Kamis, 23 Maret 2017 | 11.10 WIB
KiniNEWS>Nasional>Politik>Ruhut: Jangan Bangunkan harimau Sedang Tidur

Ruhut: Jangan Bangunkan harimau Sedang Tidur

Reporter : Dian | Rabu, 5 Oktober 2016 - 14:22 WIB

IMG-17635

Ruhut Sitompul (Kininews/Ist)

Jakarta, kini.co.id – Ketua Koordinator Polhukam DPP Partai Demokrat, Ruhut Sitompul mengatakan, dirinya tidak takut menghadapai upaya teman-temanya di internal Demokrat yang mendesak pimpinan partai agar Ruhut dipecat atau disuruh mengundurkan diri karena mendukung pasangan Ahok-Djarot pada Pilkada DKI 2017 mendatang.

“Kan katanya aku sudah tidak dianggap di partai, itu si Roy Suryo yang ngomong. Sekarang Imelda juga ngomong. Kerena itu jangan bangunkan harimau sedang tidur, aku terkam semuanya!!!” Ujar Ruhut di Jakarta, Rabu (05/09/2016).

Menurut Ruhut, adanya orang-orang yang ingin menyingkirkanya lantaran ketua umum partai Demokrat Susilo Bambang Yudhyono tidak memecatnya, meski sikapnya berlawanan dengan arus partai.

Ruhut sendiri secara pribadi tidak mau ambil pusing dengan desakan mundur, apalagi politisi seperti Roy Suryo dan Imelda tidak selevel denganya.

“Imelda anak kemarin sore, yang mau jadi anak politisi gagal. Enggak terpilih di Cianjur, katanya suaranya dicuri Syarif Hasan. Jadi, jangan samakan dong kelas aku dengan mereka” Ujar Ruhut.

Ruhut menambahkan, dirinya tidak tergila-gila dengan jabatan. Kerna itulah karirnya cepat meningkat dari anggota, ke Ketua bidang dan kemudian anggota DPR. Bahkan, Ruhut mengatakan, jika nanti pekerjaanya sebagai juru kampanye Ahok-Djarot terlalu sibuk, dirinya rela mengundurkan diri sebagai anggota DPR.

“Nanti kalau makin serius, DPR aku tinggalkan. Demokrat buka partai aku yang pertama, tapi yang terakhir.” Pungkas Ruhut.

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
KPK Rahasiakan Penerima Suap e-KTP yang Kembalikan Uang, Ada Apa?
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 11:07 WIB

KPK Rahasiakan Penerima Suap e-KTP yang Kembalikan Uang, Ada Apa?

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, terus mempertanyakan sikap KPK yang merahasiakan nama-nama penerima suap proyek pengadaan e-KTP. Bahkan dianggap melindungi ...
Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:58 WIB

Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP

Sidang ketiga kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) akan kembali digelar hari ini, Kamis (23/3/2017) di Pengadilan ...
Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:53 WIB

Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi

Putusan Pengadilan Tinggi Urusan Agama (PTUN) akan dijadikan KPK sebagai pintu masuk kembali mengusut dugaan korupsi di reklamasi teluk Jakarta.Hal ...
Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 17:01 WIB

Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku

Publik digegerkan dengan menghilangnya dokumen sengketa Pilkada Dogiayi, Papua di Mahkamah Konstitusi.Hal ini jelas menjengkelkan, mengingat beberapa kasus sengketa pilkada ...
Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:33 WIB

Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki

Publik heboh membicarakan mobil dinas yang belum dikembalikan Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Pasalnya, kendaraan dinas Presiden Jokowi sempat ...
Fahri Hamzah Sebut KPK Melakukan Kekonyolan Telanjang
Hukum - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:19 WIB

Fahri Hamzah Sebut KPK Melakukan Kekonyolan Telanjang

Wakil Ketua DPR, Fachri Hamzah menegaskan namanya disebut dalam sidang kasus suap pajak PT EK Prima (EKP) adalah sebuah kekonyolan.Fahri ...