Kamis, 23 Maret 2017 | 11.19 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Bersaing dengan Vietnam dan Thailand, Menperin Minta Komisi VI Kawal Sektor Mamin

Bersaing dengan Vietnam dan Thailand, Menperin Minta Komisi VI Kawal Sektor Mamin

Reporter : Fadilah | Kamis, 6 Oktober 2016 - 16:06 WIB

IMG-17656

Diskusi publik bertajuk 'Peran HIPPI dalam Memajukan UMKM Indonesia', di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Kamis, (6/10/2016). (Kininews/FADILLAH)

Jakarta, kini.co.id – Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartanto ingin memberdayakan sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM). Dia yakin sektor IKM yang paling memiliki potensi tinggi kedepannya adalah sektor makanan dan minuman (Mamin). Hal tersebut terbukti dalam berbagai kondisi perekonomian, sektor Mamin ini bisa tumbuh.

“Untuk itu sektor Mamin ini akan mendapatkan perhatian khusus dari Kemenperin,” tuturnya dalam acara diskusi publik bertajuk ‘Peran HIPPI dalam Memajukan UMKM Indonesia’, di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Kamis, (6/10/2016).

Airlangga bercerita bahwa sektor industri Mamin dari sektor hulu dan hilir seringkali mendapatkan gangguan dari berbagai pihak yang tak suka. Gangguan tersebut seperti pembatasan kuota bahan baku produksi yang hanya bisa digunakan dari impor, kemudian penerapan tarif, dan lain-lain.

Oleh sebab itu Kemenperin meminta agar Komisi VI mengawal sektor Mamin ini dari pihak-pihak yang mengganggu.

“Dan tolong dibedakan antara konsumsi manusia dan dengan kebutuhan bahan baku untuk industri makanan,” katanya.

Karena kalau dicampur lanjutnya sektor industri Mamin di tanah air tidak dapat bersaing di kancah ASEAN maupun Internasional.

“Dimana di kancah ASEAN pesaing kita yang sudah sangat jelas adalah Vietnam dan Thailand. Kedua negara tersebut sudah menjadi The Next ASEAN Tiger dan di 2021 mereka akan menjadi Existing ASEAN Tiger, saya berharap kita bisa menjadi The Next ASEAM Tiger mengalahkan mereka,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Kuota Haji 2017 Ditambah Menjadi 221.000 Jamaah
Nasional - Kamis, 23 Maret 2017 - 11:12 WIB

Kuota Haji 2017 Ditambah Menjadi 221.000 Jamaah

Pada 2017 ini, kuota jamaah untuk Ibadah Haji bertambah menjadi 221.00 orang. Kuota tersebut dibagi untuk haji reguler sebanyak 204.000 ...
KPK Rahasiakan Penerima Suap e-KTP yang Kembalikan Uang, Ada Apa?
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 11:07 WIB

KPK Rahasiakan Penerima Suap e-KTP yang Kembalikan Uang, Ada Apa?

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, terus mempertanyakan sikap KPK yang merahasiakan nama-nama penerima suap proyek pengadaan e-KTP. Bahkan dianggap melindungi ...
Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:58 WIB

Ini Daftar Saksi Yang Akan Dihadirkan Pada Sidang Lanjutan e-KTP

Sidang ketiga kasus korupsi pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) akan kembali digelar hari ini, Kamis (23/3/2017) di Pengadilan ...
Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi
Hukum - Kamis, 23 Maret 2017 - 08:53 WIB

Putusan PTUN Soal Reklamasi Akan Digunakan KPK Usut Korupsi

Putusan Pengadilan Tinggi Urusan Agama (PTUN) akan dijadikan KPK sebagai pintu masuk kembali mengusut dugaan korupsi di reklamasi teluk Jakarta.Hal ...
Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 17:01 WIB

Dokumen Sengketa Pilkada Raib, Ketua MK Akan Tindak Tegas Pelaku

Publik digegerkan dengan menghilangnya dokumen sengketa Pilkada Dogiayi, Papua di Mahkamah Konstitusi.Hal ini jelas menjengkelkan, mengingat beberapa kasus sengketa pilkada ...
Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki
Peristiwa - Rabu, 22 Maret 2017 - 16:33 WIB

Belum Kembalikan Mobil Kepresidenan, SBY: Masih Diperbaiki

Publik heboh membicarakan mobil dinas yang belum dikembalikan Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).Pasalnya, kendaraan dinas Presiden Jokowi sempat ...