Minggu, 30 April 2017 | 14.04 WIB
KiniNEWS>Nasional>Ekonomi>Penolakan Mendagri Terkait Pemekaran 134 Daerah Dinilai Tepat

Penolakan Mendagri Terkait Pemekaran 134 Daerah Dinilai Tepat

Reporter : Fadilah | Sabtu, 8 Oktober 2016 - 14:13 WIB

IMG-17702

Mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri Djohermansyah Djohan. (Kininews/FADILLAH)

Jakarta, kini.co.id – Dewan Perwakilan Daerah (DPD) kembali mengusulkan pemekaran 134 Daerah Otonomi Baru (DOB), rinciannya 22 usulan provinsi, 97 usulan kabupaten dan 15 usulan kota. Namun Pemerintah dalam hal ini Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memutuskan untuk menolak usulan tersebut.

Menurut Mantan Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri Djohermansyah Djohan menilai penolakan yang dilakukan merupakan langkah yang sangat tepat.

“Sebab pemerintah belum siap dalam aturan mainnya, selain itu kondisi ekonomi makro dan fiskal negara saat ini juga belum mendukung,” tuturnya dalam sebuh diskusi publik bertema ‘Pemekaran Lagi’ di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, (8/10/2016).

Selain itu lanjut dia, Otda yang dipercaya dapat meratakan ekonomi dan pembangunan di tingkat daerah di Indonesia. Pada realisasinya belum semua daerah berhasil menghidupi diri sendiri, mereka masih sangat bergantung ada pemerintah pusat.

“Masih banyak daerah yang bergantung pada Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Dekonsentrasi,” katanya.

Karenanya diperlukan pertimbangan yang sangat matang sebelum akhirnya diputuskan melakukan otonomi daerah.

Sementara itu untuk menanggulangi kegagalan otonomi daerah. Diperlukan adanya penataan khusus.

Penataan khusus ini diperuntukan bagi daerah-daerah yang sudah terlanjur dikembangkan tapi tak memiliki hasil maksimal.

“Adapun aturan yang dikeluarkan yakni Undang-undang Nomor 24 Tahun 2014 tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara untuk penataa,” pungkasnya.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Kembali Sindir Ahok, Habiburokhman: Monyet Juga Banyak yang Ajak Foto
Nasional - Minggu, 30 April 2017 - 12:16 WIB

Kembali Sindir Ahok, Habiburokhman: Monyet Juga Banyak yang Ajak Foto

Setelah menyindir soal ribuan karangan bunga yang diberikan warga kepada Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ...
Habib Rizieq Ungkap Teror Kepada Mahasiswa dan Pelajar Indonesia di Madinah
Nasional - Sabtu, 29 April 2017 - 23:06 WIB

Habib Rizieq Ungkap Teror Kepada Mahasiswa dan Pelajar Indonesia di Madinah

Saat ini Imam Besar FPI, Habib Rizieq beserta seluruh keluarganya tengah menjalankan ibadah umroh ke Saudi Arabiah. Sejumlah kalangan menilai ...
Habiburokhman: Mau Tau Jumlah Orang Bego, Cek Aja Karangan Bunga di Balaikota
Nasional - Sabtu, 29 April 2017 - 21:01 WIB

Habiburokhman: Mau Tau Jumlah Orang Bego, Cek Aja Karangan Bunga di Balaikota

Kepala Bidang Advokat DPP Gerindra Habiburokhman kembali melontarkan sindiran pedasnya atas ribuan karangan bunga dari warga untuk Gubernur dan Wakil ...
Fahida Idris Adakan Sayembara Laporkan Nathan ke Polisi
Peristiwa - Sabtu, 29 April 2017 - 20:28 WIB

Fahida Idris Adakan Sayembara Laporkan Nathan ke Polisi

Wakil Ketua Komite 3 DPD RI, Fahira Idris mengadakan sayembara bagi siapa saja yang berhasil melaporkan Nathan ke Polisi. Bahkan ...
Buni Yani dan Rizieq Shihab Diancam Bunuh oleh Orang Ini
Nasional - Sabtu, 29 April 2017 - 20:18 WIB

Buni Yani dan Rizieq Shihab Diancam Bunuh oleh Orang Ini

Buni Yani, tersangka kasus dugaan pelanggaran Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) mendapatkan ancaman pembunuhan oleh akun Twitter @NathanSuwanto. Tak ...
Dua Kakek Babak Belur usai Curi Sempak
Peristiwa - Sabtu, 29 April 2017 - 17:42 WIB

Dua Kakek Babak Belur usai Curi Sempak

Dua pelaku berusia lanjut berani mencuri celana dalam alias sempak di minimarket di Jalan Kapten Muslim, Kelurahan Dwikora, Kecamatan Medan ...