Rabu, 18 Januari 2017 | 00.06 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Jadikan Batam KEK, Menko Darmin : Butuh Waktu 3 Tahun

Jadikan Batam KEK, Menko Darmin : Butuh Waktu 3 Tahun

Reporter : Fadilah | Jumat, 7 Oktober 2016 - 13:03 WIB

IMG-17674

Menko Darmin. (Ist)

Jakarta, kini.co.id – Batam, telah lama digadang-gadang sebagai lokasi menjanjikan bagi investasi di Tanah Air. Lokasinya yang strategis karena berbatasan dengan negara tetangga Singapura, yang selama ini menjadi pintu ke pasar dunia, diharapkan ikut membuat wilayah ini berkembang. Itu sebabnya, pemerintah menetapkan Batam sebagai ‎kawasan Free Trade Zone (FTZ) beberapa tahun lalu.

Sayang, kini iklim investasi di kota tersebut dinilai mulai kurang menjanjikan. Ini seiring konflik perburuhan dan dualisme kewenangan antara Badan Pengelolaan (BP) Batam serta Pemerintah Kota (Pemko) Batam.

Karenanya Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution akan mengubah status Batam menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Dengan status KEK, Menko Darmin berharap Batam dapat meningkatkan penggunaan komponen dalam negeri dalam berbagai proyek.

“Sebab selama ini jika masih menggunakan FTZ itu TKDN-nya sudah tidak banyak digunakan. FTZ itu dirancang untuk ekspor. Jadi harus kita ubah menjadi KEK,” tuturnya di Jakarta, Jumat, (7/10/2016).

Lebih lanjut dia mengatakan bahwa untuk mengubah Batam menjadi KEK membutuhkan waktu yang cukup panjang.

“Yakni membutuhkan waktu tiga tahun karena banyak perubahannya juga,” katanya.

Saat ini tambah Darmin proses transisinya masih diupayakan pemerintah melalui pembentukan Dewan Kawasan.

Kendati demikian Darmin belum dapat menjamin percepatan masa transisi akibat masih banyaknya persoalan yang harus diselesaikan.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Tak Hanya Sebagai Pembina GMBI, Kapolda Jabar Mengaku membina 35 Orgnisasi
Hukum - Selasa, 17 Januari 2017 - 23:40 WIB

Tak Hanya Sebagai Pembina GMBI, Kapolda Jabar Mengaku membina 35 Orgnisasi

Kapolda Jabar, Irjen Anton Charliyan secara gentle mengakui dirinya memang sebagai pembina ormas Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI). Tak hanya ...
PLN Diduga Lakukan Pemerasan kepada Warga Bekasi Utara
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 22:17 WIB

PLN Diduga Lakukan Pemerasan kepada Warga Bekasi Utara

Achmad Sugandi (53) warga perumahan Taman Wisma Asri RT 006 RW 014, Kelurahan Teluk pucung, Kecamatan Bekasi Utara, mengaku ...
Anggaran Besar jadi Alat Kampanye Walikota Bekasi
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 22:13 WIB

Anggaran Besar jadi Alat Kampanye Walikota Bekasi

Praktisi Politik dan Pemilhan kepala daerah, Jiwang Jiputro, menduga program kartu sakti berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang diluncurkan oleh ...
Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:43 WIB

Komisi III Akan Panggil Kapolri Terkait Aduan FPI

Komisi III DPR berjanji akan menindaklanjuti pengaduan yang disampaikan pimpinan Front Pembela Islam terkait dugaan penyalahgunaan jabatan yang dilakukan Kapolda ...
Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III
Peristiwa - Selasa, 17 Januari 2017 - 21:21 WIB

Habib Rizieq Beberkan Insiden Bandung kepada Komisi III

Pimpinan GNPF-MUI dan FPI mengadukan beberapa persoalan kepada Komisi III DPR yang akhir-akhir mencuat, salah satunya terkait insiden penyerangan yang ...
Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami
Nasional - Selasa, 17 Januari 2017 - 20:56 WIB

Gempa 5,6 SR di Sabang tak Berpotensi Tsunami

Laman www.bmkg.go.id menyebutkan gempa bumi mengguncang Aceh dan Sabang. Goncangan sekuat 5,6 SR itu tak berpotensi tsunami. Bunyi dalam pernyataan ...