Kamis, 30 Maret 2017 | 15.50 WIB
KiniNEWS>Nasional>Peristiwa>Masuk Angin, Pasaribu Meninggal Dunia di Gunung Semeru

Masuk Angin, Pasaribu Meninggal Dunia di Gunung Semeru

Sabtu, 8 Oktober 2016 - 20:13 WIB

IMG-17707

Ilustrasi Gunung Semeru (kininews/ist)

LUMAJANG , kini.co.id – Tim evakuasi pendaki Gunung Semeru Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, memastikan seorang pendaki atas nama Sahat M Pasaribu meninggal dunia, Sabtu (8/10/2016). Pasaribu saat itu masih mendapatkan pertolongan dan akhirnya napasnya terhenti.

Kepala Subbagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Antong Hartadi mengatakan denyut nadi dan jantung korban terhenti. Walaupun tim sempat memberikannya pertolongan pertama.

Menurutnya, korban bersama rombongan berjumlah 13 orang dan terdata di Pos Ranupati, Rabu (5/10) kemarin. Bahkan sebelum mereka mendaki, sempat mengikuti arahan dari petugas.

“Mereka juga bermalam di Ranu Kumbolo dengan mendirikan tiga tenda, lalu besoknya mereka bergerak ke Pos Kalimati. Itu batas terakhir pendakian gunung Semeru,”kata Antong.

Tapi, data dari TNBTS, Pasaribu mengeluh masuk angin dan sedikit makan ketika malam itu. Korban sempat keluar tenda dan muntah, kemudian korban bilang dia mual dan pusing.

Korban bersama rombongan segera berkemas untuk turun gunung. Namun, kondisi korban semakin lemah dan pucat saat perjalanan menuju ke Ranupati.

“korban Sahat terlihat pucat, bengong, linglung dan pandangan kosong, serta tidak kuat jalan. Korban sempat digendong untuk turun, namun teman korban tidak kuat dan memutuskan untuk meminta bantuan petugas di Pos Ranupani, sehingga mereka menunggu bantuan di Jambangan,” ujarnya.

Korban pun terus muntah dan badannya menjadi panas, sesak napas dan tak mampu berkomunikasi. Tim evakuasi tiba di lokasi dan memberikan bantuan oksigen. Namun sayang, napas korban terhenti bersama denyut jantung dan nadinya.

Editor: Armand

KOMENTAR ANDA
Berita Nasional Terkini Lainnya
Hakim Belum mau Tetapkan Miryam Haryani sebagai Tersangka
Nasional - Kamis, 30 Maret 2017 - 15:11 WIB

Hakim Belum mau Tetapkan Miryam Haryani sebagai Tersangka

Majelis Hakim kasus dugaan korupsi dalam pengadaan Kartu Tanda Penduduk berbasis elektronik (e-KTP) TA 2011-2012 dengan terdakwa Irman dan Sugiharto ...
Jaksa KPK Minta Miryam Haryani Ditetapkan Menjadi Tersangka
Nasional - Kamis, 30 Maret 2017 - 14:55 WIB

Jaksa KPK Minta Miryam Haryani Ditetapkan Menjadi Tersangka

Sidang konfrontir antara Politisi Hanura, Miryam S Haryani dengan tiga penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, Ambarita Damanik, dan ...
Disarankan Kembalikan Uang Korupsi e-KTP, Miryam Haryani: Habis Saya!
Hukum - Kamis, 30 Maret 2017 - 14:40 WIB

Disarankan Kembalikan Uang Korupsi e-KTP, Miryam Haryani: Habis Saya!

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan membenarkan bahwa dia pernah menyarankan kepada Politisi Miryam S Haryani untuk mengembalikan uang ...
Aksi 313 Ibarat Perang Badar
Nasional - Kamis, 30 Maret 2017 - 14:15 WIB

Aksi 313 Ibarat Perang Badar

Forum Umat Islam (FUI) menyebutkan momentum aksi 313 yang menuntut pencopotan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sebagai Gubernur DKI Jakarta, ...
Wow! Ganjar Pranowo Tahu Soal Bagi-Bagi Uang
Hukum - Kamis, 30 Maret 2017 - 14:12 WIB

Wow! Ganjar Pranowo Tahu Soal Bagi-Bagi Uang

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo rupanya mengetahui perihal bagi-bagi uang hasil dugaan korupsi proyek pengadaan e-KTP APBN TA 2011-2012.Demikian ...
Novel Baswedan Akui Makan Kue Durian Saat Periksa Miryam Haryani
Hukum - Kamis, 30 Maret 2017 - 12:54 WIB

Novel Baswedan Akui Makan Kue Durian Saat Periksa Miryam Haryani

Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan, tak menampik terkait pengakuan Politisi Hanura, Miryam S Haryani yang merasa terganggu olehnya ...