Kamis, 19 Januari 2017 | 09.19 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Ini Rincian Kenaikan Tarif Tol Sedyatmo – Soekarno Hatta

Ini Rincian Kenaikan Tarif Tol Sedyatmo – Soekarno Hatta

Reporter : Fadilah | Jumat, 7 Oktober 2016 - 18:46 WIB

IMG-17687

Gerbang Tol Sedyatmo. (Kininews/ist)

Jakarta, kini.co.id – Tarif tol ruas jalan Prof.Dr.Ir. Sedyatmo ke arah Bandara Soekarno Hatta (Soetta) resmi mulai naik terhitung 12 Oktober 2016 nanti. Kenaikan itu tertuang dalam Keputusan Menteri Pekerjaan Umum nomor 783/KPTS/M/2016. Adapun nilai kenaikannya yaitu rata-rata sebesar Rp 500 hingga 1.000 per golongan.

Dengan demikian tarif jalan tol Prof Dr Ir Sedyatmo menuju Bandara Soetta untuk Golongan I yang tadinya dikenakan tarif Rp 6.000 naik menjadi Rp 7.000, kemudian untuk Golongan II dari Rp 7.500 menjadi Rp 8.500, Golongan III dari Rp 9.500 menjadi Rp 10.000, Golongan IV dari Rp 11.500 menjadi Rp 12.500 dan Golongan V dari Rp14.000 menjadi 15.000.

Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Koentjahjo Pamboedi mengatakan dengan ditetapkannya kenaikan tarif ini, Jasa Marga selaku pengelola diwajibkan mensosialisasikannya kepada masyarakat terhitung selama 14 hari.

“Jadi, mulai saat ini hingga nanti tanggal 13 Oktober 2016 mendatang, kami akan sosialisasikan seperti pasang spanduk dan sebagainya, tutur Koen dalam sebuah Konferensi Pers di Jakarta, Jumat, (7/10)

Selain itu, pemerintah juga meminta agar Jasa Marga melakukan perbaikan pelayanan dan antrian.

Dia menambahkan penyesuaian tarif tol ini sudah berdasarkan angka inflasi selama dua tahun terakhir dan dimaksudkan agar Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dapat melakukan pengembalian investasi sesuai rencana bisnisnya.

“Adapun besaran inflasi yang diterbitkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tertanggal 2 September 2016 kemarin, di Jakarta mencapai 9,79%,” pungkasnya.

Editor: Ade

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal
Nasional - Kamis, 19 Januari 2017 - 07:48 WIB

Din Syamsudin: Kekerasan Verbal Pemodal Lebih Berbahaya dari Ormas Radikal

Setelah munculnya gesekan dalam sosial masyarakat, sejumlah pihak menginginkan pembubaran ormas-ormas radikal.Lucunya, ormas radikal selalu dikaitkan dengan ormas Islam sehingga ...
Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim
Hukum - Kamis, 19 Januari 2017 - 02:54 WIB

Besok Sylviana Murni Dipanggil Bareskrim

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bareskrim Polri menjadwalkan pemeriksaan mantan Walikota Jakarta Pusat Sylviana Murni sebagai saksi dalam kasus ...
Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto
Hukum - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:57 WIB

Diberondong Pertanyaan Sensitif Watim MUI, Ini Jawaban Wiranto

Saat menghadiri pembukaan Rapat Pleno Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (Watim-MUI), Mentri Polhukam Wiranto yang mewakili Presdien Jokowi, Rabu (18/1) ...
Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 23:34 WIB

Din Syamsudin Minta Tidak Hakimi Ormas Islam sebagai Radikal

Dia meminta pemerintah agar tidak hanya memperhatikan kekerasan fisik yang terjadi di lapangan untuk membubarkan ormas radikal. "Tapi mari juga ...
PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:55 WIB

PLN Komentar soal Pembengkakan Tarif Listrik di Bekasi Utara

Terkait dengan keluhan warga Taman Wisma Asri kepada pihak PLN Rayon Medan Satria, Bekasi Utara soal pembengkakan tarif listrik yang ...
Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 19:48 WIB

Kerjasama TNI dan Pemerintah Belum Maksimal

Anggota Komisi l DPR RI, Bobby Adhityo Rizaldi menyebutkan kerjasama antar TNI dan pemerintah belum maksimal pada beberapa program. Dengan ...