Jumat, 21 Juli 2017 | 13.35 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Kemenperin Tolak Penerapan Cukai Plastik

Kemenperin Tolak Penerapan Cukai Plastik

Reporter : Fadilah | Kamis, 6 Oktober 2016 - 12:25 WIB

IMG-17648

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto. (Kininews/FADILLAH)

Jakarta, kini.co.id – Kemenperin mencatat, kinerja industri makanan minuman (mamin) terus tumbuh dan sepanjang triwulan I 2016 naik sebesar 7,55%. Capaian ini turut mendongkrak industri non migas yang tumbuh 4,46% pada periode yang sama.

Di sisi lain, industri pengolahan non migas menyumbang sebesar 18,41% terhadap PDB Nasional. Kontribusi terbesar terhadap industri pengolahan non migas diberikan oleh industri makanan dan minuman sebesar 31,5%.

Berikutnya, kontribusi lainnya diikuti oleh industri barang logam sebesar 11,08% industri alat angkutan sebesar 10,64%. Adapun industri tekstil dan pakaian jadi berkontribusi sebesar 6,57% terhadap industri non migas.

Atas dasar itu Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto tak setuju dengan rencana pengenaan cukai pada kemasan dan kantong berbahan baku plastik, karena bakal berdampak luas terhadap sektor industri khususnya sektor makanan dan minuman.

Lebih jauh dia mengatakan bukan hanya berakibat pada sektor industri, penerapan cukai juga dapat berdampak terhadap implementasi kebijakan mendorong investasi yang saat ini justru tengah dipacu.

“Jadi diharapkan (cukai plastik) tidak bisa dilaksanakan dulu,” pinta Airlangga disela acara diskusi publik bertajuk ‘Peran HIPPI dalam Memajujan UMKM Indonesia’, di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Kamis, (6/10/2016)

Airlangga menegaskan bahwa kriteria cukai kemasan plastik makanan dan minuman (Mamin) dikategorikan sebagai bahan yang dapat mencemari lingkungan adalah tidak sepenuhnya tepat.

“Karena sampah plastik saat ini bisa didaur ulang dengan tekhnologi yang ada dan canggih,” katanya.

Selain itu tambah industri kemasan plastik sejauh ini juga sudah menyerap hasil bank sampah masyarakat untuk bahan baku utama pembuatan kemasan, karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

Oleh karena itu dia meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan untuk mengoptimalkan regulasi yang sudah ada seperti yang tertuang dalam Undang-undang sampah Nomor 18 Tahun 2008 dan PP Nomor 81 Tahu 2012 tentang Pengolaaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

“Misalnya dengan mengedukasi masyarakat bahwa plastik itu bisa di daur ulang, jadi mereka bisa mengumpulkan sampah plastik kepada Bank Sampah. Bukannya malah mengeluarkan kebijakan yang memberatkan para pelaku industri,” tandasnya.

Sebagai informasi pemerintah berencana menjaring penerimaan negara dengan mengenakan cukai atas kemasan plastik mulai tahun depan. Sepanjang 2017, Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai memperkirakan setidaknya ada tambahan pemasukan negara Rp1,6 triliun dari cukai jenis baru tersebut.

Untuk tarif awal, sementara akan dikenakan pada kantong kresek. Nanti secara bertahap akan ke semua jenis plastik, termasuk plastik kemasan makanan dan botol plastik.

Meski telah menetapkan target, rupanya Ditjen Bea Cukai masih belum menentukan besaran tarif cukai yang akan dikenakan pada kantong kresek. Namun ia memastikan, nilainya tidak akan membebani masyarakat.

Adapun besaran tarif cukai plastik saat ini masih digodok pemerintah dan harus mendapat restu dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Bos OJK Pangkas Deputi dan Kurangi Kegiatan Seremonial
Ekonomi - Jumat, 21 Juli 2017 - 13:21 WIB

Bos OJK Pangkas Deputi dan Kurangi Kegiatan Seremonial

Mulai lakukan efisiensi, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso akan mengurangi jumlah deputi di bawah dewan komisioner.Hal ini bertujuan untuk ...
100 Hari, Penyidik Hanya Dapat Sketsa Wajah Peneror Novel Baswedan
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:32 WIB

100 Hari, Penyidik Hanya Dapat Sketsa Wajah Peneror Novel Baswedan

100 hari setelah peristiwa penyiraman air keras terhadap penyidik senior Novel Baswedan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), polisi masih belum berhasil ...
Disebut Bakal Naik Pangkat, Begini Reaksi Irjen Iriawan
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:19 WIB

Disebut Bakal Naik Pangkat, Begini Reaksi Irjen Iriawan

Disebut-sebut bakal naik pangkat, mantan Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan mengaku siap melakukan tugas yang lebih berat."Siap. Saya Bhayangkara ...
Tolak Pelemahan, MKKS Muhammadiyah Sambangi KPK
Peristiwa - Jumat, 21 Juli 2017 - 12:01 WIB

Tolak Pelemahan, MKKS Muhammadiyah Sambangi KPK

Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Muhammadiyah se-DKI Jakarta menyambangi Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang terletak di Jalan Kuningan Persada, ...
RUU Pemilu, Habiburokhman: Om Ganteng dkk Gak Akan Tinggal Diam, Senin ke MK
Politik - Jumat, 21 Juli 2017 - 10:38 WIB

RUU Pemilu, Habiburokhman: Om Ganteng dkk Gak Akan Tinggal Diam, Senin ke MK

Partai Gerindra bersama tiga partai lainnya memilih walk out pada sidang paripurna pengambilan keputusan RUU Pemilu.Alasan memilih tidak ikut dalam pengambilan keputusan ...
DPR Sahkan RUU Pemilu, Yusril Akan Uji Materi ke MK
Politik - Jumat, 21 Juli 2017 - 10:05 WIB

DPR Sahkan RUU Pemilu, Yusril Akan Uji Materi ke MK

Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra menyatakan akan melakukan uji materi terkait Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilu yang baru saja disetujui ...