan ke pengadilan, sehingga baru Senin sore dan baru hari ini kami lakukan penangkapan dan penggeledahan,” ujar Irjen Iriawan, di Polda Metro Jaya, Selasa (4/10/2016).

Sementara itu, Direskrimum Polda Metro Jaya, Kombes Fadhil Irman menjelaskan, tersangka pada hari Jumat 30 September 2016 sekitar pukul 12.00 siang melewati Videotron yang ada di Jalan Wijaya I. Ketika saat berhenti dilampu merah, SAR melihat tampilan layar yang bertuliskan Team Viewer yang juga menampilkan login serta password untuk mengakses Videotron tersebut.

“Pengakuan dia (SAR), dia memfoto ketika lewat (Videotron Jalan Wijaya I) hari Jumat, itu ada username dan password,” ujar Fadhil

Lebih lanjut, sesampainya dikantor SAR kemudian mencari tahu tentang Team Viewer yang kemundian mengunduh aplikasi untuk remote desktop tersebut lalu memasukkan username dan password Videotron Jalan Wijaya I yang telah difotonya.

Namun Fadhil belum mempercayai keterangan SAR tersebut, Pasalnya tidak ada ditemukan foto videotron seperti pengakuan pelaku.

“Ini hacker-lah yang pasti. Ilegal akses,” ujar Fadil.

Hingga saat ini, Unit Cyber Crime Polda Metro Jaya masih mendalami cara pelaku mendapatkam user dan password tersebut.

SAR dikenakan pasar berlapis yakni, melanggar pasal 282 KUHP dan atau Pasal 27 ayat 1 UU ITE dan atau Pasal 30 Jo Pasal 46 UU ITE atau Pasal 32 Jo Pasal 48 Uu ITE dan atau Pasal 29 UU No.44 TH 2008 tentang Pornografi, dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara dan denda Rp 15 miliar.

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tersangka Ekspolitasi Seksual Online dapat Upah Rp750 ribu
Nasional - Senin, 27 Maret 2017 - 21:22 WIB

Tersangka Ekspolitasi Seksual Online dapat Upah Rp750 ribu

Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Selatan membongkar tindak pidana perdagangan orang secara melalui internet alias online tentang eksploitasi seksual."Tersangka ...
Kalau Saya Bayar, Perusahaan Bangkrut
Nasional - Senin, 27 Maret 2017 - 20:38 WIB

Kalau Saya Bayar, Perusahaan Bangkrut

Direktur PT EK Prima Ekspor (PT EKP) Ramapanicker Rajamohanan Nair, terdakwa suap terhadap Direktorat Penegakan Hukum pada Direktorat Jenderal Pajak ...
Delapan Rumah Rusak Parah karena Angin Puyuh
Peristiwa - Senin, 27 Maret 2017 - 20:27 WIB

Delapan Rumah Rusak Parah karena Angin Puyuh

Angin Puyuh dan hujan deras meluluhlantahkan tiga kampung di Desa Girimukti, Kecamatan Cibeber, Cianjur, Jawa Barat. Akibatnya, ratusan rumah mengalami ...
Waspada, Sabu Berbentuk Seperti Gula Batu Asal Malaysia
Peristiwa - Senin, 27 Maret 2017 - 15:41 WIB

Waspada, Sabu Berbentuk Seperti Gula Batu Asal Malaysia

Ada saja akal para pengedar narkoba dalam melancarkan aksinya, mulai dari memasukannya ke dalam makanan sampai mengubah bentuknya. Salah satunya ...
Mangkir di Sidang E-KTP, Jaksa Bakal Panggil Paksa Miryam
Hukum - Senin, 27 Maret 2017 - 13:12 WIB

Mangkir di Sidang E-KTP, Jaksa Bakal Panggil Paksa Miryam

Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) merencanakan pemanggilan paksa terhadap Anggota DPR RI fraksi Hanura, Miryam S Haryani ...
Absen di Sidang E-KTP, Jaksa Periksa Surat Sakit Miryam
Hukum - Senin, 27 Maret 2017 - 12:25 WIB

Absen di Sidang E-KTP, Jaksa Periksa Surat Sakit Miryam

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku telah melihat surat sakit yang dikirimkan oleh saksi Miryam S Haryani ...