Rabu, 18 Januari 2017 | 12.59 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Masuk Angin, Pasaribu Meninggal Dunia di Gunung Semeru

Masuk Angin, Pasaribu Meninggal Dunia di Gunung Semeru

Sabtu, 8 Oktober 2016 - 20:13 WIB

IMG-17707

Ilustrasi Gunung Semeru (kininews/ist)

LUMAJANG , kini.co.id – Tim evakuasi pendaki Gunung Semeru Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, memastikan seorang pendaki atas nama Sahat M Pasaribu meninggal dunia, Sabtu (8/10/2016). Pasaribu saat itu masih mendapatkan pertolongan dan akhirnya napasnya terhenti.

Kepala Subbagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Antong Hartadi mengatakan denyut nadi dan jantung korban terhenti. Walaupun tim sempat memberikannya pertolongan pertama.

Menurutnya, korban bersama rombongan berjumlah 13 orang dan terdata di Pos Ranupati, Rabu (5/10) kemarin. Bahkan sebelum mereka mendaki, sempat mengikuti arahan dari petugas.

“Mereka juga bermalam di Ranu Kumbolo dengan mendirikan tiga tenda, lalu besoknya mereka bergerak ke Pos Kalimati. Itu batas terakhir pendakian gunung Semeru,”kata Antong.

Tapi, data dari TNBTS, Pasaribu mengeluh masuk angin dan sedikit makan ketika malam itu. Korban sempat keluar tenda dan muntah, kemudian korban bilang dia mual dan pusing.

Korban bersama rombongan segera berkemas untuk turun gunung. Namun, kondisi korban semakin lemah dan pucat saat perjalanan menuju ke Ranupati.

“korban Sahat terlihat pucat, bengong, linglung dan pandangan kosong, serta tidak kuat jalan. Korban sempat digendong untuk turun, namun teman korban tidak kuat dan memutuskan untuk meminta bantuan petugas di Pos Ranupani, sehingga mereka menunggu bantuan di Jambangan,” ujarnya.

Korban pun terus muntah dan badannya menjadi panas, sesak napas dan tak mampu berkomunikasi. Tim evakuasi tiba di lokasi dan memberikan bantuan oksigen. Namun sayang, napas korban terhenti bersama denyut jantung dan nadinya.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
2016, BPJS Raup Rp 48,5 T dari Iuran
Ekonomi - Rabu, 18 Januari 2017 - 12:34 WIB

2016, BPJS Raup Rp 48,5 T dari Iuran

Sepanjang tahun 2016, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan tealh meraup Rp48,53 triliun dari iuran. Jumlah ini naik 14 persen ...
Kapolri Perintahkan Usut Pengibaran Bendera Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid
Peristiwa - Rabu, 18 Januari 2017 - 12:30 WIB

Kapolri Perintahkan Usut Pengibaran Bendera Merah Putih Dibubuhi Kalimat Tauhid

Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian memerintahkan jajarannya untuk menyelidiki dugaan penghinaan bendera Merah Putih bergambar pedang dan tulisan kalimat tauhid ...
Bahas Outlook 2017, Sri Mulyani Merapat ke DPR
Ekonomi - Rabu, 18 Januari 2017 - 12:14 WIB

Bahas Outlook 2017, Sri Mulyani Merapat ke DPR

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani, mendatangi Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, (18/1/2017). Ia datang untuk ...
FPI Tuntut Kapolda Jabar dan Metro Jaya Dicopot, Ini Kata Kapolri
Hukum - Rabu, 18 Januari 2017 - 11:28 WIB

FPI Tuntut Kapolda Jabar dan Metro Jaya Dicopot, Ini Kata Kapolri

Atas sejumlah hal, Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab meminta Kapolri mencopot Kapolda Jabar Irjen Anton Charliyan ...
Kasus Pulomas Tuntas dalam Waktu Singkat, Kapolri Beri Penghargaan
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 11:01 WIB

Kasus Pulomas Tuntas dalam Waktu Singkat, Kapolri Beri Penghargaan

Kasus perampokan dan pembunuhan di rumah mewah kawasan Pulomas Jakarta Timur tuntas dalam waktu singkat. Bagaimana tidak, anggota Polda Metro ...
Ini Jawaban Panglima TNI dan Habib Rizieq soal FPI Disebut Anti Pancasila ?
Nasional - Rabu, 18 Januari 2017 - 10:44 WIB

Ini Jawaban Panglima TNI dan Habib Rizieq soal FPI Disebut Anti Pancasila ?

Ormas Islam, terutama Front Pembela Islam (FPI) kerap kali dituding sebagai ormas anti Pancasila. Ormas bentukan Habib Rizieq Shihab itu ...