Minggu, 22 Oktober 2017 | 00.23 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Bersaing dengan Vietnam dan Thailand, Menperin Minta Komisi VI Kawal Sektor Mamin

Bersaing dengan Vietnam dan Thailand, Menperin Minta Komisi VI Kawal Sektor Mamin

Reporter : Fadilah | Kamis, 6 Oktober 2016 - 16:06 WIB

IMG-17656

Diskusi publik bertajuk 'Peran HIPPI dalam Memajukan UMKM Indonesia', di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Kamis, (6/10/2016). (Kininews/FADILLAH)

Jakarta, kini.co.id – Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartanto ingin memberdayakan sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM). Dia yakin sektor IKM yang paling memiliki potensi tinggi kedepannya adalah sektor makanan dan minuman (Mamin). Hal tersebut terbukti dalam berbagai kondisi perekonomian, sektor Mamin ini bisa tumbuh.

“Untuk itu sektor Mamin ini akan mendapatkan perhatian khusus dari Kemenperin,” tuturnya dalam acara diskusi publik bertajuk ‘Peran HIPPI dalam Memajukan UMKM Indonesia’, di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Kamis, (6/10/2016).

Airlangga bercerita bahwa sektor industri Mamin dari sektor hulu dan hilir seringkali mendapatkan gangguan dari berbagai pihak yang tak suka. Gangguan tersebut seperti pembatasan kuota bahan baku produksi yang hanya bisa digunakan dari impor, kemudian penerapan tarif, dan lain-lain.

Oleh sebab itu Kemenperin meminta agar Komisi VI mengawal sektor Mamin ini dari pihak-pihak yang mengganggu.

“Dan tolong dibedakan antara konsumsi manusia dan dengan kebutuhan bahan baku untuk industri makanan,” katanya.

Karena kalau dicampur lanjutnya sektor industri Mamin di tanah air tidak dapat bersaing di kancah ASEAN maupun Internasional.

“Dimana di kancah ASEAN pesaing kita yang sudah sangat jelas adalah Vietnam dan Thailand. Kedua negara tersebut sudah menjadi The Next ASEAN Tiger dan di 2021 mereka akan menjadi Existing ASEAN Tiger, saya berharap kita bisa menjadi The Next ASEAM Tiger mengalahkan mereka,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Mangkir Sidang e-KTP, Setya Novanto ke Cirebon
Politik - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 15:05 WIB

Mangkir Sidang e-KTP, Setya Novanto ke Cirebon

Mangkir sidang perkara kasus dugaan KTP elektronik (e-KTP), Ketua DPR RI Setya Novanto diketahui pergi ke Cirebon untuk menghadiri Haul ...
Dua persoalan di RUU Penyiaran Yang Masih Diperdebatkan
Politik - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 13:31 WIB

Dua persoalan di RUU Penyiaran Yang Masih Diperdebatkan

Rancangan Undang-undang (RUU) tentang Penyiaran masih terus dibahas DPR. Kini, tersisa dua hal yang masih menjadi perdebatan. Pertama, perdebatan mengenai ...
Dua belas mahasiswa ditangkap pada aksi 3 tahun Jokowi-JK
Peristiwa - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 10:19 WIB

Dua belas mahasiswa ditangkap pada aksi 3 tahun Jokowi-JK

Aksi unjukrasa mahasiswa dalam rangka evaluasi 3 tahun Pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla, yang digelar sejak Jumat (20/10) siang kemarin, hingga larut ...
Rumah Tiba-tiba Bau Durian, Cek Tabung Elpiji Anda
Pendidikan - Sabtu, 21 Oktober 2017 - 09:50 WIB

Rumah Tiba-tiba Bau Durian, Cek Tabung Elpiji Anda

Jika tercium aroma durian tiba-tiba di rumah, Anda sebaiknya pergi ke dapur untuk memeriksa tabung Elpiji Anda.Sebab, bisa jadi elpiji ...
Lima tahun Andi Narogong mampu beli 23 mobil mewah
Hukum - Jumat, 20 Oktober 2017 - 21:50 WIB

Lima tahun Andi Narogong mampu beli 23 mobil mewah

Andi Agustinus alias Andi Narogong sering gonta-ganti mobil mewah. Selama kurun waktu lima tahun dari 2012-2027, terdakwa kasus e-KTP ini ...
Jokowi rayu Emir Qatar investasi di KEK Mandalika
Ekonomi - Jumat, 20 Oktober 2017 - 19:41 WIB

Jokowi rayu Emir Qatar investasi di KEK Mandalika

Presiden Jokowi menawarkan KEK Mandalika kepada Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani. KEK Mandalika merupakan bagian dari 12 ...